Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Keyla menemui si misterius


__ADS_3

Sore itu sekitar jam 2 sore Keyla menepati janjinya ia datang di taman itu untuk menemui sosok misterius yang membuat ya penasaran selama ini. Keyla datang dengan perasaan takut di temani Aldi yang menyamar jadi tukang kebun. Aldi sudah dari awal berada di taman itu untuk mengelabui si misterius itu. Keyla berpura-pura tidak mengenal Aldi mereka masing-masing memainkan peran.


Si misterius itu melihat di kejauhan Keyla sudah duduk menunggu dirinya di sebuah kursi yang tersedia di taman itu.


"Keyla sungguh cantik luar biasa. Ooh kekasih ku, aku datang menjemput mu sayang...," lirih si misterius.


Keyla melihat di sekeliling taman, tidak terlihat seseorang di sekitar taman.


"Kemana dia?" batin Keyla.


Keyla mengirim pesan pada nya, "Cepat keluar atau aku akan pulang!"


Si misterius itu membaca pesan dari Keyla lalu menemui nya. Ia memakai baju serba hitam menggunakan topeng ninja membuat keyla takut Namun ia memberanikan dirinya untuk tetap duduk di kursi yang di duduki nya. Mereka mulai saling menyapa suara nya tidak asing bagi Keyla tapi sedikit di samarkan agar Keyla tidak mengenali siapa dia sebenarnya.


Si misterius mulai mendekati Keyla dan ingin memegang tangan Keyla. Keyla menjadi gemetar seluruh tubuhnya wajah nya tampak pucat dan mulai berkeringat.


"Kenapa kamu takut pada ku? aku tidak berniat jahat padamu aku mencintaimu Keyla, sangat mencintai Sayang... melebihi tunangan mu itu!" ucap si misterius.


"Tak ada pria yang lebih menyanyangi ku selain Aldi ia sudah banyak berkorban untuk ku, kamu hanya bisa nya membuat ku ketakutan apa itu yang nama nya cinta?" cetus Keyla memasang muka sinis memandang ke arah si misterius.


"Apa kamu tidak percaya kalau aku mencintaimu?" tanya si misterius memandang tajam mata Keyla.


"Iya aku percaya padamu," jawab Keyla berbohong ia tidak mau membuat si misterius marah padanya. Ia selalu mengiyakan ucapan nya sesuai instruksi yang diberikan oleh Aldi. Aldi memandang dari kejauhan memperhatikan mereka ia bersembunyi di sebuah pohon besar dengan pistol di perut nya siap menembak si misterius apabila ia berbuat yang tidak-tidak pada Keyla.


"Kamu benaran datang sendirian ke sini?" tanya Si misterius.

__ADS_1


"Iya aku datang sendirian," jawab Keyla menggigit bibirnya.


"Jika kamu berbohong kamu tau kan akibatnya!" ancam si misterius. Kayla menjadi semakin takut.


"Cepat katakan apa mau mu? aku tidak punya waktu banyak," ujar Keyla.


"Aku ingin memberi mu ini." Si misterius mengambil sesuatu dari saku nya dan di perlihatkan pada Keyla.


Keyla melihat benda itu seakan mau shok sebongkah cincin berlian yang sangat indah di perlihatkan kepada nya.


"Kamu lihat berlian ini, sangat indah begitu lah cinta kita akan bersemi selamanya," ujar si misterius.


"Apa kamu bersedia menjadi istriku?" tanya Si misterius.


Keyla tidak tau mau jawab apa ia begitu takut jika harus menjawab tidak ia diam dengan tubuh yang gemetar.


"Kamu mau apa dari ku?" tanya Keyla sugukan ia tidak mampu menahan air matanya yang dari tadi mau menetes.


Si misterius memaksa Keyla menjawab pertanyaan nya bahkan ia mengancam Keyla apabila mengatakan tidak mau.


Melihat Keyla menangis Aldi menghubungi polisi untuk segera mengepung tempat di sekitar taman.


Dalam hitungan menit beberapa polisi sudah datang mengepung dengan pistol di tangan nya.


Dua diantara nya langsung mendekati Keyla dan si misterius.

__ADS_1


"Angkat tangan anda atau kami akan menembak mu!


Cepat buka topeng mu!" perintah seorang polisi.


Si misterius menjadi panik ia cepat menarik tangan Keyla. "Jangan mendekat, atau aku bunuh gadis ini!" cetus nya mengancam sambil meletakan pisau dileher Keyla. Jika aku tidak memiliki mu maka Aldi juga tidak bisa memiliki mu! maafkan aku Keyla...," lirih nya terpaksa.


Si misterius sudah meletakan pisau di leher Keyla siap akan melukai leher nya. Melihat tindakan si misterius membuat Aldi jadi nekat, secepatnya ia menembak nya dari belakang satu peluru meluncur di kaki si misterius dan satu peluru menembus di perut nya dari seorang polisi yang menembaknya. Ke dua tembakan itu meluncur secara bersamaan membuat si misterius menjerit dan melepaskan tangan nya karna kesakitan. Seketika itu pisau nya juga terjatuh di tanah. Keyla pun jatuh pingsan di sambut Aldi dari belakang. Aldi tidak dapat mengejar si misterius itu karna ia segera membawa Keyla ke rumah sakit.


Polisi segera mengejar si misterius sudah kabur dengan cepat menghilangkan jejak nya. Ia sangat pintar mengelabui polisi hingga polisi tidak menemukan nya si misterius itu lolos dengan dua tembakan di kaki dan tangan nya. Darah bercucuran dari kaki dan tangan nya tapi demi menyelamatkan identitas nya ia berusaha lari secepat mungkin menjauhi dua polisi yang mengejarnya. Sampailah ia di tengah keramaian pasar ia bersembunyi di tempat orang berjualan baju-baju.


Semua orang yang ada di situ bubar melihat polisi datang menembakan pistol ke atas mereka sudah mengepung tempat itu, sambil berteriak. "Ada buronan kabur di tempat ini cepat beri tau kami jika ada yang mencurigakan," teriak nya memberikan pengumuman. Semua orang menjadi kaget seketika pasar menjadi sepi karna banyak yang sudah bubar meninggalkan tempat itu. Para pembeli kabur dan sebagian penjual ada yang ikut kabur meninggalkan toko nya karena takut. Si misterius dengan santai nya berpura-pura menjadi penjual yang kebetulan tidak ada tuan nya.


Polisi jadi kebingungan mencari jejak nya ia tidak dapat menemukan si misterius. Mereka melakukan pencarian di tempat lain. Si misterius pun dengan cecepatnya sudah mengganti pakaiannya mengambil sehelai baju dan celana yang kebetulan di pajang di toko itu, ia juga membuka ninja nya. si misterius merasa lega bebas dari kejaran polisi-polisi itu.


"Sial... aku sudah tertipu!" umpat nya.


Ia sangat kesakitan saat itu. "kamu sudah menipu ku Keyla,... tunggu saja pembalasan ku Aldi! kamu harus membayar semuanya aku tidak akan diam, aku akan membalas semua yang sudah kau lakukan," ujar nya sambil mengepalkan tangannya ia begitu geram amarah nya seakan membara. "Kalau saja tidak ada polisi aku pastikan kamu sudah mati Aldi. Dasar bajingan! kamu sudah merebut semua nya dari ku!" teriak nya.


Saat keadaan sudah aman, ia pun meninggalkan tempat itu. Si misterius berjalan pelan karana kesakitan. Sera yang saat itu tengah membeli sesuatu di pasar tidak sengaja menabrak nya. Ia hampir jatuh beruntung segera ditarik oleh si misterius. Sera melihat tangan nya berdarah ia histeris ketakutan.


"Tolong jangan teriak...," ucap si misterius berbisik karna sudah tidak sanggup berjalan dan mengeluarkan suara nyaring. Ia hampir jatuh di tanah secepatnya Sera menahan tubuhnya. Sera melihat wajah nya sudah tampak pucat.


"Rikky?" ujar Sera kaget mengenali nya. Tanpa bertanya lagi Sera segera membantu menopang tubuh Rikky ke tempat yang aman. Ia membawa Rikky kerumah seorang penjual rujak kebetulan itu langganan Sera membeli rujak.


"Bik maaf teman saya sedang terluka, apa boleh saya menumpang untuk membersihkan luka nya?" ujar Sera.

__ADS_1


Penjual mengijinkan Sera. "Astaghfirullah teman nya kenapa Neng...?" ujar bibik bertanya melihat tangan dan kaki Rikky banyak darah.


"Tidak tau Bik, aku bertemu nya ia sudah seperti ini. bibik membantu Sera menopang tubuh Rikky membawa nya ke dalam untuk di obati.


__ADS_2