
Richard mendorong dada Virgoun hingga membentur dinding, cengkeramannya begitu kuat. “Anda tahu siapa itu Evelyn Narendra? Anda tahu pria yang ada di foto itu siapa?” tanya Richard dengan manik mata yang menyorot tajam.
“Ti ... tidak, Tuan. Seseorang yang memberikannya, sudah dalam keadaan blur,” aku lelaki tua itu.
“Pria di dalam foto itu adalah saya. Dan Evelyn Narendra adalah istri saya!” teriak Richard tepat di depan muka Virgoun.
Jelas saja pernyataan Richard membuat Virgoun membeliak lebar. Mulutnya juga menganga, benar-benar tidak menyangka.
‘Ba ... bagaimana mungkin? Tapi jika tidak benar, Tuan Richard tidak akan mau susah payah datang ke sini hanya demi Narendra, bahkan terlihat marah besar,’ batin Virgoun menelan salivanya dengan berat.
“Siapa yang menyuruh Anda?” tanya Richard semakin menekan dada Virgoun hingga terbatuk-batuk.
“Pak, itu, Pak orangnya. Tangkap dia!” teriak sekretaris Virgoun yang menunggu kedatangan para satpam di balik pintu lift. Ia panik, segera menghubungi pihak keamanan kantor.
Richard tersenyum miring, tampak dari ekor matanya, dua satpam berlari ke arahnya. Mencekal kedua lengan Richard dan menariknya paksa hingga tercipta jarak dengan Virgoun.
“Le ... lepaskan dia,” perintah Virgoun menunjuk Richard. Napasnya tersengal-sengal.
__ADS_1
Dua satpam itu saling berpandangan. Mengedikan bahu mereka karena tidak mengerti perintah tuannya. Sorot mata mereka saling melempar pertanyaan.
“Hei, lepaskan dia atau kupecat kalian!” sentak Virgoun karena tidak ada pergerakan apa pun dari satpamnya tersebut.
Dua pria berseragam keamanan itu terlonjak kaget, “Ba ... baik, Tuan!” sahut keduanya serentak lalu melepaskan Richard.
Sekretaris yang berdiri di belakang mereka juga mendelik tak percaya. Ia meneguk salivanya dengan berat. Merasa telah melakukan sebuah kesalahan. Takut akan mengancam kariernya kelak.
Richard merapikan kemejanya yang kusut akibat ulah mereka. Ia hanya tersenyum miring sembari menepis-nepis bahunya. Kembali menatap Vigroun dengan serius, “Siapa yang menyuruh Anda?” tanya Richard sekali lagi. Tegas, suaranya mengintimidasi hingga mampu membuat Virgoun bergidik.
“Sa ... saya tidak tahu, Tuan. Saya hanya bertemu dengannya di kelab malam,” jawab lelaki tua itu panik. Ia tidak ingin membuat masalah dengan penanam saham terbesar di perusahaannya.
Richard menegakkan punggungnya, satu tangannya masuk ke saku celana. “Asistenku akan mengirim dokumen pernikahan kami. Tapi sembunyikan identitasku. Aku hanya ingin informasi jika Velyn telah menikah disebarkan. Jadikan berita itu trending topik, dan buat permintaan maaf baik di media maupun secara langsung pada Keluarga Narendra atas berita sebelumnya. Jika tidak ....”
Richard menjeda ucapannya, menikmati raut pucat pasi yang tergambar jelas dari wajah pria tua di hadapannya, “Bukan hanya saham yang aku cabut dari perusahaanmu ini. Tapi, hotel prodeo juga menunggumu atas kasus pencemaran nama baik!” papar Richard tidak main-main.
Bukan tanpa alasan ia menyembunyikan identitasnya, Richard hanya takut istrinya akan menjadi sasaran para rivalnya, baik di negara ini maupun di negaranya sendiri.
__ADS_1
“Ba ... Baik, Tuan. Maafkan saya! Maafkan kami! Kami janji akan segera menyelesaikan kasus ini sesuai dengan perintah Anda, Tuan,” mohon Virgoun menangkupkan kedua tangan di dada.
Virgoun benar-benar panik. Jika hal itu benar terjadi, bukan hanya perusahaan yang akan terkena imbasnya, tapi skandalnya akan terkuak. Pria yang selama ini menjadi panutan masyarakat karena kesetiaannya pada sang istri, akan lenyap berbalik menjadi boomerang dalam hidupnya.
Manik Richard mengeliling, ia bisa melihat silhouette di balik pintu. Senyum miring tercetak di bibirnya, “Bagus! Kerjakan segera!” perintah Richard berbalik, menatap dua satpam yang sempat mencekalnya. Hanya dengan tatapan saja, keduanya segera membungkuk lalu memberikan jalan. Begitu pun dengan sekretaris Virgoun, menunduk begitu dalam.
“Maafkan kami, Tuan!” Suara serentak mereka.
Richard acuh tak acuh, melenggang dengan santai, sampai telinganya bisa mendengar entak heels yang membentur lantai dengan cepat. Segera ia memutar tubuh dan melihat siapa yang ada di balik itu semua.
“Sudah kuduga,” gumam Richard menatap wanita dengan pakaian sexy keluar dari ruangan Virgoun. Terlihat jelas dia juga panik menghampiri sugar daddy-nya.
Richard melangkah santai, menghampiri mereka lagi hingga berdiri tepat di belakang wanita itu. “Oh, jadi ini ulah kamu?” ucap Richard.
Bersambung~
__ADS_1
Happy weekend... 4 bab cukup ya~