
Sera kebingungan melihat Rikky dan Galuh saling tarik menarik pada kedua tangan Rini. Rini yang sudah tidak tahan menahan diri asa sakit sebab keduanya tidak mau mengalah akhrinya Rini berteriak. "Cukup!" teriak nya.
Keduanya saling berpandangan dan melepaskan tangan Rini.
"Kalian kenapa sih, kayaknya anak kecil aja," omel Sera.
"Iya nih berdua sama-sama tidak mau mengalah sakit tau tangan ku!" keluh Rini.
Galuh menghampiri Rini. Yang mana yang sakit Sayang sini aku ciupin," ucap Galuh keceplosan telah memanggil nama Rini dengan sebutan Sayang.
Seketika mata Rikky melotot dan raut muka nya berubah jadi sadis seperti nya ia murka mendengar Galuh memanggil Rini dengan sebutan itu.
Rini dengan sengaja nya menginjak kaki Galuh untuk memberi kode peringatan pada nya.
Galuh menjerit kesakitan.
"Auw .. sakit kaki ku sayang kok kamu mijakin kaki ku sih!" gerutunya.
"Sayang? tunggu! ini ada apa kenapa Galuh memanggil nama mu begitu?" protes Rikky.
"Gak tau Bang, tanya saja orang nya," cetus Rini merasa risih dengan pertanyaan Rikky yang memojokkan nya sambil melototi Galuh untuk tidak memberitahu Rikky hal yang sebenarnya.
"Tidak ada apa-apa kok Rik, kamu lebay banget sih aku kan cuma bercanda memanggil Rini dengan sebutan itu. Tapi aku bingung kenapa kamu tidak suka aku memanggil Rini dengan sebutan itu ?" tanya Galuh.
"Tidak suka, pokok nya jangan sampai kamu mendekati Rini apalagi memacari nya. Awas saja kamu kalau berani. Aku tidak akan merestui kalian titik tanpa koma," tegas Rikky mencetus.
__ADS_1
"Rini... ," panggil Galuh
"Iya Bang Galuh ada apa?" tanya Rini lembut.
"Apa kamu akan mendengar kata-kata dia?" tanya Rikky menunjuk kepada Rikky.
Rini bingung ia diam terpaku. Dalam hatinya merasa serba salah.
Galuh mendekati Rini, "Rini tatap mata ku..." pinta nya. Rini pun menatap nya dengan tajam mata bertemu mata seolah mengisyaratkan sesuatu yang sulit diartikan hanya mereka yang tau dan merasakan nya.
Rikky semakin memanas ia menarik tangan Rini.
"Jangan dekati dia Rini, nanti kamu termakan rayuan gombal nya. Dia bukan lelaki baik-baik Rini dia seorang perampok," ucap Rikky dengan sinisnya.
"Iya aku tau Bang, dia memang perampok, perampok yang sudah merampok sebagian dari hati ku," sahut Rini menantang.
"Aku cinta pada Galuh Bang...!" ucap Rini berkata jujur.
"Tidak Rini, jangan masa depan mu akan suram jika kamu bersama Galuh, dia tidak ada masa depan Rini ingat itu!"
Bang Rikky tidak boleh begitu semua masa depan Tuhan yang menentukan," Rini menggurui.
"Rikky kenapa menghalangi cinta kami? aku sangat mencintai Rini," timpal Galuh.
Keduanya kembali saling tarik menarik tangan Rini lagi. Tiba-tiba tangan Rini yang di tarik Rikky terlepas. Rini jatuh di pelukan Galuh
__ADS_1
dan Galuh dengan sigap nya menyambut tubuh Rini dan memeluknya. Mata Rikky semakin melotot begitu juga dengan Sera kedua orang itu sama histeris melihat keduanya sudah berpelukan.
"Astaghfirullah Rini! kalian bukan muhrim kenapa berpelukan?" ucap Sera.
"Lepaskan adik ku Galuh, dasar buaya kamu mencari kesempatan dalam kesempitan. Rini kok kamu mau-mau nya sih di peluk sama Galuh," cetus Rikky memanas.
"Ma-maf Bang kami tidak sengaja, melakukan nya karena Abang yang sudah melepas kan tangan Rini."
Kedua nya saling melepaskan pelukannya Galuh tersenyum penuh dengan kemenangan. Akhirnya dapat kesempatan memeluk seorang gadis yang sangat di kagumi nya itu. Selain cantik Rini juga memiliki hati yang baik, ceria penuh dengan pesona.
Lelaki mana sih yang tidak akan tertarik pada nya tidak terkecuali Galuh ia sangat mengagumi mahluk manis ciptaan Tuhan itu. Hati Galuh terasa berbunga-bunga hari itu walaupun Rikky masih belum merestui mereka untuk berpacaran.
Di tempat lain.
Keyla dan keluarga Aldi sudah siap akan berangkat ke pulau Sumba hari itu. Mereka sudah sampai di Bandara. Mereka berjalan secara berpasangan Pak Hendra dengan Pak Fajar, Bu May dengan Pak Edi, dan Aldi dengan Keyla. Kedua pasangan itu sejak dari rumah asik bergandeng tangan saja sehingga membuat semua meledek nya.
"Sepertinya mereka sudah tidak sabar lagi akan menikah," ucap Pak fajar pada Pak Hendra.
"Kayak tak pernah muda saja kamu Jar," timpal Hendra, kedua nya saling tersenyum.
Aldi dan Keyla pokus dengan jalan nya mereka tidak tau kalau mereka sedang di perhatikan oleh papa nya dan Pak Fajar. Bu May dan Pak Edi juga sedikit tertawa mendengar Pak Fajar dan Pak Hendra sering membicarakan kedua anak dan calon menantu ya itu. Tapi dengan beban yang selalu saja muncul di benak nya. Yaitu tentang kejadian 20 tahun silam Pak Edi berusaha menenangkan dirinya. Entah kejadian apa yang akan terjadi setelah Hendra mengetahui semua nya ia kuatir pada hubungan Keyla dan Aldi akan terganggu.
"Bu... apa sebaiknya kita jaga jarak aja dengan mereka, Ayah merasa bersalah Bu. Ibu si menerima ajakan mereka aku merasa tidak tenang Bu," bisik Pak Edi pada Bu May.
"Sudah lah Yah, tenangkan diri mu saja yakin lah Tuhan pasti menolong kita. Berdoa saja Yah, agar hubungan Aldi dan Keyla tidak terseret ke masalah mu." ujar Bu May menggurui.
__ADS_1
Keduanya nya pun pokus mempersiapkan diri masing-masing. karana sebentar lagi keberangkatan akan tiba tinggal menunggu pengumuman.
Beberapa saat kemudian mereka mendapat pengarahan agar mempersiapkan diri untuk segera naik ke pesawat. Mereka pun bergegas menuju pesawat yang akan mereka tumpangi.