
Saat itu Rini dan Kinan masih berada di koridor rumah sakit. Sera melihat keduanya berpelukan kelihatan nya mereka sangat akrab mereka saling bercerita tentang diri masing-masing. Radit ikut duduk bersama mereka. Rini juga bercerita tentang Rikky Kinan menjadi iba mendengar cerita Rini.
"Sejak kapan Rikky sakit kenapa bisa separah itu?" tanya Kinan.
"Entah lah Kak, Rini juga baru mengetahui nya karena bang Rikky nyembuyikan sakit nya selama ini. Mungkin besok ia akan operasi." ucap Rini.
"Kasian Rikky, kalau begitu bisa dong kamu menghantarkan kakak ke ruangan Rikky aku mau bicara padanya." pinta Kinan menoleh ke arah suaminya berharap mendapatkan ijin dari Radit.
"Iya boleh Kak... beri masukan juga pada bang Rikky nya agar ia bisa membuka hati untuk orang lain agar ia tidak selalu terpuruk dan sakit hati oleh masa lalu nya." pinta Rini.
"Iya pasti itu Rin,...
"Sayang kita liatin Rikky yuk..." ajak Kinan pada suaminya.
"Ya boleh, tapi jangan lama-lama ya kasihan debay, kamu harus istirahat yang cukup," saran Radit pada istri tercinta nya.
"Aku tau itu Sayang, makasih sudah mengijinkan," ucap Kinan merasa lega dapat ijin dari suaminya.
Mereka pun pergi menemui Rikky.
Setelah di ruangan Rikky.
Rini mengetuk pintu. Pintu di bukakan Galuh.
Rini hanya diam langsung menemui abangnya.
"Wah rame banget tamu dari mana nih...? batin Galuh.
"Hay..." Kinan menyapa Galuh.
Galuh hanya tersenyum mempersilahkan masuk pada semua nya.
"Rikky... bagaimana keadaan mu? sudah lama sakit nya?" tanya Kinan
"Eem... kamu siapa?" Rikky memandangi Kinan penuh bingung.
"Lihat lah kelakuan Abang mu! sok-sok tak kenal gitu ," cibir Kinan menyenggol Rini.
"Siapa ya...?" Rikky mencoba mengingat.
"Siapa ya....?" sambung Kinan menirukan ucapan Rikky.
"Ya sudah kita kenalan aja dulu kalau gak kenal aku.
Aku Kinan masa lalu mu, apa kau mengingatku...?
"Tidak aku gak kenal kamu,...
Rini siapa dia yang kau bawa ke sini?" Rikky menoleh ke Rini.
__ADS_1
"Dia mantan mu Rik...!" sambung Radit yang tidak mau mengulur-ulur waktu Rini kelamaan jawab.
"Mantan?" Rikky mulai bingung lagi.
"Aku gak punya Mantan... selain Keyla." jawab Rikky.
"Hem... malang nya nasib ku, mantan yang tak di anggap," lirih Kinan berpura-pura sedih sambil melirik Radit suaminya.
"Untuk apa mantan Sayang, kamu kan sudah punya aku...," sambung Radit penuh percaya diri tidak mau istrinya berlama berbicara dengan Rikky ia menarik tangan Kinan agar menjauh dari Rikky.
"Oh iya ...aku baru ingat dia pasien gila itu kan Rin, yang waktu Abang ke rumah sakit itu?" ingat Rikky.
"Sembarangan! bilang aku gila kamu yang lupa ingatan makanya gak ingat sama aku lagi. Aku masih ada bukti kok kalau kita pernah pacaran." jelas Kinan.
"Mana?" Rikky tidak yakin Kinan mantan nya karna sama sekali ia tidak mengingat wajah Kinan sebelumnya.
"Ada di rumah ntar aku bawakan kamu yah..."
"Sayang...?" kamu terlalu banyak bicara hari ini sekarang ayo kita pulang. Untuk apa berlama-lama di sini kasihan debay kita Sayang...," bujuk Radit mengajak Kinan pulang.
"Tunggu aku mau selesaikan masalah ku dulu dengan si pura-pura lupa ini," pinta Kinan.
Radit menghela napas panjang tidak berani membantah istrinya.
"Sayang ku merasa gerah di sini ayo kita pulang kasihan debay kepanasan Sayang...?" ucap Radit lagi.
"Debay yang kepanasan atau kamu yang kepanasan?" Sera meledek.
"Siapa yang satu nya?" tanya Sera menyambung.
"Kamu... " sebut Rini tu the poin.
"Masa aku sih!" protes Sera.
"Udah ngaku aja deh Sera. Kalau kamu kepanasan lihat Abang Rikky ketemu Kak Kinan," Rini memojokkan.
"Astaga... apa itu benar Sera?" Rikky angkat suara.
"Apa ya yang benar!"
"Kamu kepanasan alias cemburu lihat pasien gila ini?" Rikky menghina Kinan.
"Astajim Abang kok bilang kak Kinan gila sih! Abang tu yang gila lihat kak Keyla bahagia lalu depresi," Rini membocorkan rahasia pribadi Rikky.
"Ah masa? apa itu benar Rik..." sambung Kinan tidak menyangka.
"Rini mulut mu ember benget sih! jangan percaya sama Rini dia tu memang rese orang nya bisa nya membongkar aib orang." Rikky sebal sebab rahasia nya terbongkar ia juga merasa malu pada semua orang di situ.
"Hem... sudah lah adik kakak kalau berantem memang gak bisa habisnya." Kinan melerai.
__ADS_1
"Sayang ini udah pukul berapa ayo kita pulang!" ajak Radit lagi pada Kinan.
"Bang Radit ngapain sih ganggu mulu kak Kinan nya kan masih kangen sama bang Rikky." cetus Rini mendelikkan mata pada Radit.
"Uwekkk... kangen dari mana kenal juga ngak!" timpal Rikky yang memang ia sudah tidak ingat tentang Kinan.
"Hem... pura-pura jijik...!" Kinan mencibir.
"Bang Radit tenang aja sekarang bang Rikky sudah ada pengganti ya kak Kinan jangan cemberut gitu...?" lirik Rini pada Radit.
"Oya... siapa tu...?" Kinan melirik Sera.
"Apaan sih Kinan lirikan mu menakutkan," cetus Sera.
"Hem... kini aku tau kapan mereka jadian Rin...?" tanya Kinan asyik menggoda Rikky sang mantan.
"Masih lampu hijau Kak..." jawab Rini ikutan meledek.
"Oh... bagus deh biar dia move on dari Keyla. Oya... ngomong-ngmong Keyla sama Aldi gak lama lagi akan menikah lho... ada dengar kabar tentang mereka ngak?" Kinan melirik Rikky seketika raut wajah Rikky berubah tegang.
"Yang benar Kak, masa dia gak ngabarin aku sih!" cetus Rini.
Aku juga belum sih cuma aku lihat di status wa dia. Coba kalian lihat Kinan membuka ponselnya memperlihat kan status Keyla pada semua orang di situ termasuk Galuh.
"Oh jadi ini yang namanya Keyla... Cantik banget ya dia beda 100 derajat dengan si mak Lampir," hina Galuh.
"Waduh siapa yang kau bicarakan itu?" tanya Kinan merespon.
"Ada deh orang nya ada di sini kok...," Galuh melirik Sera.
"Hem... hebat juga ya kalian ada yang saling puji dan saling hina dan saling meledek perpeck kalian seperti keluarga ya... alangkah baik nya kalau Sera segera jadian dengan Rikky agar mereka bisa move on dari masa lalu mereka. Dan kamu Rini... juga harus cari pasangan kamu kan udah dewasa masa kamu jomblo terus dari dulu. Kakak mu ini ingin segera punya keponakan dari mu." tutur Kinan.
"Kak Kinan ada-ada saja." Rini merasa malu di perhatikan Galuh dari tadi.
"Eh... siapa tadi nama mu! Kinan nya. Heh Kinan jangan sok-sok menjodohkan orang segala ya lihat dulu dengan siapa kamu berhadapan, hanya aku yang berhak mengatur adik aku Rini," cetus Rikky.
"Ucapan istri aku ada benar nya kok...! Radit membenarkan.
Semua terdiam mendengar ucapan Radit.
"Kami pamit pulang ya lama-lama di sini aku bisa gila lihat tingkah kalian yang aneh." Radit merasa risih dari tadi.
"Ayo sayang kita pergi..." Radit mengandeng tangan Kinan.
"Iya ayo, aku juga udah lapar Sayang... seperti nya Baby mau makan pecel hari ini Sayang..." ucap Kinan pada Radit.
"Yah udah ntar kita beli." sahut Radit.
"Kami pamit pulang ya..." ucap Kinan sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
Rini dan Rikky saling berpandangan sepertinya mereka sedang berbicara dalam hati membenarkan ucapan Radit. Sedangkan Sera dan Galuh saling membuang muka.