
Tiba-tiba Galuh merasa aneh melihat perubahan Rini yang menjauhi nya. Saat Galuh mendekati Rini selalu di cuekin. Galuh memasang wajah bingung nya ia pun bertanya pada Sera. Tapi Sera balik menatap Galuh dengan sinis.
"Kenapa nanyak sama aku tanya aja langsung orang nya gimana sih!" cetus Sera ia pun pergi di hadapan Galuh mencari Rini.
'Rini kemana ya kata nya tadi mau ke toilet kok lama banget," Sera memeriksa toilet tidak ada Rini di sana. Ia pun mencari Rini di tempat lain hampir ke seluruh penjuru sampai Sera merasa lelah ia pun ingin istirahat di taman rumah sakit yang ada di depan nya tampak menyenangkan. Sambil menenangkan pikirannya juga yang sedang suntuk sudah seharian berada di situ.
Setelah sampai di taman Sera melihat ada Rini duduk sendiri di taman itu. Rini terlihat sedang melamun
"Wah ternyata Rini ada di sini?"
Sera menghampiri Rini duduk di sebelah nya.
"Rin... kamu kenapa?" tanya Sera.
"Sera!" Rini kaget tersentak dari lamunannya mendengar suara menegurnya.
"Kamu kenapa melamun sih?"
"Gak apa-apa kok Ser, aku hanya ingin di sini menikmati suasana taman."
"Oh... " Sera memperhatikan wajah Rini yang murung.
"Sudah lah cerita saja ada apa sebenarnya. Aku tau kamu lagi menyembunyikan sesuatu," tebak Sera.
"Hem... dasar sotoi... lebih baik kita pergi ke dalam yuk... melihat keadaan Bang Rikky," ajak Rini mengalihkan.
"Rikky belum ditangani Rin, dokter masih memeriksakan pasien lain mungkin besok, tidak bisa langsung operasi ini juga. Karna kondisi rambut Rikky masih belum stabil aku barusan tadi bertanya pada dokternya ia belum bisa menangani Rikky." jelas Sera
"Masa sih berarti mau nginap dong...?"
Iya pasti itu... Di sana ada Galuh makanya aku mencari mu,"
"Sera kalau kamu capek di sini kamu boleh pulang," ucap Rini karena kasihan pada Sera sudah seharian menemaninya di rumah sakit.
"Aku akan tetap si sini Rin. sampai Rikky operasi."
benaran gak apa-apa aku gak enak ngerepotin lagian ada Galuh yang menjaga Rikky."
"Gak apa-apa aku masih mau di sini malam aku baru pulang." sahut Sera.
"Oh ya sudah, terserah kamu saja aku sih gak masalah. Sekarang kita makan aja yuk ... aku lapar banget nih," ajak Rini.
"Boleh ayok..." Sera menerima ajakan Rini keduanya pun mencari rumah makan di sekitar situ.
Saat makan Rini tidak lupa membelikan Rikky dan Galuh makanan juga. Walupun ia merasa sakit hati pada Galuh tapi ia tidak tega padanya. Setelah mereka makan mereka pun balik ke ruangan Rikky.
__ADS_1
Sera menggedor pintu dan Galuh membuka nya.
Galuh terseyum menyambut dua gadis itu. Tapi senyuman Galuh di balas dengan cibiran dari Sera.
"Ngapain kamu senyum-senyum segala, minggir!" ujar Sera tidak mau bersentuhan badan dengan Galuh.
Galuh balik menatap Rini. Rini pun juga membuang muka melihat nya.
"Ada apa sih dengan kalian? Kalian gak suka aku ada di sini? okey aku akan pergi!" cetus Galuh tiba-tiba.
Sera dan Rini saling bertatapan melihat sikap Galuh yang tiba-tiba judes itu.
"Ada apa Gal," tanya Rikky peduli.
"Seperti nya mereka tidak suka aku ada di sini Rik... aku pamit pulang nya..." ucap Galuh kesal.
"Jangan gitu dong Gal... kalau kamu capek atau ada kesibukan lain aku ijinkan kamu pulang, tapi kalau masalahnya karna mereka aku perlu penjelasan dari Rini dan Sera kalian kenapa bersikap cuek pada Galuh!" lirik Rikky pada kedua gadis itu.
"Ngak.. ngak... jawab Rini dan Sera barengan.
"Ngak... ada apa-apa kok Rik, Galuh aja yang baper..." tuduh Sera.
Rikky melirik Galuh penuh tanya.
Rini diam saja tidak berkata sepatah pun saat Rikky menatap nya.
"Galuh berbuat apa pada mu Rini?" tanya Rikky lembut.
"Tidak Bang, dia tidak berbuat salah kok?" jawab Rini.
"Jadi, kenapa kamu seperti menghindari nya? dia juga cerita ke aku tadi kalau kamu selalu diam saat Galuh menyapa ada apa coba jujur pada abang," pinta Rikky.
Rini menghela napas panjang. "Gak ada apa-apa Bang, rini ada masalah pribadi tapi bukan dengan Galuh." jelas Rini beralasan ia tidak mau mengatakan yang sebenarnya ia cemburu saat mendengar ucapan Galuh kalau ia sudah punya pacar.
"Ya sudah kalau begitu jangan cuek pada Galuh lagi. Dia udah baik lho masih mau menyempatkan dirinya ke sini buat temani abang. Kamu lihat teman abang yang lain, mana ada di saat Abang susah. Mereka ada saat abang senang saja di saat abang begini semua nya menghilang. Hanya Galuh yang masih peduli padaku saat ini dia lah yang membantu ku saat aku sakit dia juga merawat ku yah walaupun mulut nya juga nyebelin tapi dia baik banget jiwa sosial nya tinggi." puji Rikky sambil melirik Galuh yang menyendiri di pojokan sudut ruangan.
"Oh jadi hanya Galuh... Yah hanya Galuh emang benar sih dia tu baik pada mu Rik..." sambung Sera ikut cemburu sosial.
"A- maksud aku teman laki-laki Sera, kamu kan perempuan..." jelas Rikky merayu.
"Alasan kamu aja Rikky! berarti aku di sini tidak kau anggap." Sera merajuk.
"Waduh malah Sera lagi yang merujuk pusing deh keluh Rikky memukul jidatnya.
Rini dan Galuh berpandangan satu sama lain seperti nya mereka saling bicara dalam hati. Sedangkan Sera pergi keluar.
__ADS_1
"Sia-sia aku di sini tidak kau anggap sama sekali Rik.... aku kecewa pada mu," batin Sera merasa kesal.
Rini keluar menyusul Sera.
"Sera ... Sera tunggu...!" panggil Rini sambil berlari.
Sera menoleh mengabaikan Rini. Ia tetap berjalan hingga tidak sadar menabrak seseorang.
"Aduh. Maaf," ucap perempuan yang di tabrak Sera.
"Sera!..." perempuan itu langsung mengenali Sera dia adalah Kinan.
"Kamu lagi ngapain ada di sini?" tanya Sera.
"Aku lagi kontrol aja."
"Kontrol apaan kamu sakit?"
"Tidak aku... cek hamil di sini," ucap Kinan malu-malu.
"Oh selamat yah..." Sera menyalami Kinan yang ternyata juga ada di rumah sakit itu sedang cek kehamilan.
"Sayang kamu di sini aku cariin dari tadi." tiba-tiba Radit datang.
"Iya maaf aku di sini ngikutin ibu-ibu itu bawa Baby lucu banget Sayang...," ucap Kinan pada Radit sambil menunjuk ibu-ibu di seberang sedang menunggu antrian.
"Oh sebentar lagi kamu juga akan punya Baby kok,"
"Dan pastinya Baby kalian lucu," Sera menambahkan.
"Pasti dong... siapa dulu papa nya ganteng." puji Radit pada dirinya sendiri.
"Ganteng dari mana ya...?" Kinan tertawa meledek suaminya Radit.
"Selamat ya sebentar lagi kalian akan punya Baby," ucap Sera ikut bahagia.
"Iya makasih Sera. Gak yangka kamu ada sini juga, kamu sama siapa di sini?" tanya Kinan.
Belum sempat menjawab Sera mendengar ada yang memanggilnya.
"Sera...!" teriak Rini.
"Rini?" ucap Kinan kaget. Rini memperhatikan orang yang menyebut nama nya itu ternyata Rini mengenali nya walau jarak nya masih jauh.
"Kak Kinan..." teriak Rini sambil berlari setelah dekat mereka langsung berpelukan kayak Teletubbies.
__ADS_1