
"Kita lihat siapa yang akan tertipu kamu atau aku," batin gadis tomboi yang baru saja insyaf belajar memakai fashion cewek dengan tas di samping tangan nya. Ia masih merasa kaku berjalan memakai tas selempang seperti wanita kebanyakan ia lebih nyaman dengan tampilan tas di depan mirif tukang sayur. Tapi kali itu ia merubah penampilan nya dengan maksud agar mudah dapat kerja ia memoles bibir nya dengan lipstik tipis dan hanya bermodal bedak bayi milik nya. Gadis itu tidak lain adalah Sera yang pada waktu itu berjalan keliling mencari pekerjaan.
Sera sudah jauh berjalan maksudnya akan pulang, tapi keadaan memaksanya untuk melanjutkan langkah nya ada seorang yang mencurigakan mengikuti nya dari belakang terpaksa ia berpura-pura masuk komplek perumahan penduduk. Sera keluar gang, masuk gang, tetap di ikuti orang tersebut yang tidak lain adalah Galuh yang mengincar tas di tangan nya dari tadi. Niat nya ingin mengambil tas tersebut, namun Sera membuat nya cukup lelah, Galuh selalu mengikuti kemana pun Sera pergi termaksud ke Empang belakang rumah warga.
"Wah... ini cewek sebenernya mau kemana sih habis aku di buat nya capek. Ia selalu pergi ke tengah keramaian membuat ku susah beraksi, tapi kali ini kenapa ia pergi ke Empang? Ada-ada saja ini niat mau ngerampok atau mau intip mak-mak mandi sih! udah itu banyak penampakan kaca mata dan kelelawar lagi( maksud Galuh dalaman perempuan 🤭) iiih buat jijik aja pergi ke belakang rumah orang mana jorok lagi," gerutu Galuh.
"Ini orang gak kapok juga aku bawa keliling. Yah sudah aku juga capek, istirahat dulu aja kali ya... aku ingin melihat reaksi nya, mumpung sini sepi biarin aja deh... aku mau tau kehebatan dia," batin Sera.
"Numpang pipis dulu ah...," Sera sengaja berpura-pura pipis menyerupai laki-laki. Air gelas mineral tadi masih dalam tas nya ia mengambilnya diam-diam dan membuang nya menyerupai air pancoran laki-laki.
Galuh mengintip Sera ia penasaran dengan aksi Sera sebenarnya mau ngapain. Mata sangar Galuh menyelidiki.
"Sebenarnya itu gadis mau ngapain sih...?" Galuh kepo.
"Hah... yang benar saja? dia buang air lupaya. Ternyata dia...." Galuh menutup mulutnya karna hampir mengeluarkan bunyi, tawa nya ia tahan dan ternyata ia tidak menyerah dengan hal itu. Ia masih tetap berniat untuk mengambil tas gadis jadi-jadian itu.
Galuh berjalan menyelinap sudah mendekati Sera yang masih menjalankan aksi nya.
"Hah... akhirnya lega...," ucap Sera ia menoleh kebelakang. Galuh pura-pura menoleh ke arah lain membuang muka ingin muntah. "Dari tadi aku terpesona juga melihat gadis ini tapi ternyata... Bambang..." Galuh menahan tawa.
"Alaa jangan sok munafik gitu deh... bilang aja kamu mau ngerampok ia kan...?" tanya Sera menantang.
"Kok tau...?" ucap Galuh kelepasan bicara.
"Aduh ngapain aku jawab sih ini kan ceritanya mau rampok bukan mau wawancara." batin Galuh.
"Ya tau lah, tampang kamu mencurigakan sih... kalau mau rampok bilang dong dari tadi, gak usah pake acara ngikutin segala." omel Sera.
"Jadi udah boleh rampok ni... ?" tanya Galuh lagi.
"Astaga aku bego banget sih..." batin Galuh.
"Sejak kapan perampok ijin dulu sebelum ngerampok, wah... ini orang lucu juga boleh dikerjain ni... batin Sera.
Sera terseyum. Galuh segera menjalankan aksinya.
__ADS_1
Ia merebut tas di tangan Sera.
"Ups... tunggu dulu kalau mau minta bilang dong... jangan pake rebut gitu!" cibir Sera bermuka masam.
"Tuh ambil!" Sera melempar tas nya ke arah Galuh yang hanya berjarak setengah meter.
"Baik banget ni gadis mau menyerahkan tas nya jangan-jangan ada Bom nya. Aduh gimana nih...?"
krukk suara cacing sudah main dram band di perut Galuh. "aku harus segera mendapatkan uang buat ngasih cacing-cacing ku makan, ada si kunyuk juga di kos yang kelaparan," batinnya.
Galuh memberanikan dirinya membuka tas milik Sera, sedangkan Sera duduk saja memperhatikan Galuh menggeledah tas nya. Mana isi nya gak ada yang benar lagi segala macam hal yang tidak penting. "Ih isi nya jorok benget sih ada jeroan...," Galuh mengeluarkan bekas tisu kotor dan saputangan kotor banyak noda make up kaca yang sudah buram kaca mata gak ada tangkainya masker wajah yang segala macam bungkus permen lollipop dan permen karet. Sebenarnya Permen-permen itu senantiasa menemani Sera berjalan agar tidak merasa jenuh ia selalu mengulum Loly pop dan permen karet. Itu lah jurus andalan nya untuk mengusir ngantuk dan bosan nya. Ia sengaja tidak mau membuang bungkus nya karna tidak mau mencemari lingkungan ia akan membuang nya setelah menjumpai tong sampah.
Galuh melihat semua yang tidak penting itu ia memasukan semua isi nya lagi dan menutup nya
"Apaan isi tas kamu semuanya sampah, nih ambil...!" Galuh melempar tas ke muka Sera.
"Eh mau balikin barang orang yang sopan ya...!" bentak Sera.
"Ini koq lebih sadis korban dari pada perampok nya aku tidak boleh kalah dengan dia." Galuh mencoba beraksi layak nya perampok.
"Aduh sakit...!" jerit Sera.
Galuh mau meraba saku Sera. Sera reflek menonjok ke arah muka Galuh. Bub.... tonjokan itu tepat sasaran di jidat nya Galuh.
"AU sakit...!" Galuh menjerit.
"Hahahaha cemen banget sih jadi rampok!" ledek Sera.
Galuh mengejar Sera.
"Aduh capek... tunggu bentar kamu mau ini kan...?" Sera menunjukan dompet nya.
"Cepat serahkan! atau..."
"Atau apa?" tanya Sera
__ADS_1
"Hem.... Banyak bacot kamu jangan banyak tanya cepat berikan dompetnya," Galuh sudah ngos-ngosan di tambah lapar lagi membuatnya tidak mampu lagi.
"Tenang dulu, ini...!" lempar Sera. Galuh segera menyambut dengan kedua tangan nya. Dompet sudah di tangan Galuh, sudah siap akan membuka nya.
"Eh tunggu dulu! ada syaratnya." Sera merebut dompet itu lagi.
"Apa lagi!" Galuh memasang muka jengkelnya.
"Setelah aku serahin, janji gak akan ganggu aku lagi.
Aku sudah capek tau...!" dengan napas ngos-ngosan Sera memberikan dompet nya yang masih ada isi nya namun tidak tau ada berapa.
Galuh mengangguk ia segera membuka dompet tersebut. "Dasar banci miskin! isi nya cuma 10 ribu dan beberapa uang koin saja!" gerutunya sambil membuang dompet Sera ke arahnya, ia pun meninggalkan Sera.
"Nyesal aku mengikuti kamu dari tadi, bikin capek aja ternyata isi nya cuma segitu!" omel Galuh sambil berjalan.
"Hahaha masih untung ada," ujar Sera sambil tertawa.
"Ini sama juga tidak ada kali...!" Galuh masih mendengar suara Sera mencibir.
Sera teringat ia akan naik angkot bayar ya pake apa.
"Bang...Bang... balikin uang aku... itu buat ongkos angkot Bang...," teriak Sera.
Galuh menoleh merasa kasian ia memberikan uang receh pada Sera 1 lembar 2000 milik nya.
"Tuh ambil!" Galuh membuang uang 1 lembar itu kebelakang. Sera berlari memungutnya.
"Sialan cuma dua ribu!" gerutunya.
Sera membongkar semua isi dompet nya ternyata masih ada uang 5 ribuan recehan uang koin ia menjumlahkan uang tersebut masih bisa untuk ongkos nya pulang.
Sedangkan Galuh masih berjalan pelan menuju warung gado-gado ia membeli 1 bungkus gado-gado untuk mengganjal perut nya bersama Rikky.
"Jadilah ini bisa di bagi dua, dari pada tidak ada...," lirih nya melihat sebungkus ngado-gado yang sudah di tangan nya. Ia pun pulang ke kos nya dengan kaki yang sudah pegal-pegal karna habis larian dengan Sera.
__ADS_1
Hahahaha Galuh... Galuh...🤭