Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Jatuh cinta pandang pertama


__ADS_3

Setelah peraduan itu Galuh menceritakan semua kejadian yang sudah di alaminya Rikky tertawa mendengar cerita Galuh hari itu sungguh lucu.


Rikky baru saja menelpon Rini dengan nomor Galuh Rikky mengaku kalau nomor yang di pake ya itu nomor nya, alasan nya agar tidak di hubungi Sera lagi. Hanya Rini dan Galuh yang tau nomor itu. Rini mengabarkan akan segra mengirimkan uang untuk Abang nya sontak Rikky gembira sampai-sampai Galuh yang lagi makan jadi ke selak.


"Sialan kamu Rik... pake teriak-teriak segala lagi. Abis dapat jatah nya?" tanya nya.


"Iya ni Gal... Besok kita makan enek kamu ambil uang di ATM ya..." pinta Rikky.


"Aku lagi yang kena hah..." Galuh membuang napas kasar.


"Siapa lagi yang mau aku suruh kamu tau kan aku lagi di cari-cari polisi," terang nya.


"Makanya jangan jadi penjahat, emang enak di buru polisi?" ledek Galuh.


"Lah... ngatain orang, kamu pikir kamu siapa?" balik Rikky meledek.


"Aku mah beda dari mu.


"Beda apa ya... ?"


"Beda profesi lah...," Galuh pergi menghentikan perdebatan.


"Sama saja kamu juga penjahat!" cibir Rikky.


"Iya deh aku ngalah aja," Galuh berenti makan kepikiran dengan gadis yang kemarin yang sudah mengajak nya lari keliling komplek sampai kehilangan napas.


"Aku jadi penasaran siapa gadis itu. Besok kesempatan aku menyelidiki siapa dia mudah-mudahan ketemu," batin nya.


"Gal... kenapa berenti makan nya?"


"Ada yang aneh, aku mendadak mules, ternyata gado-gado nya sudah basi." Galuh ngebut pergi ke kamar kecil.

__ADS_1


"Hah yang benar!" Rikky juga mencium gado-gado yang di beli Galuh ternyata juga basi.


"Lah... benar sudah basi gado-gado nya, puasa lagi deh malam ini, nasib-nasib..." lirih Rikky menghela napas panjang.


"Sanggup kah menunggu besok pagi ah, rasanya aku tidak akan sanggup..." desah Rikky mengelus perut nya yang sudah keroncongan.


"Galuh...!" panggil Rikky.


"Ada apa lagi anak itu," keluh Galuh yang masih berada di kamar kecil sedang BAB.


Rikky terus memanggil Galuh sampai ia merasa bising, akhirnya Galuh keluar.


"Ada apa sih Rik? ganggu konsentrasi aja orang lagu nabung juga," cetus Galuh.


"Aku sudah tidak tahan lapar Gal..." keluh Rikky.


"Terus? mau ngapain lagi?" tanya Galuh pura-pura bertanya.


"Iya, iya aku keluar malam ini, mudah-mudahan dapat target." ujar nya berharap.


"Makasih Galuh, kamu memang sahabat terbaikku.


"Ada mau nya aja gitu!" cibir Galuh bersiap-siap akan segera pergi.


Dua jam, menjadi tiga jam Rikky menunggu Galuh tidak juga kunjung datang. Rikky makin lama makin kelaparan. Dadanya sudah sesak hingga ia hampir pingsan Galuh datang membawa sebungkus nasi untuk nya.


"Akhirnya kamu datang juga hampir mati aku menunggu mu." ujar Rikky segera membuka bungkusan plastik yang di bawa Galuh.


"Gadis itu sungguh baik dia memberikan ku tips saat aku menemukan dompetnya yang terjauh, saat itu ia sedang panik karna dompet nya terjatuh aku yang barusan lewat di sekitar situ melihat ada sesuatu di tanah dan ternyata itu dompet gadis itu. Isi nya tebal banget, aku tidak tega melihat gadis itu terus mencari-cari dompetnya lalu aku mengembalikan nya pada nya. dan ia memberikan aku sejumlah uang yang banyak sekali, tapi aku menolak nya entah kenapa saat itu pikiran ku jadi tidak tenang untuk mengambil nya, aku menolak pemberian nya aku cuma mengambil secukupnya untuk membeli nasi goreng itu." tutur Galuh bercerita panjang lebar.


Rikky mendengar sambil mencibir, "Sok baik kamu depan cewek cari sensasi ya? kenapa tidak ambil semua kan lumayan buat kamu jajan beberapa hari."

__ADS_1


"Ini beda gadis nya Rik, tidak sama dengan yang kemarin. Gak tau kenapa aku gak tega melihat nya kesusahan dan seketika itu juga jiwa malaikat ku datang aku tiba-tiba berubah kalem. Gadis itu memuji ku dan memberi aku kartu nama nya." Galuh mencari kartu nama yang diberikan gadis tadi di semua saku nya.


"Hah... koq gak ada kartu itu? Apa mungkin terjatuh. Aduh!.. aku bego banget sih koq bisa hilang mana tidak sempat kenalan lagi dengan gadis itu, Yah sayang sekali aku hanya mengingat wajah nya dan senyuman nya saja," Galuh memukul jidat nya.


"Hah... mungkin kamu sedang berhalusinasi Gal... bukan gadis yang kau jumpai itu tapi...." Rikky berhenti dan tertawa.


"Tapi apa?" Galuh melototi Rikky yang menertawai nya.


"Itu tu yang suka cikikikan di atas pohon." jelas Rikky.


"Kunti..." tebak Galuh cemberut.


"Yah siapa lagi yang malam-malam keluyuran di luar gak mungkin gadis lah, aku yakin itu bukan manusia tapi Mbak Kun...," ledek Rikky mulai merinding.


Galuh memanas, "Mungkin saja ia kepepet terpaksa keluar rumah. Aku yakin dia manusia kamu iri saja mendengar ceritaku."


"Hah, kurang kerjaa kali aku iri, gadis mana lagi coba? apa gadis yang kemarin?" tanya Rikky ikut pemasaran.


"Itu sih bukan gadis tapi bencong hahahaha... udah itu sok jago lagi," terang Galuh.


"Kamu ada-ada saja buat cerita," Rikky mengabaikan Galuh.


"Ini bukan di buat kebetulan dan aku terpesona melihat senyum nya yang manis gadis itu ada lesung pipi menghiasi pipinya ia memegang tangan ku dengan erat waktu aku balikin dompet nya. uhgh sungguh so sweat saat ia menatap ku. Sampai saat ini seakan aku masih melihat mata nya yang indah." Galuh terus mengingat wajah gadis yang baru di jumpai nya tadi.


Di tempat lain


Rini yang baru pulang dari ATM untuk mengirimkan uang pada Rikky, ia tampak senyum-senyum sendiri di saat mengingat kejadian yang barusan ia alami bertemu dengan pria baik hati.


"Ternyata masih banyak manusia yang jujur di bumi ini," batinnya.


Rini melangkahkan kakinya menuju kamar nya ia tidak tau kenapa malam itu ia bahagia sekali bertemu dengan seorang pria yang baik hati itu. Ia terus mengingat wajah pria yang telah menemukan dompet nya tadi. Rini menunggu ponsel nya berdering hampir satu jam ia menunggu berharap pria itu akan menghubungi nya, Rini jadi tidak tenang membuat nya susah tidur.

__ADS_1


Semoga aja ketemu dalam mimpi desah Rini berusaha memejamkan matanya. Ia tersenyum sambil memeluk guling kesayangan nya.


__ADS_2