Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Ada yang jadian...


__ADS_3

Saat malam itu semua tampak gembira terlebih lagi Keyla dan Aldi tampak jelas di wajah mereka sedang bahagia. Rini mengucapkan selamat pada Aldi dan Keyla ia juga minta maaf karna dulu pernah ada menyimpan perasaan untuk Aldi yang ternyata adalah saudara tirinya. Keyla hanya tersenyum mendengar ucapan minta maaf Rini. Karna bagi Keyla semua orang pasti punya masa lalu ia tidak mempermasalahkan hal itu. Lagian Aldi juga sudah pasti jadi suami nya.


Semua terjadi secara kebetulan saja, semua orang juga tidak menyangka kalau Aldi dan Keyla bisa bersatu seperti saat ini awalnya mereka seperti Tom& Jerry kini menjadi Bucin kalau jodoh gak ada yang tau semua rahasia Tuhan.


Aldi tidak puas-puas nya memandangi wajah calon istrinya itu, hingga ia di ledek semua orang yang ada di situ terlebih lagi Rini yang selalu bikin candaan dari tadi.


"Jangan di pandangi terus dong, kak Keyla nya. Ntar mata nya Kak Aldi bisa melotot," ledeknya.


Semua nya tertawa menoleh ke pasangan yang sebentar lagi akan menikah itu.


Aldi hanya diam tersipu malu memandang semua orang menatap nya.


Saat itu Rini mencoba menyenangkan semua orang yang ada di situ dengan sifat ceria nya ia selalu bisa mencairkan suasana menjadi Heppy, tapi siapa tau di dalam hati nya banyak menyimpan kesedihan dan beban. Ia harus menanggung beban keluarga nya Abang nya yang akan cacat seumur hidup dan ibu nya yang masih di jeruji entah kapan akan bebas.


Beruntung Ayah nya sudah sembuh ia masih bisa bernafas lega. Ayah nya kini bisa sehat seperti semula walaupun masih berjalan pincang tapi Pak Edi sudah sehat karena Bu May yang selalu ada merawat nya. Belum lagi memikirkan masa depannya. Rini menarik napas panjang semua nya beban berat nya ia lupakan sejenak di tempat itu.


Karna iya yakin semua beban dan masalah akan terasa ringan jika di jalani dengan ikhlas Allah pasti memberi jalan pada hamba nya yang sabar.


Di tempat lain...


Saat itu Sera masih setia menjaga Rikky yang masih terbaring di kasur rumah sakit. Ia tampak bosan berada di situ dari tadi ia merengek mau keluar untuk mencari udara segar. "Sera pliss bantu aku keluar sebentar saja aku bosan di sini?"


"Maaf Rik, bukan nya aku tidak mau tapi dokter masih belum mengijinkan mu untuk keluar apa lagi ini malam hari udara malam sangat tidak bagus untuk kesehatan mu. Ayolah bertahan lah dua atau tiga hari sampai dapat ijin dari Dokter." terang Sera menguatkan.


Rikky memasang muka bosan nya ia menghembuskan napas kasar nya tidak sanggup berkata-kata lagi. Sera pun menghiburnya agar ia tidak bosan Sera mengajak Rikky mengobrol dan bercanda.


"Sera makasih selalu menemani ku di sini..." ucap Rikky menatap Sera sambil tersenyum.


"Jangan bilang makasih mulu Rik, aku iklas kok menemani di sini." sahutnya.

__ADS_1


"Sera sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu pada mu." ucap Rikky.


"Apa itu Rik?" tanya Sera penasaran.


"Sebenarnya apa yang kamu rasakan selama bersama ku?" tanya Rikky ingin tau karena ia selama di dekat Sera merasa yaman dan tenang seolah tiada ada beban Sera selalu menguatkan nya dan memberikan perhatian lebih padanya.


Sera tidak mau menjawab ia diam menunduk.


"Sera ayo katakanlah!" pinta Rikky mengangkat dagu agar Sera menatap dirinya.


"Aku tidak bisa menatap mu Rikky...," batin Sera sambil menunduk.


"Kamu kenapa diam? bagaimana menurut mu apa selama ini kamu merasakan hal yang sama?"


Sera menunduk malu. "Aku merasa nyaman saat di dekat mu Rik dan aku..." Sera berhenti berucap karna malu harus jujur kepada Rikky.


"Aku apa? katakan saja..." sambung Rikky berharap.


"Duh malu nya aku tapi aku gak bisa terus menyimpan rasa ini... biar menahan malu. Sera menggigit bibir nya tampak menyembunyikan wajah nya dari Rikky.


Rikky merasa terharu. Ia hampir menitiskan air mata.


Ternyata masih ada yang mencintai diri nya dengan tulus walaupun ia sudah cacat.


"Apa kamu juga merakan hal yang sama?" ucap Sera dengan pelan.


Rikky menatap tajam ke arah Sera. "Tanpa ku sadari aku juga sayang kamu Sera tapi, aku tidak yakin dengan diriku aku takut mengecewakan mu. Aku tidak pantas untuk mu Sera. Aku sudah cacat begini aku pasti tidak bisa membagiakan mu. Pikir lah lagi dengan matang Sera sebelum terlambat," pinta Rikky.


"Jangan bicara begitu Rik, aku mencintaimu apa adanya. Aku tidak akan menyesali semua nya. Aku tulus..." Sera menyakinkan Rikky yang masih ragu.

__ADS_1


Keduanya saling menatap hanya mereka yang tau bagaimana suasana hati mereka saat itu.


"Apa yang kau harapkan pada ku Ser... Aku tidak punya apa-apa." lirih nya.


"Aku tidak mengharapkan apa-apa dari mu Rik, aku hanya mengharap kasih sayang mu yang tulus karna hati ku bahagia saat bersama mu aku tidak bisa membohongi hati ku Rik..." jawab Sera dengan jujur.


"Keduanya berpelukan "Aku mencintaimu Rikky...!" ucap Sera.


"Aku juga mencintaimu... makasih untuk semua ketulusan mu Sera."


Mereka saling melepas kan pelukan masing-masing.


"Sekarang sudah waktu nya kamu makan Rik... sudah malam juga aku akan segera pulang," ucap Sera.


"Ya baik lah! tuan putri...," ucap Rikky ngegombal.


Sera tertawa mendengar penggilan baru nya. "Pangeran ku makan dulu ya...," balas nya meledek


"Mulai malam ini aku sudah sah jadi pacar mu," ucap Rikky.


Sera diam hanya tersenyum kearah Rikky.


Kenapa diam?


"Udah makan aja gak usah bicara dulu, kalau nasi nya udah habis baru boleh ngomong," omel Sera.


Hem... iya kah Rikky makan dengan lahap nya di suapin Sera dengan penuh kasih sayang.


"Makasih Sera aku makin semangat makan kalau kamu yang nyuapin hehehe," ucap Rikky sambil tertawa.

__ADS_1


Sera melototi Rikky agar diam.


Rikky pun diam seketika. Setelah acara suap-suap pan nya selesai Sera berpamitan mau pulang. Rikky pun dengan terpaksa nya mengijinkan Sera pulang.


__ADS_2