Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Makan malam bersama menetapkan hari pernikahan


__ADS_3

Dokter pergi menemui Rini di ruangan nya karena ingin menyampaikan tentang kondisi luka Rikky habis operasi kemarin ternyata luka nya sudah menyebar harus segera di amputasi.


Rini kaget dan kesal, "Apa tidak ada cara lain Dok selain itu?"


"Maaf untuk sementara ini kami tidak bisa melakukan apa-apa selain itu," ucap dokter ikut iba.


"Tapi semua keputusan ada di tangan keluarga dan pasien kami hanya melakukan yang terbaik," ucap Dokter mengakhiri ucapan nya ia memberikan secarik kertas pada Rini. Rini pamit dari ruangan dokter ingin memberitahu Rikky tentang hal itu.


Rini pergi mengendap-endap masuk ruangan Rikky ia ragu untuk memberikan surat itu takut Rikky shok dan kecewa. Sera menegur Rini yang masuk secara diam-diam itu.


"Rini kamu sedang ngapain? apa yang kau sembunyikan itu?" tanya Sera.


Rini segera menarik tangan Sera dan menutup mulut nya agar ia diam tidak banyak tanya.


Sera sebenarnya aku dari ruangan dokter aku membawa ini. Rini memberikan surat itu pada Sera. Seketika ia membola melihat isi surat itu.


"Apa-apaan ini, apa tidak ada jalan lain selain ini?" tanya Sera.


"Sayang nya tidak ada Ser, aku Bingung mau memberikan nya pada bang Rikky pasti ia kecewa dengan keputusan ini," lirih nya sedih.


"Mau gimana lagi Rini mungkin ini sudah takdir nya."


Sera mengajak Rini pergi menemui Rikky.


Ternyata Rikky sedang tidur, mereka berdua duduk di dekat kasur Rikky memperhatikan wajah Rikky yang sedang tertidur pulas.


"Kasian Bang Rikky Ser...." Rini menitiskan air matanya. Begitu juga dengan Sera ia mengelus kaki Rikky yang masih di perban.


Sera menghela napas panjang menghembuskan nya dengan kasar. "Aku iklas menerima apapun keadaan mu Rikky," batin Sera sambil tersenyum menyeka air mata nya.


Hari telah sore Rini akan bersiap-siap akan pulang karena malam nya akan pergi ke rumah Pak Hendra menghadiri undangan dari Aldi.

__ADS_1


Rini berpesan pada Sera kalau ia akan segera pergi.


"Ser... titip bang Rikky nya. Surat nya kamu simpan aja tunggu bang Rikky bangun aja memberikan nya." ucap Rini berlalu.


Hari telah gelap Rini sudah siap akan pergi di rumah Keyla ia menelpon Aldi kalau ia akan pergi sama-sama dengan mereka Aldi menjemput Rini dan keluarga nya.


Ibu May merasa kuatir bagaimana jika Pak Hendra mengetahui kalau Pak Edi calon besan nya adalah seorang yang pernah melakukan kesalahan-kesalahan yang fatal.


"Mas... aku kuatirkan dirimu dan Aldi."


"Ada apa Buk?. Jangan kuatir serahkan saja semua nya pada yang di atas Allah pasti akan menolong kita Bu yakin saja dan kita berdoa sama-sama. Semoga acara nya lancar tidak ada masalah."


Amin semuanya terdiam dengan pikiran masing-masing.


Deringan telpon Aldi memecah kesunyian.


Keyla menyuruh Aldi dan keluarga nya untuk segera pergi kerumah nya karena makam malam sudah siap.


"Ayo Mas," ibu mengandeng tangan Pak Edi yang masih agak pincang itu.


Apa sebaiknya aku di rumah saja?


Ikut saja yah ... gak apa-apa tenang saja.


Pak Edi pun menurut ia pergi dan sudah naik di mobil. Semua nya sudah siap duduk di bangku masing-masing Aldi yang membawa mobil.


Mereka pun melaju menuju rumah Pak Hendra.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai.


Keyla sudah di depan menyambut semua ya dan mempersilahkan mereka masuk.

__ADS_1


Pak Hendra dan Pak Fajar sudah menunggu di meja makan.


"Mari duduk semuanya...," sapa Pak Hendra.


Mereka bersalaman satu sama lain. Bu May memperkenalkan suaminya pada pak Hendra pak Hendra pun memperkenalkan dirinya pada Pak Edi keduanya bersalaman lagi.


"Selamat datang di rumah kami semuanya makasih sudah mau datang," ucap Pak Hendra merasa senang. Ia juga menyampaikan maksud dan tujuannya mengundang semua nya ingin membicarakan tentang hari pernikahan Keyla dan Aldi.


Tapi sebelum itu mereka di jemput makan oleh Pak Hendra.


Mereka pun makan bersama malam itu layak nya sebuah keluarga. Setelah selesai makan Pak Hendra meminta Aldi dan Keyla keluar sebentar.


"Keyla dan Aldi sebaiknya kalian keluar sebentar tidak baik kalian ikut urusan orang tua." perintah Pak Hendra.


"Baik Pak," ucap Aldi meraih tangan Keyla.


Mari Sayang kita ke taman," ajak Aldi pada Keyla.


Kedua nya saling berpegangan tangan menuju taman.


"Sayang aku bahagia banget malam ini."


"Emang nya kenapa?" Keyla menoleh ke arah Aldi.


"Karna kamu sangat cantik malam ini."


Sontak Keyla mencubit perut aldi. "Gombal aja kamu !" Keyla mengejar Aldi yang diam-diam telah mencubit pipi Keyla.


Kedua nya saling kejar-kejaran di bawa lampu terang benderang di taman samping rumah nya.


Keyla kecapean akhirnya mengalah ia terduduk di kursi sudah ngos-ngosan. Aldi menyusul ikut duduk menghampiri Keyla tidak sengaja tangan mereka bersentuhan mereka pun saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mereka di panggil kembali ke meja makan hari dan tanggal sudah di tetapkan mereka sudah kompromi dan sepakat pernikahan Keyla akan di lakukan 2 bulan ke depan. Aldi dan Keyla pun menyetujui nya.


__ADS_2