SUAMI PENGGANTI YANG TERHINA

SUAMI PENGGANTI YANG TERHINA
BAB 66 : JANJI RICHARD


__ADS_3

Tatapan mata Velyn terlihat kosong. Dua manik hitam itu masih tergenang cairan bening, yang meleleh saat ia berkedip.


“Sudah bisa bicara?” tanya Richard menangkup kedua pipi Velyn, agar pandangan mereka saling beradu.


Velyn memejamkan matanya, sesak kembali menghujam dada. Helaan napas panjang pun berembus, sayangnya tidak dapat melegakan rongga dadanya. Velyn kembali menangis tersedu.


Tak ada pilihan lain, kesabaran Richard terkikis habis. Sudah cukup rasanya memberi waktu berjam jam, untuk meluapkan tangisan sang istri. Ia beranjak berdiri, beralih mengitari ranjang, kemudian turut berbaring di belakang Velyn.


Lengan kokoh pria itu melingkar di perut Velyn, dadanya merapat pada punggung wanitanya. Ia menarik napas panjang, lalu berucap, “Gugurkan saja kalau kamu tidak menginginkannya!” tukas lelaki itu dalam debaran dada yang membuncah.


DEG!


Tubuh Velyn seketika mematung, hatinya sakit mendengar perintah suaminya. Tapi di sisi lain, ada ketakutan tersendiri yang hinggap di hati kecilnya.


“Besok aku akan bicara sama Dokter untuk... untuk menggugurkannya saja!” Sakit saat mengutarakannya, akan tetapi ia juga tidak ingin menyiksa istrinya.


Velyn meremass lengan Richard, bahkan tanpa sadar kukunya menancap di permukaan kulit lelaki itu. “Jangan!” Akhirnya Velyn bersuara.


Wanita itu membalik tubuhnya, mendongak sembari menggeleng, “Kamu ingin membunuhnya?” gumam Velyn pelan sekali.

__ADS_1


“Lalu aku harus apa supaya kamu bisa tenang? Aku juga nggak mau kamu kenapa-napa, Velyn!” tegas lelaki itu dengan tatapan penuh luka.


“Enggak. Jangan, kumohon!” rengek Velyn menjatuhkan kepalanya pada dada sang suami.


“Aku... aku hanya takut, Cad,” gumam Velyn mengeratkan pelukannya. Menyembunyikan wajah cantiknya.


Sejak kecil, Velyn selalu dituntut untuk sempurna. Ia selalu dikekang dan disetir orang tuanya, tanpa diberi kebebasan dalam hal apa pun.


“Pundak anak pertama harus kokoh! Jangan lembek dan lemah seperti itu!”


“Velyn, sebagai anak pertama kamu harus bisa melindungi adikmu! Kamu juga harus memberi contoh yang baik! Suatu saat nanti, kamu harus siap kapan pun memegang perusahaan. Tunjukkan kalau wanita juga bisa menjadi CEO yang hebat!”


“Dasar bodoh! Begitu saja tidak becus?!”


“Gunakan masa mudamu untuk bekerja keras! Jangan buang-buang waktu untuk sekedar bersenang-senang. Karena waktu adalah uang!”


Keras, tegas, bahkan sesekali ia harus menerima kekerasan dari sang ayah sejak dulu. Kalimat demi kalimat yang dulu terlontar, terus terngiang di telinganya.


Terlihat kuat dan kokoh, tapi dengan  sentuhab sang suami, luruh air mata yang selama ini tersembunyi rapi, meledak begitu saja. Beban yang menekannya selama ini, seolah melebur dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


“Aku takut, gagal menjadi orang tua. Aku tidak mau anak-anakku merasakan apa yang aku rasakan sejak kecil. Dituntut ini itu, tanpa diberi kebahagiaan, tidak boleh berpendapat dan harus bekerja keras sendirian. Aku nggak mau, Cad! Aku nggak mau. Sakit!” cecar Velyn.


Richard membelai puncak kepala Velyn, mendengarkan kisah masa lalu wanita itu yang ternyata menyayat hati. Dikecupnya puncak kepala Velyn berulang kali. Tidak ingin menyela.


Velyn membeberkan banyak hal, apa yang selama ini ia pendam seorang diri. Bagaimana perjalanan hidupnya, yang seperti di dalam sangkar. Dituntut menjadi sempurna tanpa peduli luka yang menganga. Lama kelamaan suaranya melemah, ia pun tertidur dalam pelukan Richard.


“Akan kugantikan semua luka dan pedihmu dulu, Velyn. Akan kubayar semua kesedihan dan kesakitanmu,” janji Richard menatap istrinya nanar.


\=\=\=\=©©\=\=\=\=


Pagi-pagi sekali, Vanya sudah berkunjung ke kediaman Narendra. Ia dipersilakan duduk oleh asisten rumah tangga, setelahnya memanggil sang tuan rumah.


“Siapa? Dan ada perlu apa pagi-pagi buta sudah berkunjung?” Suara Rendra memenuhi ruang tamu, hingga menarik atensi Vanya.


Gadis itu beranjak berdiri, tersenyum miring lalu berucap, “Saya ingin bertemu dengan Richard,” ucapnya.


“Richard? Siapa kamu? Jangan bilang selingkuhannya!” serobot Sabrina yang juga turut keluar menemui tamu tersebut.


 

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2