Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode ketujuh


__ADS_3

"Saya mau tapi saya takut keluarga tuan marah pada saya," ucap Citra.


"Kenapa kau takut, ini hal yang paling penting, kau bisa menyamar jadi wanita lain saat bertemu dengan Darka, ayolah.." Arga sangat berharap Citra mau menuruti rencananya.


"Iya saya mau, semua demi tuan Arga," ucap Citra.


Citra harap dengan membantu Arga seperti ini Arga mulai menerima nya. Dan apa yang mereka rencanakan sekarang berjalan dengan lancar, ini juga sudah menjadi tugas nya sebagai istri untuk membantu suami nya.


"Bagus kalau begini kan kau sedikit mempunyai manfaat, sudah aku ingin tidur," ucap Arga sambil mengambil posisi ternyaman.


"Saya tidur dimana tuan," tanya Citra.


"Terserah, di lantai pun bukan urusan ku," jawab Arga.


Sebelum tidur Citra menghapus make up dan mengganti pakaian nya. Ia cukup deg deg kan tidur di samping Arga, suami nya ini benar-benar sangat berbeda dari suami pada umum nya.


"Ayo Citra, baru seperti ini saja kau sudah takut, jangan takut." Citra mulai berbaring di samping tubuh Arga.


Ia melihat Arga sudah tertidur dengan lelap. Citra membayangkan kehidupan nya yang akan bahagia bersama dengan Arga, memeluk Arga seperti layak nya sepasang suami istri. Dan pada akhirnya hayalan itu mulai masuk ke dalam mimpi Citra. Mimpi yang akan menemani Citra pada malam hari ini.


Pagi hari nya, hari baru untuk Citra dan Arga, status mereka harus ini sudah berbeda, mereka sepasang suami istri. Walaupun belum terlihat seperti itu. Citra sudah bangun sejak tadi, bahkan ia sudah mandi dan berniat menyiapkan makanan untuk suami nya. Arga sendiri akan bangun sekitar pukul 8 pagi.


"Pagi tan," ucap Citra.


"Kok tante mamah dong, kan kamu sudah menikah dengan anak mamah."


"Oh iya pagi mah, ibu ku sudah membuat sarapan," tanya Citra.


"Sudah, kamu urus saja Arga, kalau untuk rumah ini ibu kamu saja. Arga sudah bangun? apa yang terjadi tadi malam?"


"Tidak ada yang terjadi mah, Den Arga juga belum bangun."

__ADS_1


"Hmmm kau bisa rayu Arga, kan kamu tau sendiri kan Arga harus segera mempunyai anak."


Permintaan Ismi membuat Citra merasa sangat malu, ia tidak tau bagaimana cara merayu Arga. Jangan kan melakukan nya, membayangkan nya saja Arga tidak bisa, hal itu tidak pernah Citra pikirkan sebelum nya.


"Semua akan berjalan dengan berjalan nya waktu mah," ucap Citra.


"Iya sayang mamah sangat paham, tapi kamu usahakan ya.."


"Iya mah, pasti Citra akan usahakan, Citra juga ingin yang terbaik untuk semuanya," ucap Citra.


Arga mulai terbangun dari tidur nya. Mata nya melihat keseliling kamarnya, ternyata Citra sudah tidak ada. Padahal ia ingin meminta Citra membantu nya ke kamar mandi.


"Sejak kapan kau bergantung pada orang lain, kau bisa sendiri," ucap Arga.


Arga berusaha bangkit dari tempat tidur, ia merangkak bergerak menuju kursi roda nya, dengan usaha dan minat yang kuat akhirnya Arga bisa duduk di atas kursi roda nya.


Untuk ke kamar mando terasa lebih mudah karena kamar mandi kamar Arga sudah di rancang khusus untuk mempermudah kehidupan Arga. Ia bisa membuang air besar dan kecil sendiri, berbeda dengan mandi yang masih memerlukan bantuan orang lain.


"Dia bangun, tumben," ucap Arga.


"Dia tak ada, dimana ya.. Apa di kamar mandi.." Citra meletakkan nya di atas meja dan berjalan menuju kamar mandi.


Citra menempelkan kuping nya di pintu kamar mandi, memang terdengar air mengalir, Citra merasa lega kalau Arga berada di dalam sana, ia pikir Arga ntah kabur kemana.


Ia menunggu Arga di depan pintu kamar mandi, hati nya masih mengganjal kalau belum melihat wajah Arga langsung keluar dari dalam sana.


Tak lama Arga keluar dengan pakaian yang sedikit basah. Citra yang melihat itu langsung mengambil handuk agar Arga tidak masuk angin.


"Terimakasih," ucap Arga.


"Kenapa tidak menunggu saya tuan," tanya Citra.

__ADS_1


"Sampai kapan aku bergantung pada orang lain, sampai aku mati pun pasti akan terus bergantung pada orang lain jika aku tidak memulai untuk membiasakan diri ku," jawab Arga.


Walaupun jawaban Arga agak ketus, Citra cukup senang karena dengan demikian Arga akan terus bangkit dari keterpurukan nya. Ia pasti akan terus mendampingi Arga sampai Arga benar-benar bangkit seperti semula.


"Ganti pakaian ya, saya siapkan," ucap Citra.


"Aku ingin mandi," kata Arga.


"Oh ayo saya bantu," ucap Citra.


"Kau tidak malu," tanya Arga.


"Sebenarnya si malu, tapi ya sudah menjadi kewajiban ku," jawab Citra.


"Bagus... Kau harus terbiasa dengan semuanya," ucap Arga.


Kemarin Citra sudah membantu Arga mengganti pakaian nya tetapi Arga masih memakai dalaman, kalau sekarang ini Citra tidak tau bagaimana. Kalau Arga sampai naked Citra tak akan bisa berada lama di dalam sana.


"Mampus aku, dia mau buka celana," batin Citra.


"Bantu aku.." Arga kesal melihat Citra yang malah diam saja.


"Eh iya.." Dengan sedikit memejamkan mata nya Citra membantu Arga.


Tepat di depan mata Citra ada sesuatu yang sangat Citra hindari, Citra tidak mau melihat nya, ia takut kalau benda itu tiba tiba terpampang langsung tanpa penutup. Sekarang ia tak tau dalaman yang Arga pakai ikut turun atau tidak.


Arga sebenarnya juga sedikit malu, tetapi mau bagaimana lagi. Lebih malu dengan orang lain dari pada istri sendiri, toh mau Citra melihat nya atau tidak kan Citra istri nya, lambat laun pasti Citra akan merasakan nya bukan hanya melihat nya. Kalau Citra melihat nya Citra juga tak akan bercerita pada banyak orang, Citra akan menyimpan rahasia sang suami.


Arga tipe orang yang mandi menggunakan dalaman walaupun tidak nyaman, sebelum kecelakaan ia tidak pernah memakai dalaman saat mandi, tetapi karena setelah kecelakaan Arga mandi di bantu dengan orang lain Arga merubah kebiasaan itu.


"Hmmm pakai tidak ya, nanti dia melihat nya dan risih lagi," batin Arga.

__ADS_1


"Tapi ya tidak papa, apalagi kalau bangun hahaha pasti wajahnya sangat lucu melihat benda ini langsung." Baru kali ini Arga berpikir seperti ini, pikiran lama nya sepertinya mulai kembali lagi. Sebenarnya dulu Arga juga memiliki sifat yang cukup jail.


"Tuan mau apa," tanya Citra sambil bangkit dari tempat nya.


__ADS_2