Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode dua dua


__ADS_3

Acara pernikahan pun datang, semua orang sudah berada di tempat mereka masing-masing. Mereka hanya tinggal menunggu si pengantin datang untuk memulai pernikahan ini.


Arga duduk di depan samping ayahnya, dari pihak sana hanya Alam yang mendapatkan undangan karena hubungan Alam dan keluarga Ismi sudah baik baik saja. Arga tau ayahnya tidak ikhlas mamah nya menikah lagi, ia tau ayah nya ingin kembali lagi pada Ismi. Kalau saja Alam mau pisah dengan wanita gila di rumah Arga pasti membantu ayah nya untuk kembali pada Ismi, sayang nya ayah nya menginginkan ke dua wanita itu. Itu tidak mungkin terjadi.


"Ayah sudah mempunyai wanita itu untuk apa ayah sedih," ucap Arga.


"Ah kau tidak tau, ini masalah ayah. Ayah teringat saat ayah dan mamah mu menikah dulu," kata Alam.


"Ayah maaf kalau apa yang aku katakan sekarang lancang, hari ini tidak akan terjadi jika ayah tida mengkhianati mamah, ayah tidak memiliki anak dari wanita itu. Mamah sudah berdamai dengan hati nya, untuk menerima orang lain itu tidak mudah yah. Mamah pasti memiliki trauma untuk menikah lagi, tetapi mamah berhasil menyakini diri nya jika tidak semua pria itu sama. Mamah tidak kembali pada seseorang yang sama, jadi ending dari pernikahan mamah nanti pasti berbeda."


"Iya sayang ayah paham, maafkan ayah yah kali ini ayah sedikit lebay," ucap Alam.


"Iya yah, aku paham dengan yang ayah rasakan, ayah dan mamah pasti bisa hidup dengan bahagia walaupun tidak bersama sama."


"Anak ayah sudah kembali lagi yah, cepat sembuh ayah menunggu mu menggantikan ku," ucap Alam.


Ini yang membuat Alam ingin Arga yang menggantikan diri nya. Sebenarnya Arga jauh lebih dewasa dari pada Darka, Arga jauh lebih bertanggung jawab dari pada Darka. Jika ia menyerah kan kekuasaannya pada Arga diri nya merasa sangat tenang karena ia yakin Arga bisa meneruskan semuanya, bahkan bisa lebih memajukan perusahaan nya.


Yoga dan Ismi sudah di tempat mereka berdua Dan pernikahan pun di mulai. Acara demi acara sudah berjalan dengan sangat lancar, semuanya sesuai dengan yang di harapkan. Di luar sana beberapa orang yang ingin membuat kekacauan sudah di tangkap, jadi tidak ada yang perlu di takut kan lagi.


Tanpa terasa Ismi dan Yoga sudah resmi menikah. Mereka berdua terlihat sangat bahagia sekali. Walaupun usia mereka berdua sudah tidak muda lagi, tetapi wajah mereka masih terlihat muda, apalagi Ismi yang bukan seperti wanita berumah 40 tahunan.


"Selamat mah, pah. Semoga kalian berdua bahagia. Papah aku titip mamah ku, jangan pernah kau sakiti dia, berikan kebahagiaan pada nya. Aku percaya dengan papah, dan satu lagi jangan lupa cepat berikan ku adik. Atau kita berlomba siapa yang cepat jadi."


"Siap Arga, papah pasti memberikan kebahagiaan untuk mamah mu, dan sudah pasti papah yanga akan jadi dulu, papah mah sudah berpengalaman, jangan remehkan pengalaman papah," kata Yoga.


Ismi terkejut mendengar apa yang Arga katakan, berarti dia Arga dan Citra sudah melakukan nya.


"Apa sudah," tanya Ismi pelan.


Citra hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Wah wah wah, berhasil ya. Bagaimana rasa nya mantap?"


"Mantap mah," kata Citra.


"Selamat ya sayang, kamu milik Arga untuk selama nya."


"Selamat juga untuk mamah, semoga mamah bahagia selalu dan segera mempunyai momongan kembali," ucap Citra.


Setelah Arga dan Citra sekarang giliran Alam. Bagaimana rasa nya melihat yang pernah menikah dengan nya sekarang menikah dengan pria lain. Perasaan Alam benar-benar tidak tentu, ia rasa mungkin dulu seperti ini lah perasaan Ismi saat diri nya menikah dengan wanita lain. Semuanya berbalas seiring berjalan nya waktu.


"Selamat untuk kalian berdua, semoga bahagia selalu ya," ucap Alam.


"Terimakasih sudah datang, maaf aku tidak bisa mengundang nya," kata Ismi.


"Tidak papa, ini hari bahagia mu, tidak ada boleh merusak nya," ucap Alam.


"Yoga jangan lupa sering membawa istri mun kumpul keluarga," kata Alam.


"Pasti kita akan bertemu dengan membawa istri kita masing-masing. Terimakasih sudah datang," ucap Yoga.


"Aku lelah," ucap Citra.


"Belum juga di apa apain sudah lelah, padahal tadi pagi tidak jadi," kata Arga.


"Kenapa sekarang kamu mesum sekali mas."


Arga hanya tertawa, diri nya saja tidak tau kenapa bisa begitu.


"Mamah mau kemana," tanya Arga saat melihat papah dan mamah nya pergi dari acara itu.


"Mas kamu ada ada saja," ucap Citra.

__ADS_1


"Ada ada saja bagaimana, kan aku hanya bertanya saja," kata Arga.


"Arga kau tau kan, ehem lah," ujar Yoga.


"Oh iya, maaf maaf. Silahkan," ucap Arga yang malu sendiri.


"Kamu ini ada ada saja bertanya seperti itu. Ini Malam pengantin mereka berdua, ya pasti lah."


"Tapi kita dulu tidak langsung ah, hampir sebuah lebih setelah nya baru ehem," kata Arga.


"Jangan kamu samakan dong mas, kamu ada ada saja, mereka kan menikah karena cinta dan mau sama mau, malam ini pasti sangat berarti. Lah kita menikah tanpa perasaan bagaimana mungkin bisa kita melakukan nya malam ini juga," ucap Citra.


"Hahaha iya juga ya, sekarang ayo kita cetak anak. Jangan sampai papah ku menang perlombaan ini," kata Arga.


"Memang memang, bisa bisa nya membuat anak di jadikan perlombaan," ucap Citra.


"Darka mengirimkan mu pesan." Arga sedikit cemburu Darka mengirimkan pesan pada Citra dengan emoticon cinta.


"Wah dia sudah benar-benar jatuh cinta pada ku," ucap Citra.


"Terus! kamu suka gitu di cintai oleh pria lain," tanya Arga.


"Hahaha kamu cemburu ya, aku tidak ikut ikutan loh mas. Kamu sendiri yang meminta ku untuk mendekati nya, dan kamu sendiri yang membuat dia cinta pada ku."


"Ya memang aku, tapi jangan sampai kau membalas cinta nya, jangan sampai macam macam ya," ucap Arga.


"Ih tidak lah, aku tidak mungkin melakukan hal yang macam macam," kata Citra.


"Jangan cemburu, aku tetap mencintai mu." Cinta mencium pipi Arga, kalau cemburu seperti ini kelihatan sangat menggemaskan.


Di kamar dua sejoli sudah lega karena mereka berdua akhirnya menikah. Hubungan yang sudah lama terjalin akhirnya resmi juga.

__ADS_1


"Aku sangat senang bisa menikah dengan mu," ucap Yoga.


"Ya aku juga senang dan aneh, dulu aku dan kamu hadir di pernikahan kita masing-masing, eh sekarang kita berada di pernikahan kita sendiri"


__ADS_2