
Dengan langkah kaki yang lemah, Sera menuju pasar ia baru ingat tentang Rikky. "Oh iya aku akan menemui Rikky dulu saja, baru beli kol nya... ups salah, kentang nya kentang, kentang kentang... jangan lupa lagi. Kalau lupa Tante lampir itu pasti mengamuk lagi," ucap Sera sendiri nya sambil mengejek Tante nya.
Sampai di depan warung bibik yang jualan rujak itu Sera melihat warung itu sudah tutup.
"Hah... masa sih bibik sudah tutup di jam segini, kemana perginya Rikky? yah... pasti dia sudah pulang. Aku malu mau menemui nya di rumah nya. Um... tapi gak apa-apa sih, sekalian aku ngopi di sana. Aku kan sudah lama tidak ke sana," pikir Sera. Ia segera membeli kentang dan beberapa rempah yang di pesan Tante nya tadi, sehabis belanja ia langsung pulang.
Beberapa saat kemudian Sera telah sudah sampai ke rumah tante nya.
"Tan... Tante... Sera pulang," seru nya.
Ceklek... bunyi pintu di buka.
"Mana belanjaan nya?" tanya Tante tu the poin.
"Nih," Sera memberikan kantong belanjaan pada tantenya.
"Apa yang kau beli, jika salah lagi tante akan tidak akan segan lagi menghukum mu!" cetus Tante.
Ia pun melihat isi kantong dan diam di saat melihat barang yang di beli Sera benar.
"Hukum, hukum. Emang Sera anak SD pake hukum segala...," gerutu Sera sambil menuju pintu mau pergi lagi.
"Sera!" panggil Tante nya
"Apalagi Tan...," jawab Sera lemah.
"Itu baju buka!" suruh Tante.
"Tante pliss... pinjam bentar aja." Sera memohon.
"Tidak! itu baju kesayangan om dia aja jarang pake kamu pula enak memakainya. Ayo buka!" tante menarik tangan Sera mengajaknya ke kamar buat ganti baju.
"Au tante sakit... lepas tangan Sera!" rengek Sera merintih kesakitan.
Tante sedikit tertawa melihat Sera berjalan di seret nya ke kamar. Sera terpaksa menurut tidak kuasa melawan Tante nya.
"Tante... lepasin.... sakit sera jalan sendiri saja. lirih nya.
"Anak gadis mau jadi lelaki mana ada lelaki yang mau jika penampilan kamu begini Sera..." cetus Tante geram.
Sesampainya di kamar Sera, Tante mengeledah baju-baju Sera di lemari. Ia melihat banyak baju-baju bagus di sana tante memilih yang paling bagus di mata nya. ini banyak baju bagus-bagus ngapain pake baju kemeja cowok dasar gadis aneh! nih kamu cobain... Tante melempar baju dress yang cocok buat Sera.
"Apa-apaan ini Tan... Sera gak mau pake baju beginian," teriak Sera kesal.
"Kamu mau jadi apa hah? dipilih kan baju bagus gak mau. bentak Tante geram.
"Mau jadi manusia lah, masa setan," gerutu nya memasang muka sinis ke arah Tante nya.
Tante memaksa Sera buat memakai baju itu. Sera jadi emosi ia menepis tangan Tante nya.
__ADS_1
Sera!
"Udah deh Tante jangan sok ngatur Sera terserah Sera mau pake baju apa. cetus Sera marah.
"Oh udah pintar melawan sekarang ya kamu!
Apa kamu tidak kasian pada ibu mu yang sudah tua itu Sera? ibu mu berharap kamu segera menikah secepatnya jika penampilan mu begitu mana ada cowok yang mau padamu! kamu mikir pake kepala kamu sudah selesai kuliah seharusnya kamu tu bekerja jadi perempuan sungguhan bukan seperti ini.
Sera terdiam mendengar ucapan Tante nya ada benar nya juga tapi ia masih sakit hati pada lelaki yang selalu mempermainkan perasaan nya akhirnya ia memilih berpenampilan begitu karena menurut nya jika ia berpenampilan begitu tidak ada lelaki yang berani mempermainkan nya lagi.
Sera gak mau menikah! Tante.
Apa? kamu mau jadi perawat tua selamanya.
Emang sera mau menikah dengan siapa? dengan pokok pisang?
"Menikah saja sana....sama pokok pisang... yang ada pokok pisang nya mati jika kau sentuh hhaha," Tante tertawa.
"Aduh ini kenapa ribut-ribut?" tiba-tiba om Fahri datang suami tante Lisa.
"Pa... lihat kelakuan keponakan mu ini dia memakai baju mu lagi." tunjuk Tante Lisa.
"Sera! kamu kenapa pakai baju kesayangan om. kamu tau itu baju om yang paling mahal," cetus om marah. Sera cengengesan ketahuan.
"Sera pinjam bentar ya Om...," rayu Sera.
"Udah di pakai baru bilang. Lepas gak... lepas Sera!" Om melototi Sera. Sera jadi takut.
"Sera!" teriak Tante Lisa memanggil.
"Apa lagi, aku mau ganti baju masa kalian mau lihat aku ganti baju...," ucap Sera kesal.
"Siapa juga yang mau lihat kamu ganti baju. Bentuk nya sama koq," cetus Tante tidak terima.
"Enak saja. body Sera di samain sama body Tante yang gembrot," Sera meledek.
"Heh udah berani menghina ya sekarang!" bentak Tante.
"Abis Tante mau ngapain lagi?" ucap Sera bicara lembut ia merasa sudah leleh berdebat.
"Tante cuma mau bilang ganti bajunya dengan baju pilihan Tante tadi," pinta nya.
"iya iya... cerewet banget sih," cetus Sera pasrah.
"Cepatan nya!" seru Tante.
"Hugh... capek banget menghadapi suami istri ini aku tidak berdaya di buat nya," gerutu Sera.
Pintu di tutup Sera karna ia mau mengganti baju yang di pilih kan Tante nya.
__ADS_1
"Ayo sayang kita makan aku sudah lapar ajak Om Fahri pada istrinya. Tante Lisa mengandeng tangan suaminya membawa nya ke dapur. Om Fahri mengambil piring. Tante Lisa mengambil kan nya nasi dan membuka tudung saji tampak kosong.
"Aduh aku lupa, aku kan belum masak... tamat riwayatku," batin Tante Lisa.
"Kamu mau aku makan nasi doang Ma...! ngapain aja kamu di rumah!" bentak Om Fahri.
"Ini semua ulah keponakan mu itu Pa... dia lama membeli sayuran nya dan lupa membeli sayuran yang mama pesan. Ini lah akibatnya mama jadi telat masak," ujar tante menyalahkan Sera.
"Kenapa kamu suruh Sera yang membeli sayuran anak itu kan tidak pernah ke pasar," cetus Om Fahri memarahi istrinya.
"Kamu tu selalu manjakan Sera, sebaiknya ajarin keponakan mu itu! tinggal di rumah orang tidak bisa apa-apa. Masa harus mama sendiri yang kerjain semuanya! lalu tugas Sera apa? dia kan sudah tamat kuliah tidak ngapa-ngapain salah kalau mama menyuruh nya ke pasar!" suara Tante Lisa menggelar di seluruh ruangan.
"Hem... mulai deh kita balik disalahkan sabar... sabar...," batin Om Fahri.
"Ya sudah lah Ma, papa makan pake kerupuk sama kecap saja," Om Fahri berhenti tidak mau berdebat karena kalau dilanjut akan terjadi perang ketiga apalagi melihat istrinya yang sudah balik marah.
Tante Lisa membuang muka malas pergi ke kamar meninggalkan suaminya makan sendiri.
Sementara Sera sudah selesai berganti pakaian dengan pakaian yang dipilih Tante nya untuknya.
Sera memangil Tante dan Om nya.
"Om... Tante, Sera keluar sebentar...," teriak Sera berpamitan.
Tante mendengar teriakan Sera ia pun keluar dari kamar nya.
"Mau kemana lagi anak itu!" batin Tante. "Sera... panggil nya. Sera menoleh.
Tante Lisa sedikit kaget melihat penampilan Sera yang sungguh anggun memakai dress yang di pilih nya tadi.
"Tuh kan bagus, pilihan Tante pasti yang terbaik kamu cocok memakai dress itu," puji Tante.
"Iya Tan...apa Sera boleh pergi sekarang?" pintanya.
"Tunggu sebentar!" ujar Tante.
"Ayo...," ajak Tante ke kamar nya.
"Mau ngapain lagi Tan...?" tanya Sera.
Ternyata Tante ingin mendadani Sera di kamar nya.
Tante bangga melihat dirinya pintar mendadani keponakan nya yang tomboi itu merubah nya menjadi gadis cantik.
"Lihat dirimu di cermin!" perintah Tante.
Sera pun melihat bayangan nya di cermin ia tersenyum ternyata aku masih cantik seperti dulu.
"Aldi kamu adalah lelaki yang bodoh mensia-siakan aku dulu," Lirih Sera bangga pada diri nya.
__ADS_1
"Aku akan buktikan pada mu Al... kalau aku bukan gadis biasa menurut mu. Kecantikan Keyla itu tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan kecantikan ku," cetus nya merendah kan Keyla.