SUAMI PENGGANTI YANG TERHINA

SUAMI PENGGANTI YANG TERHINA
BAB 53 : BACKINGAN?


__ADS_3

Usai membersihkan diri, Richard sengaja menunggu kedatangan seseorang di ruang tengah sembari menonton televisi. Ia tersenyum ketika berita mengenai Velyn kini berbalik. Pernikahannya menjadi trwnding topic seketika.


Laman sosial media Velyn juga dipenuhi ribuan permintaan maaf karena sempat menghujatnya habis-habisan. Tak lupa pula segala jenis ucapan permintaan maaf turut memenuhi laman komentar di instagram pribadinya.


"Tuan, ada tamu," ucap pelayan membuyarkan lamunan Richard.


Lelaki itu mengangguk, ia beranjak berdiri untuk menghampiri tamunya. Langkahnya tegas dan berwibawa, hingga berhenti tepat di hadapan Virgoun yang buru-buru beranjak berdiri. Tampak sekali kegugupan menyelimutinya.


“Selamat malam, Tuan!” sapa Virgoun menjabat tangan Richard.


“Malam, silakan duduk. Terima kasih sudah datang,” sahut Richard mempersilakan duduk diikuti olehnya. “Bi, tolong panggilkan Mama dan Papa,” pintanya pada pelayan.


“Baik, Tuan.”

__ADS_1


Keduanya segera duduk di ruang tamu. Virgoun bersama sekretarisnya tampak was-was. Hingga kedatangan Rendra dan Sabrina yang bergabung, mengalihkan perhatiannya.


“Ada apa ini?” tanya Sabrina to the point.


“Selamat malam, Tuan dan Nyonya Rendra. Perkenalkan saya Virgoun Hessel, Direktur sekaligus CEO VH Group.” Virgoun membuka suara.


Kening Rendra mengernyit dalam, seingatnya tidak ada hubungan kerja sama atau apa pun dengan pria tua di hadapannya.


“Ee ... begini, Tuan. Kedatangan saya ke sini untuk meminta maaf kepada Tuan dan Nyonya Narendra. Karena, berita mengenai Nona Evelyn, bersumber dari stasiun televisi kami. Maaf, kami benar-benar menyesal telah menyebarkan tanpa menelusuri faktanya lebih dulu,” tutur Virgoun menundukkan kepala.


“Kurang ajar! Dia harus diberi pelajaran. Gara-gara kamu perusahaanku hampir mengalami collaps! Nama keluargaku tercoreng! Kau telah mencemarkan nama baik keluargaku, terutama Velyn!” berang Rendra menyalak-nyalak.


Richard sekuat tenaga melerainya, mendudukkan kembali ayah mertuanya, “Pa! Dengarkan dulu sampai selesai! Tenangkan diri Papa, jangan sampai tinggi lagi tensinya! Bisa-bisa masuk rumah sakit lagi!” cetus Richard sedikit kesal.

__ADS_1


“Sabar, Pa, ingat kesehatan Papa,” ucap Sabrina membelai lengan suaminya.


Deru napas Rendra berembus kasar, ia kembali duduk masih dengan tubuh yang menegang. Richard kembali meminta Virgoun untuk melanjutkan.


Panjang lebar Virgoun menjelaskan pula, jika pihak mereka sudah membersihkan kembali nama Velyn. Pernikahan putrinya kini tersebar luas dan menjadi trending topic, menggeser berita miring yang sempat beredar. Meskipun suaminya dirahasiakan, setidaknya berita pernikahan itu mampu membungkam semua orang yang sempat menghujat keluarganya.


Cukup lama mereka berbincang, Rendra akhirnya bisa bernapas lega. Andai saja dia tangani sendiri, mungkin akan membutuhkan waktu yang lama.


Sepeninggalnya Virgoun dari rumah Rendra, Richard juga turut pamit pulang untuk menemui Velyn yang sudah menunggunya. Ia akan membawa istrinya pulang, hanya saja tidak membiarkannya memegang perusahaan lebih dulu, sampai kondisi Velyn benar-benar membaik.


“Pa, Richard beckingannya siapa ya, Pa? Kok hebat sekali bisa membalikkan keadaan secepat itu?” gumam Sabrina saat tinggal mereka berdua di ruang tamu.


“Papa juga tidak tahu, Ma. Yang jelas, dia banyak berubah. Mama tahu nggak? Dia memberi banyak sekali saran dan ide-ide untuk perusahaan. Heran, dia salah makan apa ya?” tutur Rendra menerawang jauh, mengingat bagaimana Richard memberikannya solusi.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2