Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Ucapan Rikky tentang jodoh.


__ADS_3

Di pagi itu Rini sendirian menjaga Rikky yang sebentar lagi akan memasuki ruang operasi Sera dan Galuh belum datang.


"Dimana mereka ya...? katanya mau pergi ke sini." Rini melihat di sekeliling belum ada tanda-tanda kedatangan Galuh dan Sera.


"Gak apa-apa Rin, mungkin mereka ada kesibukan," sahut Rikky.


"Iya Bang Abang yang kuat nya tidak boleh lemah, setelah operasi Abang gak boleh kemana-mana lagi harus temani rini di kafe," pinta nya.


"Iya pasti, maafin abang ya Rin, selalu nyusahin kamu sudah dua hari kamu tidak kerja karna abang," Rikky merasa bersalah.


"Ga pa-pa Bang, ada Dara salah satu karyawan yang menghandel di sana mengantikan Rini jadi Abang tidak usah kuatir tentang perkejaan rini orang nya dapat di percaya kok," jelas Rini.


"Syukurlah..." Rikky merasa lega.


Tidak lama kemudian Galuh datang dengan penampilan berbeda dari biasanya.


Pandangan Rini terhenti melihat seseorang yang jauh di sana berjalan menuju ruangan itu Rini menatap tapi kurang yakin itu siapa, Rini terpukau saat melihat Pria yang memakai kemeja panjang hari itu. berjalan penuh wibawa ternyata itu Galuh, sudah kembali bekerja sebagai fotografer dengan kamera yang di kalung kan di leher nya menandakan kalau ia seorang fotografer sungguhan.


Rikky melihat dari jauh juga tidak mengenali Galuh.


"Siapa itu Rin...?"


"Hem sepertinya itu Galuh Bang..."


"Yang benar saja ia tampak beda dari biasanya."


"Gak tau!" Rini menajamkan penglihatan nya melihat pria itu berjalan sambil memasang senyum pada Rini. "Dia benaran Galuh Bang," bisik Rini tampak memperhatikan pria itu.


Semakin dekat semakin jelas pria itu memang Galuh. Rikky tidak percaya itu Galuh ia menggosok-gosok mata nya ternyata pandangan nya tidak berubah kalau itu benar Galuh. Rini sengaja membuka pintu dari tadi karena masih menunggu Sera dan Galuh ia juga baru saja masuk ruangan itu.


"Hay, Rini..." sapa Galuh.


"Galuh itu benaran kamu?" ucap Rikky tidak percaya.


"Wah meledek ya...? ya iya lah aku siapa lagi!" sahut nya.


"Inilah profesi ku sebenarnya Rik... semalam aku bertemu dengan sutradara teman lama ku, dia mengajak ku kerja sama lagi. Aku yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu langsung menerima tawaran nya." terang Galuh.


"Bagus deh Gal... ada kemajuan. Aku ikut bahagia melihat mu sudah mulai bekerja. Semangat ya...!"

__ADS_1


"Iya sama-sama aku semangat juga jari ini jadi kan operasi nya?" tanya Galuh.


"Iya jadi," sahut Rikky.


"Syukurlah kamu yang kuat ya... semoga operasi nya berjalan dengan lancar kamu bisa jalan normal lagi. Tapi maaf yah, aku gak bisa lama-lama Rik... karena hari ini aku sudah mulai ada jadwal motret." jelas Galuh.


"Amin... hebat dong langsung dapat job..." Rikky senang melihat sahabat nya sudah mulai bekerja.


"Iya nasib baik lagi berpihak padaku, doakan aku ya Rik... biar kerja nya lancar agar aku bisa kumpulin duit buat menghalalkan pujaan hati ku," ucap Galuh sambil tersenyum penuh percaya diri tanpa tau jelas isi hati wanita yang sudah di pilih nya.


"Pasti aku doakan selalu, btw siapa dia?" Rikky merasa kepo.


Galuh melirik ke arah Rini yang memasang wajah tegang.


"Siapa yang di maksud Galuh. Aku doakan semoga kamu bahagia Galuh!" diam-diam Rini berdoa untuk Galuh pria yang sudah membuat nya jatuh hati.


Rini tidak tahan manahan gejolak hati nya hingga Mata nya mulai berkaca-kaca.


"Rin, aku pergi dulu," ujar Galuh memasang muka senyum semanis mungkin.


"Untuk apa senyum mu itu Bang Galuh, kalau di hati mu sudah ada yang lain, karna itu hanya membuat ku semakin sakit." lirih Rini membatin.


"Apa ini...?" Rini kaget.


"Buka lah...!" Galuh tersenyum.


Rini melihat itu sebuah liontin. "Bang Galuh...!" seru Rini. Galuh hanya menoleh terseyum pada Rini ia pun berlalu.


"Apa arti pemberian mu ini Galuh...," desah Rini dalam hatinya.


Rini, si Galuh kasi kamu apaan?" tanya Rikky yang merasa curiga.


"Tidak apa-apa kok Bang...?" Rini menyangkal ia menyembunyikan liontin itu di tangan nya.


"Aku melihat Galuh seperti memberimu sesuatu." Rikky menerka.


"Tidak ada, dia cuma bercanda." Rini tertawa.


"Hah, ada-ada saja Galuh. Tapi aku senang dia sudah berkerja."

__ADS_1


"Iya Rini juga senang Bang..." sahut nya.


Rikky menatap tajam ke arah Rini. Ia merasa curiga kalau Rini ada maksud lain pada Galuh. Rini langsung menanggapi tatapan Rikky kalau dia hanya sebatas senang melihat Galuh dapat perkejaan bukan yang lain nya.


"Aku berharap kamu akan dapat jodoh yang baik Rin, tidak seperti Galuh yang tidak punya siapa-siapa. Dia anak sebatang kara tidak punya orang tua. Aku gak mau kamu ikut merasakan kesedihan gimana rasanya jika tidak punya orang tua." jelas Rikky membeberkan rahasia Galuh.


"Bukan kah kita sekarang sudah merasakan nya Bang...? jadi apa yang akan di kuatirkan lagi aku sudah terbiasa hidup mandiri dan tidak mengandalkan harta orang tua, aku bisa bertahan hidup." sahut Rini mantap.


"Itu benar Rini, tapi setidaknya kamu jangan cari jodoh yang sama dengan kehidupan kita. Apa kamu mengerti maksud Abang?"


"Iya rini mengerti Bang, tapi semua nya tergantung jodoh." Rini menambahkan.


"Tidak ada jodoh yang tidak disertai kemauan Rini, Jika kamu menolaknya maka jodoh itu pun tidak ada. Aku sudah mengalami bagaimana jodoh mempermainkan ku. Jadi, aku tau yang namanya jodoh itu tidak ada. Yang ada hanya pilihan hati kita." tutur Rikky.


Rini terdiam mendengar ucapan Abang nya yang sama sekali bertentangan dengan paham nya. Karna bagi Rini jika jodoh itu tertarik pada seseorang ingin saling memiliki. Bisa mengubah hidup menjadi lebih baik itu lah jodoh.


Rikky memperingatkan Rini agar tidak dekat-dekat dengan Galuh Rini pun jadi cemberut membuang muka memandang Rikky. Seketika ruangan menjadi hening mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing.


Tiba-tiba Sera datang membincing kantong berisi kotak makanan. Dengan bingung nya memperhatikan kedua adik kakak itu saling membuang muka.


"Ada apa dengan kalian?" tanya Sera memecah keheningan di ruangan itu.


"Tidak ada apa-apa!" jawab mereka bersamaan.


Sera pun mengangkat bahu tidak mengerti apa yang sudah terjadi antara adik kakak itu. Ia pun duduk di sebelah Rikky sambil menyodorkan kotak nasi pada Rikky. Rikky tampak bingung, kenapa akhir-akhir ini Sera selalu menyempatkan dirinya untuk menemani nya bahkan mengurus semua keperluan nya.


"Sera apa aku boleh bertanya?"


"Yah, tanya saja?" Sera sibuk menyiapkan nasi di piring untuk Rikky.


"Kamu pasti belum makan iya kan...?"


"Apa kamu tidak merasa aneh dengan dirimu?" tanya Rikky.


"Apa ya yang aneh...?"


"Hem yah sudah lah," Rikky batal mengucapkan nya. ternyata Sera tidak menyadari kalau ia sudah memberi perhatian nya yang lebih dari sekedar teman pada Rikky. Hari itu ia membelikan Rikky nasi dan sudah menyuapkan Rikky.


Rikky yang terbawa arus ikut saja apa yang di perbuat Sera dia pun selalu tunduk.

__ADS_1


Nasi hampir habis di piring Sera semangat menyuapi Rikky. Sedangkan Rini cuma memandangi saja dari tadi.


__ADS_2