Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode empat satu


__ADS_3

Arga dan Citra baru saja tertidur setelah pertempuran panjang mereka, dengan kaki yang sudah berfungsi Arga bisa main lebih banyak gaya.


Citra terbangun dari tidur nya karena merasa sangat mual, ia jarang sekali seperti ini. Citra langsung menggoyang kan tubuh Arga agar Arga bangun dari tidur nya.


"Sayang perut ku mual," teriak Citra.


"Ha!! kemarin kamu tidak papa nya, sekarang kenapa," tanya Arga.


"Mual sayang," jawab Citra.


"Mual," tanya Arga.


"Iya mual," jawab Citra.


"Hmmm hanya Mual, biasa nya kamu tidak manja begini," ucap Arga.


"Sayang aku mau rujak," kata Citra.


"Rujak, jam 3 pagi begini," tanya Arga.


"Iya.." Citra memasang wajah melas nya.


Arga memakai pakaian nya kembali, ia tidak ada pilihan selain menuruti apa yang Citra mau, ini bukan apa apa dari yang sudah Citra lakukan pada nya.


Arga mendapatkan pesan dari Yoga untuk membeli di supermarket dekat rumah mamah nya, beruntung papah nya selalu ON sehingga langsung cepat jika ia tanya.


"Sayang aku pergi dulu, agak lama, seperti nya aku akan membeli di supermarket dua puluh empat jam," ucap Arga.


"Emang ada," tanya Citra.


"Seperti nya ada, aku baru tanya papah, kemarin mamah juga seperti kamu," jawab Arga.


"Sayang kamu hamil," tanya Arga.


"Ha!! tidak ah, kan kemarin garis satu," jawab Citra.

__ADS_1


"Coba saja dulu kamu cek lagi, kemarin kan ada satu lagi tapi tidak jelas. Aku beli dulu nanti aku pulang aku sudah tau kabar nya," ucap Arga.


"Hmmm ya sudah aku cek lagi, aku masih ada testpack sisa kemarin," kata Citra.


Arga tidak mungkin pergi sendiri, perjalanan dari rumah ini ke supermarket yang papah nya maksud cukup jauh. Sudah pasti ia meminta Darka untuk menemani nya.


Arga melihat kamar Darka sudah ada beberapa koper besar. Seperti nya Darka sudah siap untuk pergi. Ia berjalan mendekati Darka yang tengah tertidur dengan nyenyak.


"Bangun," ucap Arga.


"Bangun.." Arga menarik Darka secara paksa.


"Arga..." Darka benar benar kesal dengan abang nya ini.


"Ayo temani aku," ucap Arga.


"Kemana," tanya Darka.


"Cari rujak, kakak ipar mu seperti nya hamil," jawab Arga.


"Apa! hamil? ahh tidak seruu, aku menunggu janda nya," ucap Darka.


"Hmmm ya ya ya..." Darka pun ikut dengan Arga, ia tidak bisa membiarkan abang nya pergi sendiri.


"Sudah banyak koper," ucap Arga.


"Iya kata paman Lusa aku akan pergi," kata Darka.


"Hmmm aku kok sedih ya.."


"Hahaha ya aku sebenarnya juga sedih," ucap Darka.


"Kau bisa hidup sendiri kan, kalau ada apa apa kabari aku," kata Arga.


"Hahaha pasti bisa, aku ingin belajar banyak hal, jangan khawatir kan aku. Kau jaga istri dan anak mu, aku akan kembali saat istri mu sudah melahirkan," ucap Darka.

__ADS_1


"Semoga keputusan mu tepat," kata Arga.


Sesampainya di supermarket itu ke dua nya langsung masuk ke dalam, ternyata bukan hanya mereka berdua yang mencari rujak malam malam, cukup banyak bapak bapak yang juga ngantri membeli rujak.


"Ini semua untuk istri kalian," tanya Darka yang heran.


"Iya," jawab mereka semua.


"Mimpi apa hamil bersamaan," kata Arga.


"Hahaha musim hujan jadi jadi nya bersamaan," ujar seorang yang membuat mereka semua tertawa kecuali Darka, hanya bapak bapak yang mengerti joks seperti itu.


"Apa hubungannya," tanya Darka.


"Hanya pria beristri yang tau Darka," ucap Arga.


Bukan hanya membeli rujak. Arga membeli buah atau makanan yang biasa nya ibu hamil inginkan, ia sudah sangat yakin istri nya sedang hamil.


Setelah selesai mereka pun memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.


"Kau ada rencana menikah," tanya Arga.


"Tidak ada, usia ku masih 22 tahun. Mungkin ya aku bisa membiayai kehidupan istri ku nanti, tapi apakah aku bisa mendidik nya? apakah aku bisa mendidik anak ku nanti, belum banyak pengalaman yang aku memliki, jadi aku tidak ingin menikah dulu," jawab Darka.


"Bagus, aku suka jawaban mu. Cari pengalaman dulu."


Sesampainya di rumah Arga langsung kembali masuk ke kamar nya, ia sudah tidak sabar mendengar hasil testpack dari istri nya.


"Sayang maaf antri," ucap Arga.


"Sayang, ahkkk aku hamil.." Teriak Citra sambil memeluk Arga.


Arga yang sudah menduganya tidak terkejut lagi, ia langsung memeluk Citra dan memberikan nya banyak kecupan manis pada Citra.


"Makasih sayang, ini makan rujak dulu," ucap Arga.

__ADS_1


Kehamilan Citra membuat Arga semakin bahagia, kehidupan nya sudah benar-benar sempurna, sudah tidak ada lagi yang Arga khawatirkan lagi. Ia hanya tinggal merawat istri dan calon anak nya.


Tersisa satu bab lagi ya.. Karena semua sudah terbongkar, Citra sudah hamil dan Arga sudah bahagia, terlalu banyak bab nanti malah muter muter.


__ADS_2