
"Terus terus saja seperti itu," ucap Arga.
"Hahaha aku bercanda," kata Darka.
"Ah mau mati aku sulit sekali," ucap Darka.
"Makan nya kau lihat baik baik bagaimana aku bekerja," kata Arga.
Walaupun sempat terjadi pertengkaran mereka berdua kembali bekerja sama. Arga membantu Darka menyelesaikan semua kesalahan yang Darka lakukan sebelum nya. Ternyata memang ada beberapa hal yang salah sebelum nya, Arga baru sadar saat membuat ulang, sebenarnya beruntung Darka menghapus pekerjaan mereka, kalau sampai terbawa ke lapangan pasti akan ada fatal akibatnya.
"Kenapa," tanya Darka.
"Untung saja di buat ulang, kalau tidak bisa kacau, ada kesalahan fatal," jawab Arga.
"Hahaha untung saja aku menghapus nya," ucap Darka.
Karena hal itu lah mereka berdua sampai pulang malam hari, semua nya harus selesai hari ini agar besok bisa langsung ke lapangan. Tadi Alam juga sudah datang untuk melihat berdua, sekarang Alam masih di kantor yang sama tetapi berbeda pekerjaan.
"Sudah selesai," ucap mereka berdua.
Ke dua nya sangat lega karena bisa menyelesaikan semua nya dengan sangat baik sekali, semua ini berkat kerja sama ke dua nya.
"Sudah ayo pulang, aku sudah sangat lapar," ucap Arga.
"Ayah masih di sini," tanya Darka.
"Tidak tau, kata ayah kalau selesai kita boleh langsung pulang. Mungkin dia ada pekerjaan lainnya atau malah sudah pulang," jawab Arga.
Karena memang sudah sangat lelah ke dua nya pun langsung pulang ke Vila. Di Vila Citra sudah mempersiapkan banyak makanan untuk suami nya dah Arga. Ia sudah mendapatkan kabar jika mereka berdua akan segera sampai.
Citra memasak berbagai macam makanan, dari makanan ringan sampai dengan makanan yang berat. Berbagai cemilan juga sudah ia buat sejak siang tadi. Ia bingung harus melakukan apa, jadi Intan membuat cemilan untuk orang orang di rumah ini. Ia juga meletakan di ruang kumpul agar tidak ada yang segan untuk memakannya.
"Sayang.."
"Kalian sudah pulang, aku sudah membuat banyak makanan untuk kalian," ucap Citra.
Seperti biasa nya saat Arga pulang Kerja Citra selalu mengecup bibir Arga. Darka sendiri hampir terbiasa melihat semua nya..
"Hmmm kau selalu membuat banyak makanan enak," ucap Darka.
"Pasti lah, apa yang tidak enak jika sudah dibuat istri ku," kata Arga.
"Sombong... Arga temani aku setelah ini."
"Kemana," tanya Arga.
__ADS_1
"Handphone ku rusak, mau ganti baru," jawab Darka.
"Pergi sendiri kan bisa, kenalan harus mengajak aku."
"Tidak enak, tak ada kawan berbicara."
Citra yakin ke dua nya dua saling membutuhkan Kalau seperti ini ke dua nya dapat di pastikan akan saling memaafkan. Darka sudah terlihat jika diri nya sebenarnya baik jika tidak ada yang mengontrol nya, terbukti sekarang tak ada kejahatan yang Darka lakukan pada Arga, padahal banyak kesempatan untuk Darka melakukan kejahatan.
"Ayo lah," ucap Darka.
"Aku lelah, ingin istirahat," tolak Arga.
"Halah kau ingin enak enak kan, enak-enak bisa kapan saja, akun membutuhkan handphone baru," ucap Darka.
"Ah kau manja sekali, pergi sendiri saja bisa."
"Dengan abang sendiri tak masalah bukan," ucap Darka.
"Emang kau adik ku," tanya Arga.
"Iya menurut mu, walaupun beda mamah kita satu Burung," jawab Darka.
"Sayang temani adik mu, aku bisa menunggu mu," ujar Citra.
"Tu istri mu susah mengizinkan mu," ucap Darka.
"Hahaha makasih.."
"Mas aku belikan airport," ucap Citra.
"Oh iya kamu mau sekali laptop," tanya Arga.
"Boleh," tanya Citra.
"Boleh lah kenapa tidak, kamu suka nonton drama kan, nah pakai laptop lebih bagus," jawab Arga.
"Ya sudah aku mau satu mas," ucap Citra.
"Apa lagi," tanya Arga.
"Aku kau bayari juga kan," ujar Darka.
"Hahaha kau salah, sebenarnya aku ingin kau yang membayar belanjaan ku nanti," kata Arga.
"Sial, enak di kau," ucap Darka.
__ADS_1
Setelah selesai makan dan mandi mereka berdua pun kembali pergi, karena pusat kota cukup jauh Darka meminta Arga untuk duduk di bangku depan, ia tidak enak jika duduk sendiri sambil nyetir. Darka sedikit takut.
Sesampainya di toko handphone dan barang online elektronik lainnya mereka berdua langsung turun, seperti biasanya Darka menurunkan kursi roda Arga terlebih dahulu sebelum Arga nya. Memang ribet tetapi ini lebih baik dari pada ia pergi sendiri.
"Aku mau ipad, macbook dan airport," ucap Arga.
"Bayar sendiri," kata Darka.
"Tidak, kau yang bayar, kau yang membawa ku ke sini."
Walaupun ribet, harus mengeluarkan banyak uang dan menerima omelan Arga. Darka tidak menyesal membawa Arga, semenjak mereka berdua dekat, di otak nya tidak ada kesedihan, tak ada ingin berbuat hal buruk. Inti nya dengan Arga dan Citra memberikan pengaruh baik pada nya.
"Sial ratusan juga juga," ucap Darka.
"Hahaha makasih Darka, semua nya sangat aku perlukan," kata Arga..
Setelah selesai membeli barang yang mereka cari mereka langsung pulang ke Vila karena waktu susah sangat malam. Besok mereka harus bekerja yang membuat mereka berdua harus segera istirahat.
"Sayang kamu sudah pulang," ucap Nita.
"Ya aku baru pulang, aku sangat lelah, kamu melihat Arga dan Darka," tanya Alam.
"Tadi mereka berdua pergi," jawab Nita.
"Istri mu tidak mencari mu," tanya Nita.
"Sudah sayang, dia tidak menanyakan kabar ku ia hanya meminta kiriman uang, bagaimana aku betah dengan nya dia saja seperti itu pada ku," jawab Alam.
Nita hanya diam, ia tidak mau banyak komentar karena diri nya juga tidak benar. Dirinya wanita perebut suami orang, tidak ada hak nya untuk mengomentari istri sah Alam.
Sesampainya di Vila Arga menahan Darka, ia ingin membicarakan perselingkuhan ayahnya dengan Nita.
"Darka ayah selingkuh," ucap Arga.
"Apa! kau seriuss," tanya Darka.
"Iya, aku sudah melihat nya langsung. Demi kebaikan mu jangan ikut campur dengan urusan ayah," jawab Arga.
"Tapi dia mengkhianati mamah ku Arga, bagaimana mungkin aku bisa diam saja" ucap Darka.
"Darka jangan begitu, aku sudah berbicara dengan Alam, aku saja kena amarah ayah, aku mau di usir. Setidaknya cari tau kenapa ayah selingkuh," kata Arga.
"Lalu aku harus apa? apa yang kau lakukan dulu saat ayah selingkuh," tanya Darka.
"Pertama jangan ikut campur, kalau kau marah pada ayah cukup diam saja, ke dua beritahu mamah mu saat kita kembali ke rumah, jangan sekarang karena akan merusak semuanya," jawab Arga.
__ADS_1
Darka hanya diam, seperti nya apa yang Arga katakan akan Darka lakukan. Jujur Arga tidak tega pads Darka tetapi Darka harus tau rasa sakit ini. Rasa sakit yang ia rasakan dulu harus Darka rasakan, ini akan membuat Darka lebih dewasa