
Malam hari nya, Arga bertemu dengan Alam serta selingkuhannya. Arga tau Alam berniat untuk menikah dengan Nita dalam waktu dekat. Ia setuju saja tetapi sebelum semuanya terbongkar jangan sampai ayahnya menikah dulu.
"Dia cantik yah," ucap Arga.
"Kau suka mamah mu sendiri," tanya Alam.
"Hahaha dia hampir seumuran aku yah, ayah tidak bisa cari yang lebih tua lagi," tanya Arga.
"Hahaha ayah suka yang masih kencang, ada apa ga? kau menganggu saja, terus kau ke sini dengan siapa," tanya Alam.
"Dengan istri ku, dia sedang di tempat lain, kata nya ada yang sedang di cari," jawab Arga.
"Ayah Darka sudah tau semuanya," ucap Arga.
"Apa!! kau yang memberitahu nya," tanya Alam.
"Tidak tidak, aku tidak memberitahu nya, dia melihat langsung. Ternyata setelah aku masuk kamar dia juga melihat nya langsung, nah ayah sendiri salah, tidak jaga suara."
"Pantas saja sifat nya pada Ayah berubah, pasti dia sangat marah pada ayah. Seperti kau dulu."
"Hmmm jelas lah, aku pun sebenarnya marah, tapi mau bagaimana lagi. Darka belum bisa mengontrol emosi nya."
"Lalu apa mamah nya sudah tau," tanya Alam.
"Malam ini mamah nya akan tau, sudah lah yah. Untuk apa ayah cemas, ayah sudah memulai nya untuk apa ayah takut. Kalau mamah tau dan meminta pisah ayah bisa langsung menikah dengan wanita ini. Kalau dia menerima semuanya, ya tidak papa ayah memiliki dua istri," kata Arga.
Memang Darka yang akan memberitahu perselingkuhan ayahnya dengan wanita lain. Awal nya Arga yang ingin memberitahu secara misterius tetapi Darka meminta agar diri nya yang memberitahu semuanya. Sebagai abang yang baik Arga memberikan kepercayaan pada Darka.
"Ya sudah lah, lihat nanti malam," ucap Alam.
"Ya sudah istri ku sudah menunggu ku di depan, jangan lupa untuk menahan dulu, menikah setelah semua nya sudah selesai dan aman," kata Arga.
Arga pun pergi meninggalkan tempat itu, meniggalkan ayah dan wanita kesayangan ayahnya.
"Sayang.."
"Kamu sudah selesai," tanya Citra.
"Sudah, kamu beli apa si," tanya Arga.
__ADS_1
"Testpack, aku mual terus dari kemarin, kayak nya hamil deh," jawab Citra.
"Mamah ku sudah hamil sayang, aku rasa kamu juga sudah. Aku sangat kesal dengan papah yang mengejek kun lambat," ucap Arga.
"Hahaha masuk dulu, nanti kita bahas di jalan," kaya Citra sambil membawa Arga masuk ke dalam mobil.
"Apa benar mamah sudah hamil, wah padahal belum ada sebulan menikah loh," ucap Citra.
"Hahaha iya aku pun terkejut, bagaimana mungkin bisa hamil secepat itu. Papah memang tokcer, kata papah agar cepat hamil lakukan banyak gaya, aku saja begini bagaimana mungkin bisa banyak gaya," kata Arga.
"Hmmm kamu tidak ingin berobat lagi, padahal kamu sudah mengalami banyak perubahan loh," ucap Citra.
"Tidak sayang, aku sudah tidak ingin," kata Arga.
Citra heran dengan Arga, kemarin dia ingin sekali sembuh tetapi sekarang malah berbeda, padahal kalau mau lanjut pasti Arga bisa sembuh. Apa ada yang Arga sembunyikan pada nya, ntalah sekarang ini Citra mendukung semua yang suaminya lakukan.
Sementara itu di rumah Darka mengirimkan semua foto perselingkuhan ayah nya pada mamah nya, ia tidak bisa memberitahu secara langsung karena takut terbawa emosi.
"Sudah aku katakan mah, fokus dengan ayah, kenapa mamah sibuk dengan hal yang tidak penting sehingga melupakan ayah. Lihat sekarang, ayah kembali berulah, akun tidak tau apa yang mamah lakukan sampai ayah selingkuh. Dan apa yang membuat ayah tidak puas dengan hanya satu wanita. Apa ini semua buah dari apa yang mamah lakukan dulu, merebut suami orang lain dan suami mamah di rebut wanita lain. Aku sedang menenangkan diri ku, aku tida di rumah." Darka mengirimkan pesan itu pada mamah nya dengan foto foto perselingkuhan ayahnya dari Arga.
"Ahkkk bajingan kamu mas.." Lina membanting handphone nya ke lantai, ia sangat kecewa dengan suami nya.
Alam yang mendapatkan pesan tajam dari Lina langsung pulang ke rumah, ia yakin Darka sudah memberitahu semua nya pada Lina sehingga Lina langsung memberikan nya pesan menohok.
Dengan terburu-buru Alam masuk ke dalam kamar, tak lupa ia mengunci kamar agar tidak ara yang mendengar pertengkaran mereka berdua.
"Bajingan kamu mas, kamu benar-benar bajingan." Lina melemparkan semua barang pada Alam. Mata nya memerah karena menangis dan menahan amarah.
"Lina stop," bentak Alam.
"Tinggalkan wanita itu!!! aku tidak mau kamu berhubungan dengan nya!!"
"Aku mencintai nya, aku tidak bisa meninggal kan nya, aku berikan kamu pilihan kamu mau tetap bersama dengan ku dengan catatan kamu aku madu atau kita berpisah," ucap Alam.
"Tidak, tidak, aku tidak mau semuanya, kamu bajingan mas.."
"Jawab sekarang, aku tidak bisa hanya bersama dengan mu!! aku masih ingin mempunyai anak, kau tidak bisa memberikan ku anak Lina."
"Oke kamu boleh menikah lagi, jangan tinggalkan aku.." Lina mendekati Alam dan memeluk nya dengan erat.
__ADS_1
Lina mengambil keputusan itu karena mudah bagi nya untuk menyingkirkan wanita yang mengambil Alam dari nya, ia yakin wanita itu tidak ada apa apa nya. Ismi saja bisa ia singkirkan, apalagi hanya wanita itu.
"Kau serius, jangan membuat masalah saat aku menikahi nya," ucap Alam.
"Iya mas, aku tidak akan membuat masalah," kata Lina.
Sakit hati yang Lina rasakan ia singkirkan demi sebuah harta, kalau Alam sampai lepas dari nya, ia tidak akan mendapatkan apa apa, Alam tidak akan memberkati sedikit pun harta nya. Darka juga sudah berubah, Lina tidak akan membuat sumber uang nya pergi begitu saja.
"Dimana Darka," ucap Arga.
"Kamu tidak menghubungi nya saja," tanya Citra.
"Sudah, tapi handphone nya tidak aktif," jawab Arga.
"Aku rasa dia perlu sendiri, mungkin dia sedang menenangkan diri nya," kata Citra.
"Ya kamu benar," ucap Arga.
"Ayo cepat periksa, aku sudah tidak sabar melihat hasilnya," ucap Arga.
"Ha iya aku lupa."
Sebenarnya Citra tidak yakin hamil, tetapi dari pada tidak memeriksa nya sekali, lebih baik diri nya memeriksa saja, mana tau tanda tanda kecil yang ia alami tanda tanda kehamilan nya.
"Bagaimana sayang," tanya Arga.
"Sabar belum keluar," jawab Citra.
"Itu keluar, garis satu apa arti nya?"
"Belum," ucap Citra.
"Ya sudah tidak papa, santai saja kamu," kata Arga.
"Eh sayang coba kamu lihat itu tipis banget garis satu nya, kayak garis dua."
"Ah tidak mas, jangan membuat harapan palsu."
"Hehehe iya juga ya, sekarang lebih baik kita buat anak," ucap Arga.
__ADS_1