Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Aku belum siap


__ADS_3

Dengan wajah murung Keyla kembali duduk di samping papa nya. Bu May dan Pak Hendra heran melihat raut muka Keyla tidak ceria seperti biasanya.


"Ada apa Sayang... kok kayak gak senang gitu?" tanya Pak Hendra pada Putri nya.


Ibu May menoleh kebelakang tampak Aldi berjalan menuju tempat mereka berkumpul. Ibu memberi kode pada Aldi bertanya kepada nya ada apa dengan Keyla. Aldi ikut menjawab dengan kode mengangkat bahu nya seolah ia tidak tau ada apa dengan Keyla.


Aldi duduk di sebelah ibu nya dengan diam.


"Ada apa dengan kalian?" tanya Pak Hendra.


"Tidak," jawab Aldi dan Keyla bersamaan.


Pak Hendra dan Bu May saling melirik penuh tanya ada apa dengan anak-anak mereka.


"Kalian sudah berbicara dari hati ke hati kan... jadi bagaimana? apa kalian sudah siap untuk menikah?" tanya Pak Hendra.


"Tidak Pa, kami belum siap," jawab Keyla mendahului Aldi.


"Puas kamu Al... jangan sampai ada orang yang mendahului kamu barulah kamu menyesal," batin Keyla kesal membuang muka saat Aldi melirik nya.


"Tidak siap apa nya? bukan kah kalian sudah selesai kuliah apa lagi yang kalian pikirkan?" tanya Pak Hendra sedikit kecewa.


"Kami hanya perlu waktu untuk lebih saling mengenal Pa," jawab Keyla lagi.


Kalian sudah bertahun-tahun bersama apa itu belum cukup untuk saling mengenal...?


"A- keputusan kami sudah bulat Pa kami belum mau menikah banyak hal yang belum kami capai, kami takut... nanti setelah menikah tidak bisa melakukan hal-hal itu lagi. Jadi saat kami menikah nanti kami akan pokus pada keluarga," jelas Keyla memberi penjelasan jika ia terus terang menjawab peryataan Aldi pada Papa nya tidak akan pernah bisa mengerti pasti Papa nya akan tetap memaksa nya untuk menikah.


"Oh jadi begitu, ya sudah papa mengerti setidaknya kalian harus mengesahkan hubungan kalian dulu papa minta kalian secepatnya bertunangan," pinta Pak Hendra.

__ADS_1


Keyla menunduk tidak tau mau jawab apa. Saat itu giliran Aldi yang membuka suara.


"Saya secara pribadi setuju dengan keputusan Bapak," ujar Aldi tiba-tiba. Membuat Keyla menatap tajam Aldi yang sedang berbicara.


"Bagaimana dengan mu Keyla?" tanya Pak Hendra menoleh arah Keyla.


"Aku? aku tidak tau, terserah Aldi saja Pa," jawab Keyla gugup.


"Ya sudah, kita akan menentukan waktu yang baik untuk mengadakan acara pertunangan kalian," ujar Pak Hendra semangat.


Aldi dan Keyla saling bertatapan mata dengan pikiran masing-masing.


Sesuai keputusan yang sudah mereka sepakati Aldi dan Keyla akan bertunangan bulan depan. Ibu May pun menyetujui nya. Setelah mereka selesai membicarakan nya, Aldi dan Bu May pamit pulang.


Diperjalanan Bu May mengintrogasi Aldi karna ia mengetahui perubahan dari sikap Keyla.


"Aku tidak tau Bu...," jawab Aldi datar.


"Bagaimana bisa kamu tidak tau, dia kan bersama mu tadi?" tanya ibu.


"Ayo jujur saja pada ibu Le...," pinta Bu May.


Aldi diam sejenak sambil berpikir apa ia harus jujur atau tidak pada ibunya.


"Le... kenapa diam? apa kamu bertengkar dengan Keyla? jawab ibu Le..." ujar ibu.


"Hem, iya Buk... Keyla marah menuduhku tidak mencintai nya setelah aku mengatakan kalau aku belum siap untuk menikahi nya," ucap Aldi jujur.


"Wajar saja ia marah pada mu, kamu kenapa lakukan itu pada nya?" cetus ibu kesal.

__ADS_1


"Bu aku benar-benar belum siap semua nya, aku masih bingung bagaimana caranya aku menafkahi Keyla setelah menikah nanti aku tidak mau Pak Hendra yang menanggung semua nya laki-laki macam apa aku, kalau harus mengharapkan orang tua menafkahi keluarga ku nanti," jelas Aldi.


"Ucapan mu ada benar nya Le... cuma kan kamu tau sendiri Pak Hendra benar-benar berharap Keyla secepatnya menikah karena dia lah harapan satu-satunya dia, untuk mewariskan semua harta kekayaan yang dimilikinya dan perusahaan nya yang sudah tidak mampu ia urus sendiri," jelas ibu.


"Aku tidak mau Bu, hanya bisa menikmati harta calon mertua aku gak mau seperti benalu di keluarga mereka nantinya apa ibu tidak memikirkan hal itu?" terang Aldi.


"Iya kamu benar Le... semua keputusan ada pada dirimu, ibu hanya bisa berdoa semoga keputusan mu itu benar," ujar nya.


"Maksud ibu apa? apa keputusan ku salah?" tanya Aldi jadi ragu.


"Tidak, ibu tidak mengatakan nya salah," timpal ibu.


"Trus ibu berkata seperti itu apa artinya?" tanya Aldi lagi.


"Yah, ibu takut saja kalau Keyla berubah pikiran jika harus menunggu mu terlalu lama. Apalagi Keyla gadis cantik dan kaya pasti banyak laki-laki yang ingin menikahi nya ibu takut kamu di dahului oleh laki-laki lain," ucap ibu meledek.


"Ibu bikin Aldi kuatir saja," ucap Aldi jadi panik.


"Hem... takut kan kalau Keyla ya diambil orang?" ledek ibu sambil tersenyum.


"Yah takut lah Buk, karena aku cinta banget sama Keyla, aku tidak mau dia menikah dengan orang lain," ucap Aldi jujur.


"Ya sudah kalau begitu jangan sia-sia kan dia apalagi mempermainkan dia hargai keputusan Pak Hendra. pikirkanlah lagi dengan matang. Kamu adalah pria yang beruntung Le, bisa menjadi calon menantu nya Hendra. Tidak semua orang yang punya nasib seperti mu ibu minta kamu tidak mengecewakan Hendra yang selalu berbaik hati pada mu," nasehat ibu.


"Iya Aldi akan pikirkan lagi Bu... jika sudah siap Aldi akan membicarakan nya pada ibu terlebih dahulu," ujar nya.


"Bagus itu ibu berharap kamu bisa secepatnya memberi jawaban pada Keyla dan Hendra yang menaruh harapan pada mu," pesan ibu.


Aldi hanya diam mendengar ucapan ibu nya.

__ADS_1


__ADS_2