Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode empat puluh


__ADS_3

"Arga," ucap mereka semua.


"Iya," kata Arga.


"Kau bisa jalan," tanya mereka semua.


"Tidak," jawab Arga.


"Tadi itu apa," tanya Alam.


"Hahaha aku bisa berlari." Arga bangkit dari kursi roda nya.


"Arga.." Mereka semua langsung memeluk Arga dengan sangat erat.


"Ahkk aku bisa bisa nafas," teriak Arga.


Setelah terbongkar nya kebusukan Lina keluarga ini kembali bahagia, Arga kembali pada tempat nya, di sayang dan di cintai anggota keluarga nya. Sekarang ia juga mempunyai adik yang sangat ia sayangi, keinginan mempunyai adik saat kecil dulu ternyata terkabulkan saat dirinya sudah dewasa. Arga juga mempunyai istri yang sangat cantik, bukan hanya cantik memiliki hati yang tulus dan kasih sayang yang sangat berlimpah.


Acara berlangsung sampai tengah malam, satu persatu orang meninggalkan ruangan itu untuk istirahat, sekarang hanya tersisa Arga, Darka dan juga Alam.


"Ayah akan menikah," ucap Alam.


"Ini untuk yang terakhir yah," kata Arga.

__ADS_1


"Ah mana mungkin bisa, ayah tidak akan pernah puas," ujar Darka.


"Hey kau tidak percaya pada ayah, ya ini yang terakhir untuk ayah, sudah berapa wanita yang ayah masukin, jangan terlalu banyak nanti terkena penyakit."


"Hahaha itu ayah tau, aku tidak mau tau ini yang terakhir," ucap Arga.


"Ya ya ya, ayah pergi dulu."


"Ikut mau kemana," tanya Darka.


"Tidak ada, kau di rumah, obati luka mu," jawab Alam dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Pertama Alam akan membereskan Lina, setelah itu baru lah dia akan menemui istri siri nya.


"Hmmm tiga hari lagi mungkin, atau Lusa," jawab Darka.


"Ya sudah siap siap lah, jaga kesehatan mu."


Arga dan Darka pun masuk ke kamar mereka masing-masing.


Citra melihat suaminya dengan tegak berjalan mendekati nya. Ada rasa bangga pada diri nya, ia bisa menemani Arga dari lumpuh mental dan kaki sampai sekarang ini yang sudah benar benar sembuh, ia harap kebaikan nya pada Arga berbalas.


"Sayang," ucap Arga.

__ADS_1


"Aku marah pada mu, kenapa kamu tidak memberitahu ku," kata Citra.


"Hahaha maaf sayang ku, aku ingin membersihkan mu kejutan," ucap Arga.


Arga berbaring di atas kasur dan meletakkan kepala nya di atas paha Citra.


"Jatah ya," ucap Arga.


"Tidak," tolak Citra.


"Sebenarnya kamu itu tidak sadar saja, ingat kita pernah main belakang, dari mana aku bisa melakukan nya kalau aku tidak berdiri," ucap Arga.


"Ah iya, kenapa aku tidak peka." Citra merasa bodoh sendiri.


"Hahaha ya nama nya nama nya sayang," ucap Arga.


"Nama nya nama nya Citra," kata nya.


"Sayang mungkin aku akan lebih sibuk kedepannya, dari pagi sampai malam, begitu seterusnya. Darka akan pergi tak ada yang membantu ku," ucap Arga.


"Aku si tidak masalah kamu sibuk tapi kamu jangan melupakan aku, aku sangat takut kalau kamu sembuh kamu akan melupakan ku dan mencari wanita yang lebih sempurna dari ku."


"Aku terus berdoa agar aku tidak larut dengan apa yang aku miliki saat ini. Aku ingin tetap seperti sebelumnya, aku tidak akan berpaling hati ataupun perasaan dari mu. Aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintai mu," ucap Arga.

__ADS_1


Semoga apa yang Arga katakan itu Arga lakukan dengan baik, Citra selalu berpikir positif agar tidak ada yang membebani otaknya.


__ADS_2