Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Akhirnya ketahuan


__ADS_3

"Ternyata kamu tinggal di sini?" ujar Sera yang sudah berada di depan pintu.


Sontak Rikky kaget ia merasa heran padahal tadi Sera sudah menghilang ternyata tiba-tiba ada di depan rumah.


"Sera! ngapain kamu mengikuti kami sampai ke sini?" tanya Rikky.


"Aku mau mengajak mu pulang Rikky aku kuatir dengan keadaan mu kamu harus segera berobat," pinta Sera.


"Cukup Sera, berhenti memaksa ku harus berapa kali Aku berkata kalau aku tidak mau pulang tolong tinggalkan tempat ini karna kamu tidak boleh ke sini," ujar Rikky sedikit keras.


"Emang kenapa?"


"Di sini kos-kosan cowok. Ibu kos bisa marah kalau kamu ada di sini," jelas Rikky.


"Bilang saja kalau aku saudara mu," pinta Sera.


"Tetap tidak bisa Sera, ku mohon pergi dari sini...," Rikky memohon agar Sera meninggalkan nya.


"Nggak-nggak! aku mau di sini menemani mu," Sera kecoplosan.


"Apa? merawat ku?" Rikky kaget mendengar ucapan Sera di luar dugaan nya itu.


"Iy-iya aku ingin di sini merawat mu Rikky," pinta Sera memaksa.


"Apa kamu sudah gila mau-mau nya merawat ku dan membuang-buang waktu mu disini? Rikky


"Iya aku mau aku tidak apa-apa," Sera berisi keras.


Akhirnya Rikky mempersilahkan Sera masuk. Ia ijin ke dalam sebentar untuk mengambil tongkat nya. Di saat Rikky ke dalam, Galuh pun keluar ia berteriak melihat seseorang yang dihindari nya tadi sekarang sudah berdiri di hadapannya.


"Kamu?" Galuh kaget ingin sembunyi tapi sudah terlanjur ketahuan.


"Ya... kamu kaget kenapa aku bisa sampai kesini?" Sera melototi Galuh.


"A- kamu ngikutin kita sampai sini ada perlu apa?" Galuh panik.


"Rik... Rik... Rikky...," teriak Galuh memanggil Rikky.


"Ada apa Gal... teriak-teriak?"


"Duh bisa repot kalau Sera tau kalau Galuh teman ku. kenapa Galuh keluar sih...?" batin Rikky merasa kesal.


"Ada keperluan apa gadis ini di sini Rikky?" Galuh menatap tajam Rikky.

__ADS_1


"Kamu pake nanyak segala lagi. Yah aku akan menjemput Rikky lah... tuh kamu lihat siapa yang datang." Sera menunjukan seseorang yang baru saja datang pakai mobil orang itu segera turun setelah Sera memangil nya.


"Rini? kok bisa ada di sini?" Rikky kaget setengah mati melihat adik nya mendatangi kos nya.


Dengan langkah kaki ringannya Rini datang menghampiri mereka.


"Jadi di sini luar negeri nya Abang Rikky?" ledek Rini.


"Rini kamu ngapain di sini?" dari mana tau tempat ini?" tanya Rikky heran.


Dengan tersenyum Sera menjawab. "Dari aku, aku yang menyuruh Rini ke sini untuk menjemput mu."


"Aku akan menjemputmu pulang Bang...!" seru Rini.


"Tidak! aku tidak mau pulang Rini," sambung Rikky menolak.


"Kaki Abang kenapa? kenapa Abang pake tongkat?" tanya Rini memperhatikan kondisi abang nya.


"Panjang ceritanya Rini," Rikky menoleh kebelakang melihat Galuh dengan tatapan tajam nya ke arah Rini


"Kamu?" keduanya berbarengan kaget.


"Kamu yang waktu itu kan?" ujar Rini ragu.


Galuh menunduk malu.


"Yah dia gadis yang ku ceritakan itu Rik...," ujar Galuh merasa malu.


"Oh... ini adik ku Gal..." jelas Rikky.


"Oya waktu itu kita belum sempat kenalan kan?" ujar Galuh dengan lancang nya mengulurkan tangannya ingin bersalaman. Rini menunduk malu melihat Galuh mengulurkan tangannya di hadapan nya.


"Wah... kalian sudah saling mengenal rupanya," ujar Sera memandang haru melihat Galuh dan Rini bertatapan mata.


Dengan malu nya Rini bersalaman dengan Galuh Pria yang di kagumi waktu itu yang sudah menemukan dompet nya. "Tidak menyangka ya, kita bertemu di sini teryata kamu teman nya Bang Rikky...," ujar Rini tampak malu-malu.


"Jangan terlalu dekat dengan dia Rin, dia ini seorang perampok." ledek Rikky membocorkan rahasia.


Mendengar ucapan Rikky, Sera jadi ingat kejadian lalu tentang dirinya yang sudah di rampok oleh seorang yang potongan tubuh nya mirif Galuh. Sera berusaha mengingat wajah bertopeng itu ia menduga pasti Galuh lah pelaku nya.


"Oh iya ternyata kamu!" Sera mengingat semuanya.


Galuh memandang Sera dengan ketakutan.

__ADS_1


"Ma-maf aku tidak sengaja waktu itu," Galuh mengakui kesalahannya.


"Dasar kamu perampok kamu sudah merampas tas ku hari itu kan!" Sera langsung mengajar Galuh habis-habisan dengan menarik rambut dan kuping nya hingga merah Galuh menjerit kesakitan.


"Ampun... ampun... sebenarnya itu bukan kesalahan ku ampun.... Sera aku ngaku salah," jerit Galuh.


"Kamu bilang itu bukan kesalahan, jadi itu kebaikan maksud mu?" cetus Sera semakin kuat menjewer Galuh.


"Em... tolong dengerin dulu... lepasin kuping ku bisa putus...," teriak Galuh tidak tahan menahan sakit akibat perlakuan Sera.


"Sebenernya itu kesalahan Rikky...," ujar Galuh.


Sera menoleh ke arah Rikky dan Rini yang dari tadi asyik tertawa menertawai nya dengan Galuh.


"Jangan tertawa kamu Rikky...!"


Sontak Rikky berhenti tertawa. "Aku tidak ikutan dalam masalah ini Sera jangan menatapku begitu!"


"Ternyata kalian sekongkol ya...Rik koq mau aja temenan sama penjahat seperti dia?" tunjuk Sera ke arah Galuh.


"Sera udah deh berenti mengajar Galuh kasian dia," ujar Rikky yang kasian dengan nasib teman nya itu.


"Dia bukan penjahat koq Sera, mungkin dia lagi kepepet terpaksa merampok dan mungkin saja ia ada alasan lain kenapa ia melakukan hal itu kita tidak boleh menghakimi orang lain," ajar Rikky menggurui.


"Kamu melindungi seorang penjahat aku tidak habis pikir pada mu Rik!" cela Sera.


"Terserah kamu Sera beranggapan apa pun terhadap ku yang jelas Rikky juga penjahat koq," sambung Galuh membalas dendam karna Rikky juga telah membocorkan rahasianya.


Riki memasang wajah kecut melihat kearah Galuh.


"Penjahat, Rikky kamu sudah jadi penjahat juga jadi kamu sembunyi di sini karna kalian berprofesi sebagai penjahat gitu? wah... parah kamu Rik pantas saja kamu tidak mau pulang jadi ini kerjaan kamu selama ini, jangan-jangan kaki mu waktu itu...."


Sera menebak kalau kaki Rikky kena tembak polisi dan kebenaran nya memang iya.


Rikky menunduk "Sekarang kamu sudah tau kan aku ini siapa? Silakan pergi dari sini Ser... kamu tidak layak berada di sini aku seorang penjahat dan Galuh juga seorang perampok," lirih Rikky merendahkan dirinya di hadapan Sera. Hal itu semakin membuat Sera jatuh hati padanya karena sudah berkata jujur.


Rini terdiam mendengar pengakuan Abang nya ia tidak menyangka Abang nya bisa melakukan tindakan kriminal dan telah menjadi buronan polisi.


"Meskipun begitu Abang harus tetep pulang!" Rini membuka suara menahan sesak di dada nya ia mencoba bersabar menerima kenyataan itu. Rini benar-benar merasa shock mendengar pengakuan abangnya.


"Iya benar itu Rin, Rikky harus pulang karna luka nya sudah parah aku kuatir pada keadaan nya. Ia harus segera di bawa ke rumah sakit dan di operasi," terang Galuh.


"Ayo Bang... kita pulang!" Rini menarik tangan Rikky. Sera ikutan merengkuh Rikky membantu Rini.

__ADS_1


Rikky dengan pasrah nya membiarkan tubuhnya di seret oleh kedua gadis itu.


"Oya masalah dengan mu belum kelar ya!" ancam Sera pada Galuh. "suatu saat aku aku akan menemui mu lagi!" Galuh pun terdiam ketakutan melihat Sera melototi nya.


__ADS_2