
Rini menghentikan langkah nya ia menatap Sera dengan pandangan sinis nya. Sera balik menatap berharap Rini akan mendengar ceritanya.
"Ada apa dengan Bang Rikky? saat ini ia tidak ada di rumah," ujar Sera.
"Kalau boleh tau, kemana dia sekarang?" tanya Sera.
"Kamu ada hubungan apa dengan Bang Rikky kenapa kamu bertanya keberadaan nya. sudah ku bilang dia tidak ada di rumah, ia pergi ke luar negeri seminggu yang lalu dan sekarang belum balik," jelas Rini mencetus.
"Kamu salah Rin, dia tidak keluar negeri barusan tadi pagi aku berjumpa nya di pasar. Dia sedang terluka aku yang mengobati luka nya," jelas Sera.
"Sera, sebenarnya apa yang sedang kamu bicara kan aku serumah dengan Abang ku, mana mungkin aku tidak tau kalau ia sedang sakit, Ia berpamitan seminggu yang lalu padaku. Kalau ia tidak ke luar negeri jadi dia kemana sekarang?" Rini balik bertanya dan jadi bingung.
"Masalah itu aku tidak tau Rin, tapi yang pasti saat ini Rikky sedang terluka dan aku harus cari dia sekarang. Tolong berikan aku nomor nya. Sebenarnya tujuan ku ke sini cuma ingin melihat kondisi Rikky. Aku mengobati luka nya cukup parah pagi tadi, karna aku ada keperluan aku meninggalkan nya di pasar di tempat bibik-bibik langganan ku di pasar. Di rumah nya lah aku membersihkan luka nya. Aku janji akan menemui nya lagi, tapi setelah aku balik ke pasar ia sudah tidak ada lagi di sana. Warung itu juga sudah tutup entah kemana perginya Rikky, aku kira ia pulang ke sini," tutur Sera menceritakan semua nya pada Rini.
Rini terdiam tidak mengerti mengapa Abang nya bisa berbohong padanya.
"Apa maksud sebenarnya Bang Rikky membohongi ku? selama ini dia kemana?" batin Rini penuh tanya.
"Sudah tidak ada waktu lagi Rin, cepat sini berikan nomor nya padaku," Sera menyadarkan Rini dari diamnya.
"Iy-iya ini...," Rini memberikan ponselnya ke Sera dan Sera memasukan nomor nya ia segera menelpon Rikky saat itu juga.
'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan...' suara operator yang menyahut.
"Nomor nya tidak aktif...," desah Sera.
"Maaf Rin aku harus pergi sekarang...," pamit Sera buru-buru beranjak dari tempat itu.
"Tunggu! aku ikut," ucap Rini.
"Yakin mau ikut?" tanya Sera meragu.
"Iya yakin, tunggu bentar...," ujar Rini masuk kedalam.
Rini mengambil kunci mobil nya.
"Kita pergi pake mobil saja. Oya, tunggu bentar ...," ujar Rini.
Setelah keluar Rini kembali masuk lagi.
Sera mengambil napas panjang melihat Rini kalang-kabut.
__ADS_1
"Yanti...," panggil Rini pada pelayanan nya.
"Kamu jaga kafe, aku mau pergi. Tolong arahkan pelayan yang lain.
"Siap mbak," jawab Yanti salah satu pelayan nya.
Rini memberikan pesan ini itu ke Yanti Yanti cuma mengangguk-angguk saja tanda mengerti.
"Ayo Rini buruan ambil mobil mu... aku kuatirkan keadaan Rikky ini sudah terlalu lama aku berada di sini aku kuatir Rikky sudah pergi jauh," ujar Sera.
"Iya Ser aku ambil mobil kunci dulu," ucap Rini.
"Duh bukan nya tadi dia udah ambil kuncinya...," batin Sera ia membuang muka bosan nya menunggu terlalu lama.
Setelah masuk mengambil tas Rini keluar lagi lupa ambil kunci dan ia bolak balik cari kunci dan ponselnya.
'Hadeh...seribet ini kah hidup mu Rini? dari tadi bolak balik saja dia," ucap Sera pusing melihat Rini mondar-mandir keluar masuk.
"Rini... sebenarnya apa yang kamu cari?" tanya Sera sudah tidak tahan melihat.
"Ponsel ku kemana?" jawab Rini singkat.
"Kenapa tidak bilang dari tadi," gerutu Rini.
"Kamu bilang kamu cari kunci," sahut Sera.
"Iya kuncinya sudah ada di dalam tas," terang Rini.
"Yah sudah Ayo buruan..," ajak Sera sudah tidak sabar lagi.
Saking panik nya Rini manjadi tidak pokus. Mereka sudah pergi mencari Rikky di tengah perjalanan Rini juga masih panik hampir saja mereka menabrak orang.
"Ehh... Rini hati-hati dong...," tegur Sera yang takut membuatnya skot jantung, ia pun mengelus dadanya.
"Aduh untung saja. Sera Sebenernya apa yang terjadi pada bang Rikky?" tanya Rini penasaran.
"Aku juga tidak tau, aku bertemu nya sudah dalam keadaan terluka. Kaki dan tangan nya terluka dia tidak mau memberitahu ku sebab nya," ujar sera. "Sekarang kita mau kemana?" tanya Sera.
"Aku tidak tau mau cari di mana... oh ya aku tanya kak Kinan dulu barang kali ia tau," ujar Rini mendapat ide.
"Yah sudah telpon Kinan sekarang!" perintah Sera.
__ADS_1
Rini pun menelpon Kinan, Kinan juga tidak tau keberadaan Rikky. Rini juga menelpon beberapa teman yang lain nya tapi mereka semua tidak tau kemana Rikky.
Kita mau cari kemana lagi?" tanya Rini pada Sera.
"Barang kali kamu tau rumah teman nya, boleh kita pergi ke sana," ide Sera.
"Aku tidak tau rumah teman-teman Bang Rikky. Selama ini dia tertutup pada ku. Ia tidak pernah mau bercerita tentang semua teman dan diri nya pada ku," lirih Rini.
"Hah... gimana sih kamu jadi adik,..." gerutu Sera.
"Apa sebaiknya kita lapor polisi ya...?" usul Rini.
"Jangan deh, Rikky kan tidak hilang dia cuma menghilangkan jejak nya sendiri. Pasti Rikky punya rahasia yang tidak mau kamu tau," tebak Sera.
"Maksud mu?" Rini menaikan alis ya tidak mengerti ucapan Sera.
"Yah kalau tidak, kenapa ia berpamitan seolah-olah keluar negri padahal ia tidak pergi kan...?" sambung Sera.
"Iya juga ya... aku sependapat dengan mu... Aku jadi tambah bingung kemana Bang Rikky selama ini?
kamu benaran melihat Rikky kan Ser...?" tanya Rini seakan tidak percaya.
"Yaellah, kamu masih tidak percaya pada ku? aku sendiri yang mengobati luka nya mana mungkin aku salah orang..." terang Sera menyakinkan.
"Sejak kapan Bang Rikky suka pergi ke pasar?" tanya Rini dalam hatinya.
"Ser... kamu tau gak Bang Rikky itu pergi ke pasar ngapain aja...?" tanya Rini lagi.
"Aku tidak tau Rin... aku berjumpa nya ia berjalan pelan di pasar itu dan aku tidak sengaja menabraknya. Aku minta maaf padanya setelah aku melihat wajahnya aku mengenalinya. Ia sudah tampak pucat karna luka nya banyak mengeluarkan darah aku tidak tega melihatnya jadi aku menumpang ke rumah orang untuk mengobati luka nya," jelas Sera menceritakan kronologi nya saat bertemu Rikky.
Sera berpikir sejenak, "Oya sebaiknya kita cari dia ke pasar yuk...," ujar Sera tiba-tiba mendapat ide. "kita tanya bibik tadi yang kami tumpangi."
"Ayo...," Rini pun memutar balik mobil nya menuju pasar.
Sejak saat itu Sera dan Rini menjadi akur bertahun-tahun sejak kuliah sampai selesai kuliah, mereka tidak pernah teguran baru kali itu mereka bisa dekat, itu pun karna mencari Rikky kalau tidak sampai kapan pun mereka tidak akan pernah akur.
Mereka pergi ke pasar dan semua tempat sudah mereka datangi namun tidak bertemu Rikky.
"Kemana lagi kita akan mencari Bang Rikky...?" lirih Rini lemah.
"Aku juga tidak tau Rin," jawab Sera ikutan lemah. Seharian mereka mencari Rikky sehingga Sera melupakan tujuannya untuk mencari pekerjaan. Hal itu di lakukan nya karena ia sangat mengkuatirkan Rikky.
__ADS_1