Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode dua enam


__ADS_3

"Kau mau," tanya Darka.


"Boleh," jawab Arga.


Darka memberikan makanan yang ia tawarkan pada Arga.


"Siapa yang masak," tanya Arga.


"Ya mana aku tau, aku dari ayah," jawab Darka.


"Rasa nya mirip masakan istri ku, hmmm mungkin hanya perasaan ku saja," ucap Arga.


Arga dan Darka sudah akur sejak beberapa saat tadi, mereka aku hanya masalah pekerjaan saja. Tetapi untuk personil belum ada rasa untuk baikan. Apalagi Arga yang masih tidak Terima dengan apa yang Darka lakukan pada nya, karena Darka diri nya sampai tidak bisa jalan.


"Darka, kalau kau tidak ikut campur dalam kecelakaan mobil ku, aku mungkin tidak akan membenci mu," ucap Arga.


Darka langsung melihat ke arah Arga, dari maja Arga tau soal kecelakaan mobil itu. Kejadian itu sudah sangat lama dan semua bukti sudah lenyap.


"Kau.."


"Aku tau dari mana, aku tau semua tentang mu," ucap Arga.


"Cepat atau lambat semua nya akan terbongkar. Darka, berdoa saja aku memiliki hati yang besar untuk memaafkan mu," kata Arga.


"Arga!!"


"Jangan membuat masalah di sini, aku hanya ingin kau tau itu."


Di tengah tengah momen yang sangat tegang ini, tiba tiba seorang wanita datang yang membuat Arga dan Darka mendadak diam.


"Permisi ada tuan alam," tanya Wanita itu.


"Siapa kau," tanya Arga.


"Saya teman nya tuan Alam," jawab wanita itu.


"Ayah di ruangan sebelah," kata Darka.


"Terimakasih." Wanita itu pergi meninggalkan tempat itu.


"Aneh," ucap Arga.


"Iya kau benar," kata Darka.


"Apa ayah selingkuh Arga," tanya Darka.


"Tidak mungkin lah. Tapi kalau iya ya sudah itu hak nya, ingat jangan ikut campur urusan ayah," jawab Arga.

__ADS_1


"Kau gila, mamah ku yang menjadi korban."


"Terus mamah ku bagaimana? jangan playing victim," ucap Arga.


"Darka kalau kau masih ingin ada di sini jangan ikut campur urusan ayah."


"Tumben kau memperhatikan ku," ucap Darka.


"Karena kita masih kerja sama, kalau sudah tidak, aku tidak akan begini," kata Arga.


Ntah bagaimana seperti nya di antara mereka berdua ada perasaan untuk berbaikan. Kalau sampai itu terjadi pasti ke dua nya akan sangat kuat untuk memajukan perusahaan ini, tetapi apakah Arga dapat memaafkan apa yang Darka lakukan pada nya. Memaafkan memang sangat mudah di katakan tetapi sangat sulit untuk di lakukan.


Sore hari nya, mereka berdua kembali ke rumah bersama dengan Alam. Arga duduk di belakang di samping Alam, ia rasa ayahnya belakangan ini sedikit aneh.


"Ayah tadi ada teman ayah yang mencari ayah," kata Arga.


"Ah iya, eh kalian berdua jadi keluar kota sesuai dengan kesepakatan," tanya Alam.


"Jadi, tapi aku tidak mungkin berangkat berdua dengannya, istri ku harus ikut. Bisa mati aku jika pergi dengan nya," kata Arga.


"Kau pikir aku mau membunuh mu," ujar Darka.


"Yah, kalau misalnya orang yang membuat ku kecelakaan ketahuan, apa yang akan ayah lakukan," tanya Arga.


"Siapapun dia, ayah akan memberikan hukuman terberat. Ayah sudah berusaha untuk mencari nya tapi tak bisa ketahuan siapa orang itu," jawab Alam.


"Hmmm kalau aku memaafkan nya," tanya Arga.


"Oh ya ya jadi aku tidak usah memaafkan ya yah, bagus lah aku tidak akan memaafkan nya," ucap Arga.


"Emang nya kau sudah tau pelaku nya, katakan pada ayah."


"Tidak, aku tapi sedang curiga satu orang, nanti kalau aku sudah mengumpulkan banyak bukti aku akan mengatakan semua nya pada ayah," ucap Arga.


"Sial memang anak ini, dia sengaja memancing ku," batin Darka.


Darka merasa harus berhati-hati dengan Arga, Arga sudah menyimpan kartu as nya, ia tidak mau di depak di keluarga ini. Berbuat baik pada Arga adalah salah satu cara agar Arga membungkam mulut nya.


Sesampainya di rumah Arga langsung ke kamarnya, ia sudah sangat merindukan istri nya yang sudah menunggu nya sejak tadi.


"Mas..."


"Istri ku sudah menunggu ku ya," ucap Arga.


"Kamu lama sekali pulang nya, setelah aku menikah dengan mu aku belum pernah berpisah selama ini dengan mu," kata Citra.


"Hahhaa iya aku juga sangat merindukan mu," ucap Arga.

__ADS_1


"Mas kita tidak ke tempat terapi lagi," tanya Citra.


"Tidak dulu sayang, aku sedang sangat sibuk, tidak ada waktu untuk ke sana. Aku juga akan keluar kota."


"Hmmm kamu mau keluar kota?"


"Hahaha ya, tapi kamu tenang saja sayang, kamu aku ajak kok, ya kali aku keluar kota dengan hanya Darka," ucap Arga.


"Mas ngomong ngomong Darka, bagaimana bekerja dengan nya? apa dia membuat masalah dengan mu?"


"Tidak, dia sangat perfesional dengan pekerjaan nya. Aku juga mengatakan pada nya kalau aku tau semua nya agar dia tidak macam macam dengan ku," kata Arga.


Intan sangat senang Arga dan Darka dapat bekerja sama dengan bai, ia yakin sebenarnya Dark pria yang baik.


Alam masuk ke dalam kamar nya untuk mengganti pakaian nya karena diri nya akan kembali pergi. Saat menutup pakaian nya, ia terkejut Lina sudah ada di balik pintu.


"Mau kemana lagi mas," tanya Lina.


"Keluar," jawab Alam.


"Mas aku menemukan parfum wanita itu milik siapa," tanya Lina.


"Kau tau parfum wanita untuk wanita kenapa malah bertanya pada ku, di kamar ini wanita siapa kau kan berarti milik mu."


"Kamu membeli nya untuk ku," tanya Lina.


"Hmmmm pakai, aku suka wangi nya."


"Makasih sayang, aku sangat mencintai mu," Lina memeluk Alam dengan erat.


''Sudah aku harus pergi,'' ucap Alam.


"Nanti ah mas, aku masih ingin dengan mu mas," Kata Lina.


Lina mendekati bibir Alam dan menciumnya dengan lembut, ia sudah seminggu tidak melayani Alam. Mungkin sudah saatnya ia kembali aktif.


"Aku ingin mas," ucap Lina.


"Aku harus bekerja sayang," kata Alam.


"Nanti saja mas, kamu tidak ingin bersenang senang dengan ku," tanya Lina.


"Kamu kemarin aku minta asik sibuk saja, sekarang aku mau pergi bekerja baru," kata Alam.


Lina tidak memperdulikan celotehan Alam, ia mulai melancarkan aksi nya seperti dulu. Dulu juga Alam seperti ini pada nya, banyak hal yang ia lakukan agar Alam jatuh ke tangan nya sampai jadi lah Darka.


Alam tidak jadi pergi karena istri nya, lelaki mana yang menolak jika sudah seperti ini. Alam pun tidak membuang kesempatan ini. Ia juga sudah merindukan istri nya. Bagaimana istri nya membuat diri nya terpuaskan.

__ADS_1


"Ahh lebih dalam," ucap Alam.


Pria 45 tahun ini masih sangat kuat, fisik yang bugar karena diri nya rajin berolahraga. Untuk bermain beberapa ronde masih sanggup untuk ia lakukan.


__ADS_2