
Malam hari nya, Alam berjalan masuk ke kamar Arga untuk menjemput nya. Alam menunggu Arga yang sedang bersiap siap dengan istri nya.
"Sudah," tanya Alam.
"Sudah yah," jawab Arga.
"Kau keluar dulu, kamu jangan keluar kamar sampai aku kembali ke rumah," ucap Arga.
"Iya mas, kamu hati hati ya."
"Kau jangan khawatir Citra, suami mu aman bersama dengan ayah," ujar Alam.
Alam yang senang Citra begitu baik pada Arga. Citra sangat tulus dengan Arga. Menerima kodisi Arga yang sedang tidak baik baik saja dengan ikhlas.
"Kita kemana yah," tanya Arga.
"Jalan jalan saja, sudah lama tidak jalan jalan berdua," jawab Alam.
"Tadi ayah dengan nya kemana? seperti nya sangat lama, baru saja sampai sudah keluarga lagi."
"Hmmm tadi ayah hanya menemani Darka dengan mamah nya belanja saja. Kau ingin belanja juga? kau minta apa dari ayah," tanya Alam.
"Berikan istri ku bulanan yang sangat besar, aku tidak bekerja, aku memiliki kebutuhan yang besar, istri ku pasti mengeluarkan uang yang banyak untuk ku."
"Oh untuk itu tenang saja, istri mu memegang kartu unlimited, dia bebas menggunakan nya. Itu sudah menjadi hak nya karena dia sudah menjadi menantu di keluarga kita," ucap Alam.
"Makasih yah.."
Alam dan Arga menghabiskan waktu sampai tengah malam. Alam melakukan ini karena ingin menjalin hubungan baik dengan anak anak nya, bukan hanya pada Arga dengan Darka Alam juga melakukan hal yang sama. Khusus untuk Arga Alam ingin lebih dekat lagi karena mereka berdua memang terlalu jauh. Hubungan mereka berdua merenggang setelah Arga kecelakaan, berbagai macam hinaan, cacian dan amarah Arga sudah sampai pada Alam, tetapi Alam benar-benar tidak memasukkan nya ke dalam hati. Mau bagaimana pun Arga berkata pada nya Alam seperti tidak memikirkan nya. Ia terlalu menyayangi anak satu ini.
Arga saja yang belum sadar akan hal itu, sebenarnya Alam sudah banyak berkorban untuk nya, banyak tekanan dari keluarga besar agar Darka yang menjadi penerusnya. Tetapi Alam masih berusaha agar Arga lah yang menjadi penerusnya. Bukan karena Alam tidak menyayangi Darka, ia juga sayang pada Darka. Tetapi Arga memiliki hak yang jauh lebih besar dari Darka. Mungkin kalau Darka di buat setelah pernikahan ke dua nya Darka sudah menjadi penerusnya sejak kecelakaan yang menimpa Arga.
__ADS_1
Pukul setelah 2 malam mereka baru kembali ke rumah, banyak hal yang mereka lakukan, dan hubungan ke dua nya jauh semakin dekat saja. Ini alasan Alam meminta Alam untuk menginap di rumah nya, selain itu Alam juga ingin membangkitkan kepercayaan diri Arga di depan keluarga besar nya.
"Ayah mungkin Lusa mamah akan menikah dengan paman Yoga," ucap Arga.
"Kamu serius," tanya Alam.
"Iya aku serius," jawab Arga.
"Kenapa dia tidak bilang pada ku ya. Sejak kapan mereka berdua berpacaran," tanya Alam.
"Kata mamah si setahun lebih, aku meminta agar mereka berdua menikah," jawab Arga.
"Pantas saja ayah selalu melihat Yoga ada di rumah."
"Ayah cemburu," tanya Arga.
"Cemburu? kau tau ayah masih menyayangi mamah mu, ya jelas lah ayah cemburu. Kalau bisa ayah ingin kembali dengan nya," jawab Alam.
"Kalau ayah menyayangi mamah kenapa ayah selingkuh dengan wanita itu," tanya Arga.
"Ayah harap kau jangan sampai seperti ayah yah, jangan sampai mengkhianati istri mu. Citra benar-benar wanita yang sangat sempurna, jangan sampai pengorbanan nya pada mu sia sia," ucap Alam.
"Aku tidak akan mengkhianati nya yah," kata Arga.
Arga tidak mungkin melakukan hal gila itu. Ia saja sudah sangat bersyukur memiliki istri seperti Citra, siapa wanita yang mau dengan pria lumpuh tanpa memikirkan sebuah harta.
Alam mengantarkan Arga sampai depan kamar nya, hari ini benar-benar hari yang paling berkesan untuk mereka berdua.
"Gas lah," ucap Alam.
"Sudah malam, main gas saja."
__ADS_1
"Hahaha bagaimana? junior yang ayah turunkan mantap bukan?"
"Mantap sekali yah, hahaha ya sudah aku ke masuk kamar dulu, selamat malam."
Di dalam kamar Citra ketiduran di atas sofa karena menunggu Arga pulang. Kalau Arga sehat, Arga ingin langsung menggendong istri nya ke tempat tidur. Sekarang ini ia hanya bisa membangunkan Citra.
"Bangun hey."
"Hmmm mas.." Citra membuka mata nya secara perlahan.
"Kamu sudah pulang, maaf aku ke tiduran," ucap Citra.
"Untuk apa kamu menunggu ku, aku kan tidak minta untuk kamu tunggu," kata Arga.
"Aku hanya ingin menunggu mu, kamu malam sekali pulang nya."
"Aku lupa waktu, ayo kita ke ranjang," ucap Arga.
"Aku siapkan pakaian ganti dulu ya, tidak mungkin kamu tidur menggunakan pakaian itu."
Setelah selesai berganti pakaian Arga dan Citra pun berbaring di atas ranjang. Awal nya masih berjauhan tetapi tak lama Arga mendekati Citra dan memeluk nya.
"Kamu mau coba lagi," tanya Citra.
"Coba apa," tanya balik Arga.
"Yang kemarin," jawab Citra.
"Kamu mau lagi? bukan nya sangat sakit untuk kamu? aku tidak ingin menyakiti kamu," ucap Arga.
"Tidak papa, aku ingat mencoba nya lagi, mau bisa kapan kalau tidak di coba terus."
__ADS_1
"Nanti pagi saja bagaimana? ini sudah terlalu malam, energi kita sudah habis," ucap Arga.
"Iya mas, aku ikut apa yang kamu katakan saja," kata Citra.