
Galuh yang berada di bawah selimut merasa risih dengan tingkah Rikky.
"Ada apa sih ganggu mulu! gak hp kamu lagi aku ngantuk tau...!" cetus nya.
"Aduh Galuh, bantuin aku dong... aku harus bagaimana?" lirih Rikky menggoyang-goyang tubuh kekar Galuh.
"Bantu apa sih...!" Galuh mulai menoleh arahnya.
"Aku harus bagaimana ada orang yang mengetahui nomor ku." terang Rikky.
"Siapa?" Galuh masih enggan untuk bangun.
"Seorang gadis yang bernama Sera." sebut Rikky.
"Sera, siapa dia? aku tidak kenal dia." Galuh tidak mau tau ia tetap masih tiduran.
"Ya orang lah masa Kunti!" Rikky geram.
"Maksud aku siapa mu dia?" timpal Galuh.
"Bukan siapa-siapa sih, tapi aku takut ia akan mengetahui keberadaan ku di sini. Aku takut Galuh!bantuin aku..." Rikky memaksa.
"Bantu bagaimana kamu nyusahin aja!" cetus Galuh sudah mulai bangun membuka dirinya dari selimut.
Rikky menyuruh mengangkat ponsel itu seolah-olah bukan nomor Rikky biar Sera tidak menghubungi nya lagi.
"Argh... kamu nyusahin aja! sini!" cetus Galuh merebut ponsel Rikky dan mencoba bicara dengan Sera.
📞 "Halo dengan siapa ini?" sapa Galuh menyamarkan suaranya.
📞"Ini aku Sera Rik...," ucap nya.
📞"Sera? Sera siapa... maaf ini bukan Rik." ujar Galuh
📞"Rikky maksud nya," jelas Sera.
📞"Iya maaf mbak ini bukan nomor Rikky ini nomor saya. Anda salah sambung!" ucap Galuh berbohong.
"Mau bilang nomor siapa...," bisik Galuh pada Rikky di samping nya.
"Parno... ia bilang aja parno...," jawab Rikky cuma mangap. Galuh mengangguk mengerti.
__ADS_1
📞"Mbak... Ini nomor nya porno." ucap Galuh salah dengar.
📞"Porno?" Sera salah tanggap ia emosi dikira mengejek nya.
"Parno oon..." jitak Rikky pada Galuh.
"Aduh... sakit!" sontak Galuh memaki Rikky.
📞"Apa nya yang sakit? kamu memaki saya? Sera mengamuk. " kalau bicara yang sopan nya bentak Sera. "Aku serius nanyak ini nomor siapa? kamu malah mengejek."Sera bersuara lantang.
📞"Maaf mbak aku habis di gigit. Di gigit... di gigit tikus." Galuh dapat ide.
📞"Hah...?" sambung Sera penuh tanya.
📞"Iya aku habis di gigit tikus di sini banyak banget soalnya aku memaki-maki tikus nya biar tidak gigit lagi mbak...," terang Galuh.
"Sialan kamu bilang aku tikus!" gerutu Rikky.
"Mau bilang apa lagi coba kan kepepet?" Galuh bicara pelan.
📞"Hah... dasar gila! berisik banget sih kamu lagi ngomong sama siapa sebenarnya." tanya Sera dengan nada ngegas.
"Aku lagi bicara sama si tikus." jawab Galuh.
"Ternyata ini nomornya orang gila! berani ya Rini memberi nomor orang gila padaku!" gerutu nya kesal ia balik memaki-maki Rini.
Rikky merebut ponsel nya ke tangan Galuh.
"Kamu gimana sih! di suruh bilang serius malah main-main. Dasar preman kacang!" cetus Rikky.
"Kamu yang preman kacang gak berani walaupun di ponsel gimana mau melawan polisi kalau begitu. Di telpon sama cewek aja takut dasar cemen!" ledek Galuh. "Aku sudah tidak ada mood untuk tidur lagi. Ini semua karna kamu! Aku mau keluar aja!" gerutu Galuh ngomel-ngomel.
"Galuh, tolong belikan aku nasi ya... sudah satu hari aku tidak makan nasi. Pliss... perut ku lapar banget hanya minum air putih saja dari tadi." lirih Rikky memohon.
"Siapa suruh kamu bersembunyi di sini!" cibir Galuh.
"Pliss... cuma kamu sahabat ku satu-satunya di sini aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu Galuh," Lirih Rikky nada merayu.
"Astaga merayu dia... yah sudah. Sini uang mu!" pinta Galuh.
"Galuh, aku mana ada uang lagi. Semua nya sudah habis untuk beli obat kemarin." terang Rikky pelan.
__ADS_1
"Jadi nasi nya mau minta aja gitu?" Galuh mulai memanas.
"M... pake uang kamu aja dulu, ntar aku minta transfer adik aku. Aku pasti ganti koq..." ujar Rikky.
"Bukan masalah ganti Rik, tapi coba kamu lihat dompet aku nih..." Galuh memperlihat isi dompet nya tinggal dua ribu rupiah saja.
"Itu isi dompet kemana aja?" tanya Rikky.
"Lagi jalan-jalan! ya sudah habis lah... sudah satu minggu aku gak ngerampok tau! kamu di sini cuma numpang makan aja, lupa ya selama ini aku yang belanja..." omel Galuh.
"Iya-iya aku tau koq Galuh... tapi aku lapar banget nih... aku bisa mati kelaparan kalau begini. Apa kamu tidak ada ide lain lagi Luh... bagaimana caranya dapat nasi gratis?" ujar Rikky menyuruh Galuh mikir.
"Jangan bilang kamu menyuruhku ngerampok nasi di warung!" cibir Galuh.
"Hii... gak juga gitu sih," Rikky menggaruk kepala.
"Jadi?" tanya Galuh.
"Kamu ngutang dulu ya di warung nasi. Pliss Galuh... aku sudah lapar banget nih. Apa kamu tega melihat aku mati kelaparan," lirih Rikky memohon.
"Hah... ada-ada saja kamu nyusahin aku mulu! aku minta sebaiknya kamu pulang saja Rik... dari pada nyusahin aku saja!" gerutu Galuh ngomel-ngomel.
"Iya aku tau, aku akan pulang koq tapi belum sekarang! kasi aku tumpangan beberapa hari lagi yah...," ujar Rikky dengan muka tanpa dosa.
"Hah,..." Galuh membuang napas kasar merasa luluh.
"Tunggu bentar aku beli nasi buat kamu walau nasi doang."
"Kasi kecap sama kerupuk gak apa-apa Luh dari pada tidak," sambung Rikky.
"Hem... tunggu aja!...," Galuh berlalu pergi ke luar ikhtiar mencari cara bagaimana caranya bisa dapat nasi dua porsi buat Rikky dan diri nya yang sudah lapar juga dari tadi.
"Dia kira cuma dia yang lapar, aku juga lapar tau Nasib jadi perampok gak ada target mati kelaparan..." lirih Galuh menyusuri jalan raya.
Tampang preman padahal orang nya kocak ia melakukan pekerjaan sebagai merampok karna putus asa di putusin pacar nya karna memilih polisi dari pada dirinya, hanya sebagai fotografer. Akhirnya ia memilih jadi perampok karna ia tidak suka sama polisi ia akan selalu berbuat keonaran agar polisi sibuk karna ulah nya polisi dapat memburu nya pada saat itulah ia punya kesempatan buat membalas dendam pada seorang polisi. Ia sangat membenci polisi sejak di putusin pacar nya dan sudah menikah dengan seorang polisi ia kecewa berat dan akhiri nya ia . memilih menjadi orang jahat.
Saat itu Galuh melihat ada seorang gadis yang juga berjalan kaki mata nya menyelidiki gadis itu. Karena gadis itu membawa tas di tangan nya sudah tentu ada isi nya menurutnya. Niat brutal nya muncul itulah saat nya ia menjalankan aksinya ingin menjambret.
Gadis itu berjalan pelan dalam hati nya ia mengetahuinya kalau ada orang yang mengikuti nya dengan niat jahat.
Gadis itu bersiap-siap akan lari dan mencoba mengelabui nya dengan pura-pura tidak tau.
__ADS_1
"Dasar pemalas kerja nya mau jambret, belum tau dia siapa aku... lihat aja apa kamu bisa mengejar ku...." batin seorang gadis itu.
Ia kelihatan tenang tapi otak nya berpikir ia sudah tau bagaimana caranya mengelabui nya.