
Setelah berbicara dengan calon ayah nya Arga pergi ke kamar sendiri, di rumah ini memiliki lift yang membuat nya tidak perlu meminta bantuan untuk naik turun. Ia sudah waras yang membuat nya sudah di perbolehkan kemana-mana sendiri, asalkan masih dalam kawasan rumah.
"Mas," ucap Citra.
"Hay kamu dari mana," tanya Arga.
"Kamar mamah, aku sudah membawa pakaian yang akan kita pakai besok," jawab Citra.
"Kamu semangat sekali ya, tadi kamu jalan agak kesulitan apa masih sakit," tanya Arga.
"Ya begitu lah, nama nya juga baru di ehem," jawab Citra.
"Hahaha nanti malam lagi ya, aku ingin lagi," ucap Arga sambil mengedip kan satu mata nya.
"Dasar.."
Begitu lah pria kalau sudah sekali mencoba pasti ingin lagi dan lagi.
Di kamar Arga dan Citra langsung mencoba pakaian yang diberikan Ismi. Mereka berdua memakai pakaian berwarna senada, terlihat sangat serasi jika mereka berdua kenakan.
"Kamu sangat cantik sayang," ucap Arga.
"Aku cantik, apa benar," tanya Citra.
"Benar sayang, kamu sangat cantik sekali," jawab Arga.
"Suami ku juga sangat tampan, kamu tampan luar dalam," ucap Citra.
"Citra coba kamu pijat kaki ku, aku seperti merasakan beberapa kali getaran di kaki ku. Kata orang itu kemarin akan ada efeknya beberapa hari setelah dari sana, ini sudah dua hari dan sedikit ada efeknya, aku jadi yakin aku bisa sembuh jika berobat dengan nya," kata Arga.
"Kamu serius sayang," tanya Citra.
"Iya, ciee ikut memanggil sayang," jawab Arga.
Arga berbaring di atas tempat tidur Citra yang sudah di ajarin cara cara dasar untuk menerapi Arga mencoba melakukan nya. Walaupun belum benar-benar bisa, apa yang Citra lakukan cukup berasa pada Arga, apalagi saat Citra memegang paha atas nya yang selalu sakit.
"Sakit," tanya Citra.
__ADS_1
"Iya kamu kuat juga ya," jawab Arga.
"Hahaha aku juga tidak pernah menyangka," ucap Citra.
Saat Citra mulai turun ke bagian bawa Arga tidak merasakan apa apa, sama seperti sebelumnya. Pijatan Citra hanya berada di bagian atas saja.
"Terasa," tanya Citra.
"Tidak ada terasa apa apa," jawab Arga.
"Hmmm mungkin tidak langsung sayang, kamu sabar ya."
Tadi Arga memang sempat bisa merasakan nya, tetapi hanya sedikit yang membuat Arga tidak yakin. Mungkin ia harus kembali ke sana lagi untuk melanjutkan pengobatan nya. Arga sudah tidak sabar untuk sembuh agar bisa melindungi orang orang sekitar nya dan mengambil hak nya kembali.
"Iya sayang, sudah malam ayo tidur," ucap Arga.
"Yakin kamu mau tidur," tanya Citra.
"Hahaha yakin lah, kenapa emang nya?"
"Kamu tidak minta jatah kan," tanya Citra.
"Sayang masih sakit, jalan aku saja belum benar. Nanti kalau semakin sakit saat di acara pernikahan mamah bagaimana? aku pasti malu d lihat oleh banyak orang," kata Citra.
"Ah kamu hanya alasan saja kan, kamu suka padahal kan," tanya Arga.
"Hehehe iya aku suka, sangat suka milik kamu benar-benar mantap, tapi aku tidak bohong memang sangat sakit sekali," jawab Citra.
"Ya sudah malam ini kamu selamat," ucap Arga.
"Makasih mas, kamu sangat pengertian pada ku." Citra memeluk Arga dengan erat. Tubuh Arga memang sangat enak di peluk, rasa nya gurih dan hangat sekali.
Pagi hari nya, seperti biasa pasti Arga bangun lebih pagi dari istri nya. Ia sangat suka ngegym di pagi hari karena energinya masih sangat full.
Acara pernikahan mamah nya di laksanakan pada sore sampai malam hari, jadi Arga dan keluarga bisa santai. Karena informasi yang Arga berikan, pernikahan ini benar-benar dijaga dengan sangat ketat, tidak ada yang boleh mendekat selain tamu undangan.
Berita ini sudah sampai pada Darka dan mamah nya. Mereka berdua benar-benar tidak di undang. Mereka tidak bisa hadir di acara itu untuk mengacaukan nya. Sekarang mereka berdua hanya bisa mengandalkan orang orang yang mereka suruh untuk merusak acara itu.
__ADS_1
"Bagaimana," tanya Darka.
"Mamah tidak tau ah, kalau tidak berhasil ya sudah biarkan saja mereka berdua menikah."
"Sebenarnya kalau mereka berdua menikah bukan nya lebih baik untuk kita. Mamah jadi tidak takut ayah akan kembali dengan wanita itu."
"Kau salah Darka, kalau dia menikah dengan Yoga dia memilih akses masuk ke rumah ini. Yoga kan masih anggota keluarga di sini, tapi tidak berpengaruh apa apa si," kata Lina.
"Hahah mamah tenang saja, dia hanya seperti nyamuk yang dengan mudah kita hancurkan. Arga saja musuh terbesar kita berhasil kita buat pergi dari sini, jangan terlalu memikirkan hal hal kecil seperti itu mah," ucap Darka.
"Kamu benar sayang, sudah lebih baik kamu fokus untuk mendekati wanita itu. Mamah yakin dia pasti akan terpincut pada anak mamah yang sangat tampan ini," kata Lina.
"Hahahe siap mah, mamah tenang saja ya, aku pasti bisa mengambil wanita itu." Darka tersenyum licik. Ia benar-benar mencintai Citra, ia yakin bisa mengambil Citra dari Arga. Arga tidak akan ia biarkan bahagia dengan Citra.
Mereka berdua memang ular yang sangat berbisa, tidak satupun orang mereka berdua takutin. Banyak orang juga yang sudah terkena bisa mereka berdua.
Selesai berolahraga Arga kembali ke kamarnya, ia sudah sangat segar setelah menghabiskan kurang lebih setengah jam untuk berolahraga. Arga sudah tidak melihat Citra berbaring di kasur. Arga yakin istri nya sedang membersihkan diri nya atau hanya sekedar mencuci wajahnya.
"Morning mas." Citra keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar. Ia hanya sikat gigi dan membersihkan wajahnya.
"Morning sayang, sini dulu." Arga meminta Citra untuk mendekati nya.
"Ada apa mas," tanya Citra.
"Cium dulu, aku tidak bisa pagi pagi tidak mendapatkan morning kiss," jawab Arga.
"Kamu ya." Citra tersenyum sambil mendekati Arga, ia mencium Arga sejenak agar suaminya merasa senang.
"Bibir kamu sangat candu, jangan sampai ada pria lain yang mengambil bibir ini dari ku," ucap Arga.
"Hehehe iya mas, hanya kamu yang bisa mencium ku dan hanya kamu yang mau aku cium," kata Citra
Mereka berdua kembali ke atas ranjang untuk bersantai. Acara pernikahan juga sore hari yang membuat mereka berdua tidak perlu terburu buru. Lagi pula yang menikah bukan mereka berdua, untuk apa mereka berdua terburu-buru.
"Mas kata kamu mau jatah pagi pagi," ucap Citra
"Ah iya aku lupa, kamu mau tidak? aku tidak mau memaksa mu," kita Arga.
__ADS_1
"Aku sudah menanyakan nya, ya pasti aku mau dong," ucap Citra.