
Siang itu panas matahari menyengat di kulit cuaca begitu cerah langit tampak bersih padahal masih pukul 10 pagi, tapi sudah terasa panas. Sera berjalan kaki menyusuri jalan raya tujuannya hari itu masih mencari Rikky sambil mencari loker untuk nya yang sudah lama menganggur. Hari-hari berlalu sia-sia saja tanpa ada mengahasilkan apa-apa sudah banyak tempat yang Sera datangi tapi ia belum dapat pekerjaan. Ia mengeluh kepanasan dan merasa capek sudah berjalan kaki sejauh itu.
Lalu Sera mendatangi sebuah toko yang di depannya ada tulisan lowker. Sera masuk dan bertanya apa kah masih ada lowker nya. Dan ternyata sudah terisi semua. Sera bernapas kasar kembali berjalan lagi.
"Aduh, Mama... lihat lah anak mu begitu menderita mencari pekerjaan dari tadi gak ada yang kosong," lirih Sera yang selalu menyebut nama mama nya kalau lagi mengeluh menurut nya jika ia sudah bicara dengan mama nya hati nya akan terasa plong ia pun kembali semangat lagi.
Nada dering berbunyi... dari dalam saku celana jeans yang di pakai Sera, Ia mengambil gawai itu dari dalam saku nya ia langsung mengangkat nya ternyata panggilan itu dari Rini.
📞"Halo Rini... kamu dimana?" tanya Sera langsung.
📞"Ada di Kafe." jawab Rini.
📞"Lho katanya mau cari Rikky lagi hari ini kenapa masih di Kafe buruan sini aku menunggu di di Pangkalan oplet.
,📞"Ngapain kamu ke sana?" tanya rini.
📞"Kamu pake nanyak segala, bukan nya kemarin kamu janji mau cari Rikky lagi hari ini. Apa kamu tidak mikirin nasib Abang kamu sekarang kayak gimana?" cetus Sera mengomel.
📞"Eh... malah diam dia...," gerutu Sera.
📞"Hem... gimana aku mau ngomong kalau kamu nya nyerocos dari tadi. Aku tu bukan nya gak peduli sama Bang Rikky, cuma aku mikir percuma kita cari satu kota ini pun gak kan ketemu," ujar Rini.
📞"Nama nya juga usaha apa kamu tidak kuatir sama keadaan Abang mu!" cetus Sera lagi.
📞"Hem... Sera dengerin aku dulu...," pinta Rini.
📞"Baru kali ini aku ketemu seorang adik gak peduli sama saudara nya sendiri harus nya kamu tu lapor polisi dari kemarin Rin, bukan nya malah diam sibuk dengan pekerjaan mu," gerutu Sera marah.
📞"Sera! dengerin aku dulu ku bilang," Seru Rini dengan suara nyaring.
📞"Bang Rikky ada di pulau sekarang!" sebut Rini.
Sera terdiam.
📞"Dari mana kamu tau?" Sera meragu.
📞"Bang Rikky yang menghubungi Rini kemarin Sera?...
📞"Kok gak bilang aku?" protes Sera.
📞"Ngapain juga aku bilang kamu, emang kamu siapa nya Bang Rikky. Aku jadi penasaran deh...," ujar Rini.
📞"A... m... Apa iya Rikky ada ke pulau sekarang?" Sera tidak yakin.
__ADS_1
📞"Masa kamu tidak percaya?"
📞'Kenapa aku telpon dia dari kemarin gak bisa.
📞"Iya cuma dia yang bisa hubungi kita di sana tidak ada sinyal katanya.
📞"Aku tidak percaya kalau Rikky ke pulau karna kemarin kaki nya masih sakit gak mungkin ia mampu ke sana."
📞"Dia yang bicara begitu."
📞"Sudah ya aku sibuk banyak kerjaan," ujar Rini mengakhiri pembicaraan nya.
📞"Pamer banget sok sibuk," ledek Sera.
Panggilan terputus Rini langsung matikan ponselnya.
"Dari dulu Rini selalu nyebelin banget bikin gregetan aja," gerutu Sera. Sera melanjutkan langkah nya mencari pekerjaan di tempat lain lagi.
Di tempat lain di belahan bumi yang sama. Tampak sepasang kekasih sedang memadu kasih di bawah pohon rindang di sekitar taman samping rumah Pak Hendra. Aldi dan Keyla sedang duduk-duduk sambil menikmati indah nya bunga-bunga dan udara sejuk di sore hari. Aldi yang merasa masih ingin bersama enggan untuk pulang kerumah dan beranjak dari tempat itu meskipun sudah menjelang senja.
Baginya hari itu adalah hari yang terlalu indah untuk di lewatkan.
"Ini lah kesempatan terakhir ku bersamamu Sayang... besok pagi aku akan berangkat kamu jaga dirimu baik-baik ya... ingat pesan ku selalu kasi kabar apabila ada apa-apa," ujar Aldi.
"Kok panggilan nya begitu si?" Aldi cemberut.
"Terus kamu mau di panggil apa lagi?" Keyla tertawa. "aku tidak tau harus panggil apaan."
"Gak romantis banget sih kamu, aku sudah panggil kamu Sayang masa kamu panggil biasa saja," gerutu Aldi kesal.
"Iya.. iya aku harus panggil apa? kasi tau aku, mau di panggil apa." ujar Keyla menghentikan tawanya.
"Panggil Beby aja atau sayang atau cinta ku sayang ku..," sebut Aldi.
"Uwekkk... perut ku jadi mual dengar nya," ledek Keyla.
"Gimana sih manggil aja udah mau muntah, segitu jijik nya..." Aldi menirukan gaya Keyla meledeknya.
Ckckck Keyla tertawa melihat Aldi bertingkah lucu.
Mereka tertawa bersama. Aldi membuat kelucuan Keyla tidak henti-hentinya tertawa. Selama bersama Aldi lambat laun rasa trauma dan gelisah nya hilang.
Ia kembali ceria lagi Aldi bahagia di saat melihat gadis pujaannya itu tertawa lepas.
__ADS_1
"Sudah tertawa nya nanti gigi nya bisa lepas lho," ledek Aldi menghentikan tawa Keyla.
"Kamu lucu banget sih, buat aku sakit perut aja," ujar Keyla memijit perutnya.
"Sayang..." Aldi memegang tangan Keyla.
"Iya ada apa?" sahutnya menatap Aldi.
"Berjanji lah padaku, selama ku pergi harus rajin-rajin hubungi aku jangan ada lelaki lain yang kau hubungi selain aku, aku gak mau ada orang lain di hati mu salain aku," terang Aldi.
"Hem... egois banget si gimana kalau Papa?" Keyla meledek.
"Hem kalau Papa nya gak apa-apa. Asal jangan orang lain," jelas Aldi.
"Iya bawel, aku akan telepon kamu 5x sehari puas...?" Keyla menjalarkan mata nya ke arah Aldi.
"Iya janji nya?" sahut Aldi.
"Bisa gak sempat mandi kalau begitu!" Keyla tertawa garing.
"Jadi bagaimana dengan panggilan nya?" tanya Aldi mengalihkan perhatian Keyla.
"Em... aku panggil kamu Sayang aja deh," jawab Keyla.
"Langsung deh di praktekan," pinta Aldi.
"Iya Sayang ku, aku panggil kamu sayang aja ya "Sayang, karna kan aku juga sayang sama Sayang..." Keyla tertawa lagi.
"Kebanyakan sayang ya itu mah...," ujar Aldi sambil tertawa.
Mereka pun tertawa bersama hingga lupa saat itu hampir malam.
Aldi kembali meraih tangan Keyla sambil berkata.
"Aku pasti sangat merindukan mu sayang, aku kuatir banget diriku tidak bisa menjalani hari-hari tanpa mu," ujar Aldi jujur.
"Oh pacar aku lebay banget ya...," ejek Keyla.
"Biarin aja aku kan sayang kamu." Aldi mencubit dagu Keyla. Keyla tersipu malu. Keduanya jadi saling menatap.
Dari balik gorden ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan dari tadi. Orang itu seakan merasakan kebahagian yang Keyla dan Aldi rasakan.
"Papa sangat bahagia melihat kalian berdua seandainya Aldi tidak keras kepala tentu nya aku akan segera menimang cucu. Tapi gak apa-apa lah yang penting mereka sudah ikatan tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka, tinggal menunggu waktu saja yang tepat mereka akan menikah." hibur Pak Hendra pada dirinya sendiri.
__ADS_1