Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Sera merubah penampilan nya


__ADS_3

Sera menatap dirinya di cermin itu dengan bangga nya ia mengatakan kalau ia jauh lebih cantik dari Keyla wanita pilihan Aldi itu. Ternyata ia masih sakit hati sampai detik itu pada Aldi yang sudah mengabaikannya.


"Keyla si manja itu akan terus jadi wanita manja dan penyakitan, ia tidak akan pernah bisa membuat mu bahagia Aldi. Camkan itu kamu akan menyesal seumur hidup apabila menikahinya," ujar Sera penuh dendam.


"Hey... Sera kamu bicara sama siapa?" tanya Tante yang dari tadi memperhatikan nya dengan bingung. Ternyata Tante juga mendengar ucapan Sera.


"Apa yang sudah mereka lakukan sehingga membuat mu begitu membenci mereka?" tanya Tante sedikit kepo.


"Mereka sudah menyakiti hati ku Tante dan karna mereka lah aku jadi seperti ini, tapi aku akan membalas semua sakit hati ku pada mereka! aku tidak akan tinggal diam menyaksikan mereka bahagia bersama," Sera berkata dengan ketusnya.


"Tante gak yangka kamu pendendam begitu kenapa kamu tidak mencari pacar saja dengan begitu kamu bisa bersaing dengan mereka," Tante memberikan idenya.


"Pacar? aku bahkan tidak ada niat buat pacaran buat apa lelaki bisa nya cuma manfaatin kebaikan kita dan pada saat ia mendapatkan seseorang yang lebih baik menurut nya ia akan meninggalkan kita dan menganggap kita sampah yang harus di buang," ujar Sera pesimis.


"Sera... Sera ... ternyata kamu belum paham apa arti cinta yang sebenarnya. Cinta yang sebenarnya itu tidak akan pernah menyimpan dendam dan sakit hati. kita akan rela melihat mereka yang kita cintai berbahagia walau dengan orang lain," terang Tante.


"Tante bicara apa? hanya orang bodoh yang mau mengalah demi orang lain, seperti aku....," lirihnya. Tiba-tiba Sera sedih mengenang apa yang sudah dialami nya selama bersama Aldi.


"Sera, kok kamu jadi menangis, sejak kapan keponakan Tante jadi cengeng begini? bukan nya kamu mau jadi jagoan? sampai-sampai merubah penampilan seperti laki-laki...," ejek Tante.


"Tidak Tante, sera gak cengeng! sera hanya kesal pada diri sera, kenapa terlahir sebagai gadis lemah.


Sera selalu tidak tega melihat orang yang dicintai menderita sera berusaha ingin merebut nya kembali tapi apalah artinya orang tersebut tidak menghargai pengorbanan yang sera lakukan untuk nya. Seandainya sedikit saja ia bisa menghargai tentu sera tidak akan pernah menyesali semuanya. Tapi semua nya sudah berlalu dan sera akan mengakhirinya," lirih nya menyeka air mata yang sudah membasahi pipinya.


Tante menjadi iba melihat keponakan nya yang mengalami keterpurukan itu. Ia berusaha memberikan semangat untuk Sera.


"Sudah lah Sera kamu jangan berlarut-larut dalam kesedihan itu juga tidak akan menbuat orang tersebut peduli padamu. Sekarang jadi lah diri mu sendiri. Tante akan membantu mu berubah sedikit demi sedikit. Buat lah mama mu bangga padamu bisa miliki anak seperti mu yang kuat mau berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan dirimu sendiri," ujar Tante memberi motivasi.


"Aku akan mencoba nya Tante, makasih buat semuanya...," ucap Sera. Meraka berpelukan.


"Sera tidak akan mengecewakan mama dan mulai hari ini Sera mau cari kerja, kerja apa saja asal halal. Sera gak mau buat Om dan Tante menjadi terbebani dengan membiayai hidup Sera.


"Sera... jangan bicara seperti itu, Tante jadi sedih. Om dan Tante sudah menganggap Sera anak sendiri kami tidak akan pernah merasa terbebani. Selama ini kami iklas mengurus mu sampai kapanpun kamu mau di rumah ini," terang Tante Lisa ikut mewek.


Kedua nya melepaskan pelukannya masing-masing. "Tan, Sera pergi dulu ya... doakan Sera dapat kerjaan hari ini," pamit nya.


"Iya Sayang, tante akan doakan...," sahut Tante.

__ADS_1


"Sera pamit..."


"Iya, hati-hati Sera...," pesan Tante.


Sera mengangguk kan kepalanya dan ia berlalu.


Saat itu Sera menuju pangkalan oplet semua mata memandangnya aneh karna selama ini orang-orang mengenal Sera sebagai gadis tomboi tapi saat itu mereka terpukau melihat perubahan Sera ia tampak anggun dan cantik hari itu.


Sera hanya diam menunduk di saat orang-orang melihat perubahan nya.


"Aku harus siap dengan semua ini demi mencari jati diriku yang sebenarnya, Sera yang dulu yang selalu percaya diri," batin nya.


Saat itu Sera berniat akan singgah di kafe Rini untuk memastikan keadaan Rikky.


"Aku akan pergi melihat kondisi Rikky dulu, perasaan ku tidak tenang aku kuatir banget dengan anak itu apa ia sudah sampai di rumah atau tidak," desah nya.


Setelah sampai kafe Rini ia menyuruh pak supir berhenti ia akan singgah sebentar di kafe itu setelah itu baru ia akan tenang untuk mencari pekerjaan.


Beberapa langkah dari jalan raya sampai lah ia ke kafe Rini. Walaupun dalam hati nya ia merasa tidak enak akan mampir di situ karna antara Sera dan Rini pernah menjadi saingan berat dan selama mereka sekampus mereka tidak pernah teguran.


Rini datang dengan langkah kaki yang berat ia tampak sedikit ragu apa kah Rini akan menerima nya dengan baik. Ia tau persis perangai Rini yang selalu cuek pada orang yang pernah menjadi siangan nya.


Sera langsung masuk dan berusaha untuk menenangkan dirinya.


"Sebenarnya aku malas mau mampir ke sini, tapi ini demi Rikky. Aku akan melakukan apapun tidak tau kenapa aku sangat mengkuatirkan nya," ucap nya sendiri.


Pelayan menghampiri Sera memberikan menu minuman kepada Sera.


"Silakan di pilih minuman nya kakak...," ujar pelayan perempuan itu dengan sopan.


Sera mengambil brosur dan memilih minuman Sera adalah wanita pecinta kopi ia memesan kopi hitam yang pait sepahit hidup nya.


"Kopi hitam yang pahit dek satu...," ucapnya.


"Oh iya, tunggu sebentar ya kak...," sahut pelayan.


"Dek... boleh minta tolong gak?" tanya Sera ragu.

__ADS_1


"Iya boleh, tolong apa Kak...," ujar nya.


"Boleh sampaikan pesan ku pada Rikky aku... aku mau menemui nya sebentar. Bilang dari Sera," terang nya.


"Rikky... Bang Rikky sedang tidak ada di rumah kak..


Ia pergi keluar negeri sudah satu minggu belum pulang," jawab pelayan.


"Ah yang benar saja? barusan aku tadi pagi ketemu Rikky," ujar Sera memberitahu.


"Iya benaran Kak, Bang Rikky memang tidak ada di rumah saat ini. ujar pelayan menyakinkan Sera.


Melihat pelayan nya mengobrol dengan tamu Rini jadi penasaran. Ia pergi ke arah tempat duduk Sera. Pelayan nya masih mengobrol dengan Sera. Dari jauh Rini memandang ia menajamkan penglihatan nya.


"Itu seperti Sera, ada keperluan apa dia kesini?" batin Rini ia pergi mendekati Sera.


Rini berdiri di hadapan Sera yang masih mengobrol dengan pelayan. Sera melirik nya.


"Hey... Rini...," sapa Sera lebih dulu.


"Tumben datang ke sini? di sini mau minum atau mau ngapain jika mau berbuat keributan sebaiknya kamu pergi saja kamu tidak di terima di sini," ujar Rini memandang sinis ke arah Sera.


"Wah sombong sekali dia? sabar... sabar... aku harus sabar sampai aku dapat info tentang Rikky pada nya," batin Sera.


"Tenang dulu Rin, aku tidak akan membuat kekacauan koq. Aku hanya ingin mengopi...," terang Sera.


"Oh bagus deh... kalau begitu." Rini melangakah kaki nya beranjak dari tempat duduk Sera. Sera penuh keraguan akan menanyakan hal Rikky pada Rini tapi demi rasa penasaran nya ia akan siap di perlakukan bagaimana pun oleh Rini.


"Rini...," panggil Sera. Rini menghentikan langkah nya.


"Ada apa? lagi?" tanya Rini.


"Aku boleh bicara sebentar dengan mu," ujar Sera tampak bimbang.


"Mau bicarakan apa? maaf aku sedang sibuk! tidak ada waktu buat mengobrol," ujar Rini dengan ketus.


"Tapi Rin... ini soal Rikky...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2