
Suatu pagi, seperti biasa Keyla dan papa nya sedang sarapan. Mereka makan sambil membicarakan rencana untuk liburan bersama keluarga Aldi. Pak Hendra memberikan kesempatan pada Keyla untuk memilih tempat liburan.
"Gimana kalau kita liburan nya di pulau Sumba aja Pa...," tawar Keyla.
"Apa? kamu gak salah pilih tempat itu kan jauh Sayang, papa kuatir tidak kuat untuk kesana, apa keadaan mu sehat papa gak mau kamu kecapean dan kambuh sakit nya gara-gara jalan-jalan," sahut Pak Hendra.
"Keyla baik-baik saja kok. Ayo dong Pa, sekali-sekali... Keyla juga ada teman di sana. Keyla ingin mengajak nya ke Jakarta apa boleh Pa?" tanya Keyla berharap.
"Iya boleh, tapi dia siapa? orang nya bagaimana kamu harus memastikan kalau ia seorang yang baik dan jujur."
"Dia Mila Pa, gadis yang pernah keyla ceritakan ke papa waktu itu,? wajah nya mirif dengan Kinan Pa. Dia berharap ingin sekali ke Jakarta Keyla juga pernah janji kalau Keyla akan datang lagi ke kampung nya dan mengajak nya ke Jakarta. Kasian dia Pa ... dia sudah tidak punya ayah dan ibu." tutur Keyla.
Keyla menceritakan tentang Mila pada papa nya papa nya turut iba mendengar kisah hidup nya Mila.
"Kasian sekali dia, boleh lah ajak saja dia ke Jakarta." ucap Pak Hendra menyetujui.
"Makasih Pa, aku akan segera memberitahu ke Aldi kalau kita akan pergi Sabtu ini." ucap Keyla semangat.
"Oke semua nya papa serahkan pada mu papa setuju saja," sahut Pak Hendra.
Setelah selesai sarapan Keyla menelpon Mila.
📞"Halo Mila apa kabar?" tanya Keyla.
📞"Halo Kak, kabar baik tumben menenponku pasti ada sesuatu," tebak Mila.
📞"Iya ni aku ingin menyampaikan kalau aku dan keluargaku akan liburan ke pulau mu. Aku juga ingin mengajak mu serta di Jakarta apa kamu mau?" tanya Keyla.
📞"Yang benar Kak, duh Mila senang mendengar nya tentu saja mila mau, Mila udah kangen sama Kakak." ucap nya senang.
📞"Iya Mil, kakak juga kangen sama kamu." sahut Keyla.
Mereka pun saling mengobrol setelah sekian lama tidak telponan banyak hal yang mereka bicarakan Keyla juga menceritakan kalau dirinya akan segera menikah Mila memberi ucapan selamat pada Keyla.
Keduanya saling menceritakan tentang dirinya masing-masing. Mila sudah tidak sekolah lagi ia berencana akan mencari pekerjaan di Jakarta.
Setelah selesai telponan Keyla mengabari Aldi tentang liburan itu keluarga Aldi pun menyetujui nya.
Di tempat lain Rikky yang masih masa pemulihan habis paska operasi sudah tidak sabar ingin pulang ia sudah bosan berada di rumah sakit.
Untung ada Sera yang selalu ada buat Rikky membuatnya sedikit mampu bertahan sampai dokter menginjin kan nya pulang. Rini dan Sera selalu menguatkan Rikky yang hampir putus asa setelah menerima surat keterangan dari dokter ia akan tatap berjalan dengan satu kaki sakit nya sudah infeksi dan menyebar ia akan segera di amputasi.
Dengan kesal nya Rikky menitiskan air matanya tanda penyesalan nya. Ia tidak menyangka kalau ia akan cacat seumur hidup.
"Untuk apa aku hidup jika harus berjalan dengan satu kaki," keluh Rikky.
__ADS_1
"Sudah lah terima saja Bang, semua nya sudah takdir Abang yang sabar ya...," ucap Rini menguatkan.
Sera juga ikut menguat kan Rikky.
Setelah menenangkan Rikky, Rini beranjak dari tempat itu ia pergi ke luar. Air mata nya tidak dapat di bendung lagi seketika mengalir dengan deras nya Rini merasa terpukul dengan apa yang di alami Rikky Abang nya. Ia berdoa meminta kekuatan dari sang pencipta Rini tidak mau di ketahui Rikky bersedih ia menyembunyikan kesedihannya sendiri.
Rini duduk seorang diri di taman rumah sakit di kejutkan oleh seseorang.
"Hay...," ucap pria itu sambil tersenyum.
Rini kaget langsung menoleh ke arah pria itu dan ternyata itu Galuh. Secepatnya Rini menyembunyikan wajahnya sambil menyerka air mata nya. Ia pun tersenyum pada Galuh.
"Hay... Bang Galuh kok ada disini." ucap Rini heran.
"Iya mencari mu di ruangan Rikky, tapi kata Rikky kamu di luar aku pun pergi mencari mu ternyata kamu di sini. Apa aku boleh duduk?" tanya Galuh ragu.
Boleh duduk saja Rini menggeser duduk nya memberi tempat untuk Galuh.
"Ada apa mencari ku Bang Galuh?" tanya Rini mengerutkan keningnya.
"Kenapa? apa aku gak boleh mencari mu?" Galuh balik bertanya.
"Boleh aja sih Bang." Rini tersenyum malu.
"Aku kesini mau kasi kamu sesuatu," ucap Galuh merasa dek-dekan.
Ini dia Tara....
Rini menatap lekat bunga mawar merah. Ia tidak berani mengambil nya dari tangan Galuh.
Ayo ambil kamu gak mau? ucap Galuh tersenyum.
"Apa arti ini semua Bang...? kemarin Abang kasi liontin dan sekarang bunga Rini tidak mengerti apa maksud dari pemberian Abang." ucap Rini bingung.
"Aku... aku mencintaimu Rini... sangat mencintai mu." ucap Galuh dengan jujur.
Duk, duk, duk. Jantung Rini berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Hugh jantung ku berdebar-debar sangat kencang apa ini yang namanya jatuh cinta?" lirih Rini.
Galuh menatap tajam wajah Rini berharap Rini juga merasakan hal yang sama. "Rini aku mau tau dengan dirimu apa kamu merasakan hal yang sama seperti ku?"
Rini menunduk malu ia tidak mampu berkata-kata karena sejujurnya ia pun ada menaruh rasa suka pada Galuh.
"Jawab Rin,"
__ADS_1
Hem... iya Bang Rini juga suka pada bang Galuh.
Galuh merasa lega mendengar jawaban dari Rini.
Yang benar Riny apa kamu berkata jujur.
Rini terseyum ia mengangguk.
Apa kamu mau jadi pacar aku?
Rini mengangguk lagi. ia memalingkan wajahnya dari Galuh karena malu harus bertatapan langsung dengan Galuh. Mereka pun jadian hari itu juga Galuh merasa bahagia karena orang yang di cintai nya itu juga mencintainya.
Rini mengalihkan perhatian Galuh yang terus memandangi nya. Bang Galuh apa Sera ada di ruangan Bang Rikky?
"Ada mereka tampak mesra banget aku melihat Sera sedang memberi Rikky obat meminumkannya nya pada Rikky. Aku curiga jangan-jangan mereka sudah jadian." ucap Galuh.
"Gak tau mari kita intip mereka Bang...," ajak Rini.
"Iya mari Sayang...," Galuh meraih tangan Sera.
"Bang Galuh jangan panggil rini dengan sebutan itu ntar Bang Rikky tau lagi," pinta Rini.
"Jadi kita mau diam-diam gitu?" sahut Galuh.
"Untuk sementara waktu kita betsret aja dulu...," ucap Rini. Galuh memasang muka cemberutnya. Mereka pun pergi menuju ruangan Rikky.
Dengan diam-diam mereka mendatangi Rikky dan Sera dengan berpegangan tangan secepatnya Sera melepaskan tangan Rikky. Rini dan Galuh tersenyum menatap mereka berdua.
"Cie... ada yang lagi bermesraan nih," ledek Galuh.
"Kalian datang kayak maling aja, gak sopan banget!" gerutu Rikky tampak menyembunyikan wajahnya karna malu habis memegang tangan Sera.
Maaf deh gak sengaja ucap Rini.
"Rini! kamu gak boleh dekat-dekat dengan Galuh," Rikky menarik tangan Rini agar berjauhan.
"Kenapa memang ya Rik...?" tanya Galuh tampak murung.
"Pokok nya gak boleh!" sahut Rikky tegas.
"Rini... kamu gak boleh denger kata-kata Rikky," cetus Galuh menarik tangan Rini.
Rini jadi serba salah tangan nya ditarik oleh kedua pria itu. Sedangkan Sera memandang dengan heran sebenarnya apa yang sudah terjadi diantara mereka seperti anak kecil yang berebut mainan.
Bersambung...
__ADS_1
Akan kah Galuh mendapatkan restu dari Rikky? Kita ikuti bab selanjutnya ya Besty jangan ketinggalan tetap ikuti ceritanya sampai tamat.