
Apa yang di katakan Citra membuat semua orang terkejut bukan main. Akhirnya Arga mau bangkit kembali, jika seperti ini akan mudah untuk Arga sembuh dan mendapatkan hak nya. Rasa senang dan sedih karena terharu tercampur jadi satu.
Citra sangat senang bisa membantu keluarga ini, apalagi melihat Ismi yang begitu senang sampai menangis setelah mendengar berita ini. Ia merasa sangat bangga bisa membantu keluarga yang luar biasa ini. Walaupun ia tau ini belum apa apa, masih banyak rintangan yang harus ia lalui sendiri maupun bersama dengan Arga suami nya nanti.
Setelah pertanyaan Arga yang mau menikah dengan Citra, Citra jauh lebih sering masuk ke kamar Arga, walaupun Arga masih mendiamkan nya Citra tidak pernah putus semangat, ia paham semuanya tak semuanya instant, ada tahap agar Arga mulai menerima nya.
Hari ini 2 hari sebelum pernikahan Arga dan Citra, Arga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Perasaan nya jauh lebih stabil dari sebelum nya, hanya di beberapa momen Arga sedikit belum bisa mengendalikan perasaan nya, tetapi sudah tidak begitu sering lagi. Hubungan Arga dan Citra tetap sama, mereka berdua seperti tidak saling kenal karena Arga masih menutup diri, walaupun Citra sudah berusaha mendekati Arga.
"Makan tuan," ucap Citra.
"Ada obat yang harus aku minum," tanya Arga.
"Banyak tuan," jawab Citra.
Setelah hari itu akhirnya Arga kembali berbicara dengan Citra, jujur hal ini membuat Citra begitu senang, walaupun pembicaraan mereka masih tentang obat.
"Sebelum minum obat makan dulu tuan," ucap Citra.
"Sudah tau.."
Citra menemani Arga makan sampai selesai, ia cukup seneng melihat Arga memakan masakan nya dengan lahap.
"Enak tuan," tanya Citra.
"Kau yang memasak??"
"Hehehe iya tuan, apakah enak??"
"Biasa saja," ucap Arga.
Setelah selesai makan Citra menyiapkan beberapa obat untuk Arga minum, obat yang Arga minum cukup banyak, Citra saja sampai ingin muntah melihat obat obat yang berukuran besar. Mungkin ini salah satu hal yang membuat Arga sebelum nya tidak mau meminum obat.
__ADS_1
"Bantu aku keluar," ucap Arga.
"Kemana tuan," tanya Citra.
"Balkon," jawab Arga.
"Mau minum coklat panas," tanya Citra sambil mendorong Arga ke balkon kamar.
"Tidak," jawab Arga.
"Aku ingin berbicara dengan mamah ku, panggilkan dia," ucap Arga.
"Siap tuan." Dengan cepat Citra langsung memanggil Ismi.
Ismi yang mendapatkan panggilan dari anak tercinta nya langsung ke kamar bersama dengan Yoga, mereka berdua eksaited karena menurut cerita dari Citra Arga sudah jauh lebih baik lagi.
"Sayang kamu memanggil mamah," tanya Ismi sambil memeluk Arga.
"Apa kabar Arga," tanya Yoga sambil mengusap rambut nya.
Arga mengenal Yoga paman jauh nya. Mereka berdua memiliki kenangan baik yang membuat Arga biasa saja saat Yoga mengusap rambut nya. Ia ingat mamah nya mempunyai hubungan dengan Yoga beberapa tahun belakangan ini, ia tau karena Mirna sering bercerita pada nya. Ia memang memiliki gangguan mental tetapi ingatan nya tidak terganggu.
"Paman," ucap Arga.
"Ah kau mengenali ku."
"Ada apa sayang, apa yang ingin kamu bicarakan dengan mamah," tanya Ismi.
"Aku ingin sembuh mah, aku sudah lelah dengan semua ini," jawab Arga.
"Iya sayang kamu pasti sembuh, apalagi kamu mau terapi untuk kesembuhan kaki kamu," kata Ismi.
__ADS_1
"Kaki ku sudah tidak bisa mah, aku tidak peduli dengan kaki ini, aku hanya ingin aku bisa mengontrol diri ku."
"Iya sayang, kamu pasti bisa. Ingat kamu memiliki tugas, jangan biarkan mereka menang sayang, jangan biarkan mereka bahagia di atas penderitaan mu selama ini. Lusa kamu akan menikah dan ayah kamu akan datang langsung, ambil hati nya kembali Arga."
"Iya mah," ucap Arga.
"Kamu tidak lupa kan bagaimana cara membuat anak," tanya Yoga..
"Masss.."
"Hahaha atau kita yang membuat adik untuk Arga," tanya Yoga.
Arga selama ini benar-benar salah menganggap keluarga nya. Ia pikir selama ini ia sendirian, ternyata diri nya mendapatkan dukungan yang begitu besar sekali, Arga tidak bisa melihat nya selama ini karena kebutaan nya melihat dukungan dari keluarga nya. Keluarga nya benar-benar terasah sangat hangat sekali.
Yoga dan Arga banyak bercerita, karena memang mereka berdua sebelum nya cukup dekat jadi di antara ke dua nya tidak ada kecanggungan.
"Jadi paman dan mamah kapan menikah," tanya Arga.
"Ah kami mah tidak memikirkan hal itu Riga, lebih baik kamu dulu menikah, cepat membuat anak, karena mereka sudah sangat licik," jawab Yoga.
"Hmmmm iya.."
Arga memang mau menikah tetapi untuk membuat anak itu sesuatu yang sulit untuk nya. Ia tidak suka dengan Citra, ia tidak bisa melakukan hal seperti itu tanpa rasa suka. Belum lagi diri yang yang lumpuh, apakah diri nya mampu melakukan hal seperti itu.
"Kamu kenapa," tanya Yoga.
"Tidak papa," jawab Arga.
Malam hari nya, untuk pertama kali nya Arga makan bersama dengan yang lainnya. Hal ini terobosan yang yang besar sekali bagi keluarga ini. Ismi yakin Arga pasti bisa kembali seperti sedia kalah, keinginan nya untuk sembuh sudah sangat besar saat ini.
"Makan yang banyak, kamu harus banyak makan agar cepat sembuh," ucap Ismi.
__ADS_1