Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode sembilan belas


__ADS_3

"Pantas saja," ucap Citra.


"Hahaha kamu bisa bermain di atas Citra," tanya Arga.


"Ha!!"


"Ikuti saja apa yang aku katakan Citra. Aku sudah di ajari ayah ku agar bisa mencetak anak seperti ku," ucap Arga.


"Kamu ni, kamu ingin mempunyai anak seperti kamu sendiri," tanya Citra.


"Ya iya dong, aku tampan, tinggi dan pintar lagi. Kalau wanita baru lah seperti kamu, cantik, seksi, wanita yang sangat sempurna," jawab Arga.


Citra tersenyum mendengar jawaban dari Arga, Arga yang dulu ia kenal sudah jauh berubah. Ia malah tidak seperti bersama dengan Arga. Sampai sekarang Citra tidak pernah menyangka Arga sampai seperti ini pada nya.


Karena sudah sama sama berg*irah mereka berdua melanjutkan nya sampai tuntas. Arga sudah mendapatkan banyak pelajaran dari ayahnya yang membuat nya lebih baik dari sebelumnya. Arga yakin malam ini pasti jebol.


Semenit, sepuluh menit sampai dengan lima belas menit mereka berdua melakukan pemanasan. Menurut pelajaran yang ayahnya berikan pada nya Citra harus benar-benar siap agar tidak sulit. Dulu ayahnya juga mengalami hal yang sama jadi Arga mendapatkan pembelajaran dari pengalaman ayahnya.


Pakaian yang merdeka berdua kenakan sudah tidak ada di tubuh mereka lagi, ke dua nya sudah tidak menggunakan apapun lagi. Arga sudah sangat siap dengan sosis yang sudah tepat di depan Citra.


"Aku siap," ucap Citra sambil mengatur nafas nya.


Agar tidak ketakutan Citra memilih untuk terbiasa dengan benda itu terlebih dahulu, dari tadi tangan nya sudah merasakan betapa perkasa nya benda itu. Citra masih kagum bagaimana mungkin bisa ada benda seperti ini.


Citra menahan rasa sakit yang begitu dalam di bagian inti nya. Sama seperti sebelumnya Citra masih merasakan nya, kali ini diri nya mencoba untuk bertahan dan diri nya yang memimpin pertandingan.


Setelah beberapa menit menahan rasa sakit dan mencari jalan yang tepat akhirnya benda itu berhasil masuk seutuhnya. Tubuh Intan sangat lemas dan langsung jatuh memeluk Arga. Arga merasakan sesuatu yang mengalir dari dalam sana, dan sudah pasti itu kesucian Citra yang berhasil ia tembus.


Arga membalik posisi agar Citra tidak begitu kelelahan, sekarang diri nya yang harus memimpin pertandingan. Sikit demi sedikit Arga mulai bergerak, Citra masih merasakan sakit yang cukup menusuk nya tetapi ada rasa yang perlahan menutupi rasa sakit itu. Rasa bangga karena Citra dapat memberikan kesucian nya pada suaminya sendiri.

__ADS_1


"Sakit," tanya Arga.


"Se.. sedikit, tidak papa lanjut saja," jawab Citra


Pertempuran berlangsung sampai ke dua nya sama sama menggapai surga Dunia. Citra sudah mulai terbiasa dan Arga sudah mulai mahir, dalam kegiatan ini banyak syaraf dan otot punggung Arga yang banyak bekerja, hal itu bisa membantu pengobatan pada kaki Arga. Pertempuran berlangsung sejam lama nya, dengan beberapa gaya dasar. Pertempuran begitu lama karena mereka berdua sama-sama menikmati nya dan Arga mendapatkan keperkasaan nya dari orang yang menterapi nya kemarin. Arga saja sampai tidak menyangka.


"Terimakasih." Arga jatuh di samping tubuh Citra dan memeluk Citra dengan erat.


"Dia masuk ke dalam," tanya Citra.


"Yes dia akan segera berubah menjadi bayi yang menggemaskan," jawab Arga.


"Aku sudah tidak sabar mas, aku sangat menantikan bayi yang menggemaskan itu."


"Iya Citra, tunggu benih ku berkembang dengan baik ya. Terimakasih telah menjaga kesucian mu untuk ku, aku sangat bahagia mengambil nya dari mu. Dan jangan lupa kita harus sering melakukan nya," ucap Arga.


Di rumah Ismi sudah selesai mempersiapkan pernikahan nya dengan Yoga. Ke dua nya melakukan persiapan sendiri karena perta pernikahan hanya orang orang terdekat saja yang datang.


"Kamu tau Alam mendatangi ku tadi pagi," ucap Yoga.


"Ha? untuk apa mas," tanya Ismi.


"Untuk menanyakan pernikahan kita. Arga sudah memberitahu nya. Aku si tidak memiliki hubungan yang buruk dengan nya, kami tidak dekat tetapi juga tidak terlalu jauh. Biasa saja lah, tetapi kemarin dia seperti sangat kesal dengan ku, dia seperti tidak ikhlas aku menikah dengan mu."


"Ha!! kamu serius," tanya Ismi.


"Serius sayang, terus dia berkata. Aku ingin kembali dengan Ismi, aku katakan pada nya aku yang akan membahagiakan Ismi. Ismi sudah tidak mencintai mu, kau sudah mempunyai wanita itu," kata Yoga.


"Bagus," ucap Ismi.

__ADS_1


"Dia tau aku suka sudah sangat lama. Ya mungkin saat kalian berdua menikah aku sudah jatuh hati pada mu, tetapi saat itu aku tidak bisa apa apa. Nah saat aku tau dia menyia-nyiakan mu. Aku gas langsung," kata Yoga.


"Oh jadi kamu suka dengan ku saat aku menikah, aku menikah 17 tahun atau 18 tahun. Waktu itu umur mu 15 mungkin ya, kita beda 2 tahun. Kamu masih 15 tahun sudah suka dengan ku," ucap Ismi.


"Hahaha ya tidak papa sayang. Sekarang kita sana sama tidak memiliki pasangan, kamu janda aku duda, kalau sudah di takdir kan bersama pasti akan bersama."


Apa yang Yoga katakan membuat Ismi mengingat jika Yoga tidak mempunyai anak. Itu juga yang membuat Yoga dan istri nya bercerai. Ismi jadi memiliki beban akan hal itu, ia takut jika ia tidak bisa memberikan Yoga anak.


"Kamu kenapa," tanya Yoga.


"Aku takut aku tidak bisa memberikan mu anak," jawab Ismi.


"Untuk apa kami takut, kalau kamu tidak hamil ya tidak papa, kita sudah punya Arga."


Ismi masih kencang luar dalam, usia nya masih bisa mempunyai anak. Ismi cukup yakin ia bisa memberikan Yoga anak satu saja, ia juga memerlukan anak agar rumah tangga nya tidak sepi.


Malam hari nya Arga dan Citra sudah siapa untuk pergi ke rumah Ismi. Mereka berdua sebentar lagi pergi, tinggal menunggu jemputan saja. Sebelum pergi Citra di tugaskan Arga untuk menemui Darka. Mana tau ada hal baru yang bisa ia dapatkan dari Darka.


"Kamu akan pergi," tanya Darka.


"Iya, kita masih bisa bertemu lagi kok, kamu jangan khawatir. Ada yang ingin kamu katakan?"


"Ada lah, kamu hati hati dengan Arga. Dia memang lumpuh tapi dia memiliki n*fsu yang besar, kamu jangan sampai hamil ya. Aku akan membebaskan kamu dari nya. Aku akan mengambil mu dan kita akan menikah," ucap Darka


"Oh iyaa hmmm besok acara pernikahan mamah nya dan Yoga, kamu jauh jauh dari sana, aku akan merusak acara itu," kata Darka.


"Kamu bisa datang," tanya Citra.


"Aku datang dengan ayah ku, tapi kalau jadi. Kalau tidak bisa pun aku tetap akan menghancurkan acara itu."

__ADS_1


__ADS_2