
Keyla sudah berada di kamar nya lagi ia tampak bingung memikirkan hari itu penuh dengan misteri. Ia juga berpikir kenapa akhir-akhir ini ia selalu di teror oleh orang itu, apa niat nya dan kesalahan apa yang ia perbuat sehingga orang tersebut meneror nya. Keyla ingin memberitahu Aldi namun takut Aldi jadi mengkuatirkan nya. Ia mengurungkan niat nya untuk tidak memberitahu Aldi sampai ia tau sendiri siapa orang itu.
Keyla melihat lukisan yang di temukan nya tadi ia memperhatikan lukisan itu dengan saksama. "Kira-kira siapa yang melukis foto ku ini? aku benar-benar penasaran sama orang ini?" ujar Keyla sendirinya.
Keyla membawa lukisan itu ingin memperlihatkan nya pada Bik Sumi tentang prihal yang di alaminya pagi itu. Ia menuruni anak tangga kamar nya dengan penuh hati-hati.
"Bik... Bibi..." panggil Keyla dengan nyaring.
"Ada apa Non...," ujar bibik kaget.
"Keyla mau makan mie ayam Bik, ada gak...?" ucap Keyla.
"Ada dong Non, apa si yang gak ada buat Non...," sahut bibik.
Keyla tersenyum dan seketika wajah nya berubah menjadi murung karna teringat prihal yang sudah menimpa nya.
"Ada apa Non... koq tiba-tiba murung," ujar bibik sambil masak mie untuk Keyla.
"Keyla mau bercerita tentang pagi tadi. Sesuatu telah terjadi di rumah ini Bik. Bibik gak kan mengira kan? kalau keyla hampir mati tadi di buat orang itu!" tutur Keyla berbicara lemah.
"Apa yang sudah terjadi Non." ucap bibik siap mendengar cerita Keyla ia meninggal kan mie Keyla yang masih di atas kompor.
Keyla menceritakan semua nya pada Bik Sumi. Bik Sumi tertegun dan merasa jadi takut membuat bulu kuduk nya berdiri. "Apa Non yakin itu manusia?"
"Sepertinya dia seorang pria deh," jawab Keyla.
"Kalau menurut bibik sih itu bukan orang Non," sambung bibik. "Gak mungkin ada orang, yang bisa membuka gerbang pagar yang sudah bibik kunci.
"Kalau orang sudah nekat mau masuk, apa pun bisa dilakukan nya Bik...," terang Keyla.
"Iya juga si... tapi kalau itu perampok kenapa barang-barang tidak diambil nya itu pasti bukan manusia Non tapi hantu...," bibik mulai merinding.
"Ih Bibik masih percaya saja pada hal begituan mana ada hantu siang hari dan mana ada hantu memakai topeng ninja setau Keyla hantu tidak bertopeng deh Bik...," ujar Keyla tidak mau kalah.
"Yaelah Non hantu itu bermacam jenis kali non...," jelas bibik.
__ADS_1
"Tidak ada Bik, tidak ada jenis hantu di Indonesia seperti itu bik... yang ada itu biasanya pocong si Kunti dan genderuwo Bik... mana ada hantu ninja," ucap Keyla tidak mau kalah. Bibik pun juga tidak mau kalah dengan pengetahuan nya tentang hantu.
Lama mereka berbincang bincang, hingga lupa pokok bahasan yang akan di bicarakan nya.
Bik Sumi kalah dalam berargumen dan ia menghela napas panjang nya ia belum sadar kalau ia sedang masak mie. Mie yang di masak sudah kering dan mengembang.
"Non kenapa kita jadi bicarakan jenis hantu?" tanya Bik Sumi yang baru saja sadar kalau mereka sudah lama berdebat, bukan membahas masalah yang Keyla alami malah berdebat tentang hantu.
Bibik bangun dan memeriksa kompor. "Walah non mie ya...." bibik menunjukkan mie yang sudah mengembang pada Keyla.
"Ini semua karna bibik gak mau kalah," gerutu Keyla bermuka sinis melihat mie ya sudah mengembang.
"Lho koq Non menyalahkan bibik sih...? kan Non dulu yang mulai," ujar bibik sedih.
"Keyla udah gak ada selera lagi buat makan mie," gerutu Keyla ia beranjak pergi di hadapan Bibik.
"Non... bibik buatin lagi ya mie nya," seru bibik.
Keyla sudah beranjak dari tempat itu menuju anak tangga kamar nya.
Saat menaiki anak tangga kedua Keyla balik ke dapur lagi karna merasa perut nya sudah mulai berbunyi. Ia berseru pada bibik yang masih sibuk.
"Baik Non," teriak bibik. "hem kirain gak mau lagi." Bibik pun mulai memasak lagi untuk keyla.
Dalam hati Keyla masih merasa gelisah, ia menoleh ke kanan dan ke kiri baru masuk ke kamar nya.
Dari dalam hati nya masih merasa penasaran sebenarnya apa yang di inginkan orang tersebut.
Keyla merasa ada keanehan lagi jendela kamar nya yang awal nya di tutup kini terbuka diterpa angin kuat. Ia pun terkejut di saat mendengar bunyi petir saling menyambar .Pintu jendela terbuka lebar saat angin begitu kuat menerpanya sontak Keyla menutup kembali jendela itu dan menguncinya.
"Perasaan tadi waktu keluar dari kamar aku sudah menguncinya tapi kenapa sekarang terbuka," batin Keyla.
"Ini sungguh aneh apa ada yang membuka nya atau aku memang lupa?" Keyla bertanya pada dirinya sendiri. ia sungguh merasa bingung bagaimana orang itu membuka jendela kamar nya dan apa tujuan nya keyla menajamkan mata nya melihat ke arah lemarinya sederet tulisan tangan yang di tulis seseorang menggunakan gincu. Dengan bibir yang gemetar Kayla membaca tulisan itu, "Aku menunggu mu di taman cepat temui aku, aku sangat merindukan mu Sayang..." Selesai membaca tulisan itu Keyla melirik di meja dekat kasur nya terlihat ada setangkai bunga mawar. Keyla membiarkan bunga itu ia segera berlari turun ke bawah untuk memberitahu Bik Sumi karena cuma ada Bik Sumi yang ada bersama nya saat itu.
"Bik...Bik...Bibik..." teriak Keyla.
__ADS_1
"Aduh anak itu kenapa lagi?" tanya bibi heran.
"Ada apa Non... mie nya bentar lagi jadi," seru Bik Sumi.
"Bibik... Ayo ke kamar ku sekarang!" ajak Keyla.
"Ada apa sih Non, itu mie nya mau di bawa sekalian juga gak?" tanya bibik kalang-kabut.
"Biarin aja mie nya Bik. Ada hal yang ingin aku tunjukkan pada Bibik ayo cepetan...," pinta Keyla tergesa-gesa mengajak bibik ke kamarnya.
"Iy- iya Noni bentar bibik matikan kompor dulu.
Ah bibik ada-ada saja buruan...! gerutu Keyla.
"Itu anak kenapa sih bikin repot aja..." gerutu bibik
Selesai mematikan kompor bibik langsung di bawa Keyla ke kamar nya.
Keyla membuka kamar nya melihat tulisan di di kaca lemari dan bunga sudah tidak ada lagi...
"Hah... koq gak ada...?" Keyla bingung.
"Bik ini benaran sumpah Keyla gak bohong. Di sini tadi ada tulisan yang di tulis pake gincu dan di meja ada setangkai mawar." jelas Keyla.
"Masa sih Non? Di mana?" bibik melihat di sekeliling sudut ruangan tidak ada apa-apa.
"Di sini tadi Bik," keyla menepuk meja nya tersebut.
."Sudah lah Non, gak usah mengada-ngada Non lagi kangen sama den Aldi mungkin makanya berhalusinasi melihat ada bunga dan ungkapan rasa kangen itu." bibik terseyum.
"Aduh bibik gak percaya! malah bilang aku kangen lagi. Keyla benaran melihat nya bik dan sempat membacanya tapi kemana bunga tadi?" Keyla bingung sendiri.
Bibik kembali ke dapur dengan pikiran nya yang bingung melihat anak majikan nya yang tampak aneh akhir-akhir ini.
"Ini tidak bisa di biarin den Aldi harus tau masalah ini kasian Non Keyla mungkin ia sedang merindukan tunangan nya itu." batin bibik sambil menuruni anak tangga kamar Keyla.
__ADS_1
Keyla masih tertegun dengan pikirannya sendiri, ia seperti orang yang gila duduk di lantai dengan pikiran tidak karuan memikirkan semuanya yang sulit di mengerti kenapa barang ada menjadi tidak ada dalam waktu sekejap.
🍀🍀🍀🍀