Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Pertunangan Keyla dan Aldi.


__ADS_3

Bik Sumi terkejut dengan apa yang dilihatnya kamar yang berantakan, baju-baju berserakan seperti sedang terjadi sesuatu di kamar itu.


"Waduh Non, ini ada apa? apa di sini telah terjadi gempa? koq kamar mu berantakan sekali...," ujar Bik Sumi meledek.


"Udah deh Bik, jangan banyak komen. Sekarang aku lagi ada masalah Bik...," seketika Kayla kesal muka nya menjadi murung.


"Ada apa Non... koq sedih begitu?" tanya bibik.


"Lihatlah! di belakang." Keyla memutar balik badan nya memperlihat kan pada bibi apa yang sudah terjadi.


"Waduh...," ucap bibik membola, melihat belakang gaun yang di pake Keyla. Bibi hampir tidak percaya kalau gaun itu sudah sobek.


"Non apakan gaun ini sehingga bisa begini? Aduh... Tuan pasti marah besar mana waktu nya udah mepet lagi bagaimana ini Non...?" balik bibi yang panik.


"Huuuuuu... bukan nya bantuin bibi malah bikin Keyla tambah panik aja...," rengek Keyla sambil mewek.


"Iya maaf Non, bibik jadi panik. Melihat Keyla jadi tambah sedih bibi menenangkan nya.


"Non tenang ya... bibi akan cari cara untuk mengatasi nya," ujar bibik sambil berpikir.


Beberapa menit bibi berpikir. Keyla merintih menahan rasa kesalnya. Akhirnya bibi dapat cara gimana mengatasi sliting yang lepas ia memasang kembali sliting itu tapi sudah tak bisa lagi di betul kan akhirnya bibi mencari solusi lain, ia memakai semat untuk mengancing kan gaun itu. Untuk menutupi nya rambut Kayla di urainya. Sehingga tidak terlihat, Keyla pun merasa sedikit lega. Bibi mengingat kan agar secepatnya turun menemui papa nya. Keyla pun beranjak dari kamar nya di susul bibi juga ikut turun.


Pak Hendra sudah gusar karna menunggu terlalu lama. Keyla turun dengan dengan langkah kaki yang berat sekali untuk di ayunkan seolah ia ingin melewati hari itu tanpa menjalani nya. Pikiran itu semakin kian bergemuruh setelah papa nya meminta keyla untuk segera di dandani. Keyla menghela napas panjang dan membuangnya secara kasar untuk melepas semua tekanan ia pun berusaha untuk tenang. Ia tidak mau di ketahui papa nya Keyla terseyum ke arah papa nya yang menunggu nya dari tadi.


--------

__ADS_1


Keyla sudah di dandani secantik mungkin, semua mata yang memandang pasti lah akan takjub melihat kecantikan nya apalagi kaum pria. Keluarga Aldi sebentar lagi akan tiba di tempat kediaman Pak Hendra Keyla sudah siap sudah tampil cantik di depan cermin hias. Perias memuji kecantikan Keyla di tambah lagi bik Sumi ikut memuji. Keyla tersenyum malu.


"Nak Aldi sangat beruntung ya... bisa punya calon istri seperti Keyla," ucap perias pada Bik Sumi.


"Iya Nak Aldi adalah pria yang beruntung sekali," sambung bibik.


Tidak lama kemudian, Aldi pun datang bersama rombongan para kerabat nya dan teman-teman nya. Semua datang dengan bahagia mengantarkan Aldi di tempat yang sudah di sediakan.


Aldi melihat di sekeliling mata nya sedang mencari seorang putri kesayangan nya.


Keyla di antar Bik Sumi dan perias di hadapan semua tamu. Seketika para tamu terdiam dengan pandangan semua mengarah pada Keyla meraka terpukau dengan kecantikan Kayla yang memang tampak sempurna saat itu bak seseorang putri raja.


Acara pun segera berlangsung dengan meriah. Keyla dan Aldi saling menatap dan memuji dalam hati nya masing-masing. Ibu May terseyum di sambut ramah oleh keluarga Aldi. Ia tidak menyangka kalau ia akan diperlakukan istimewa oleh keluarga Aldi. Ibu May di antar duduk di depan sambil mendorong Pak Edi yang masih kurang enak badan hari itu. Pak Edi terpaksa menghadiri acara pertunangan putra nya dengan kondisi seperti itu karna ia baru saja sembuh dari sakit nya ia tidak kuat .untuk berjalan ia masih mengunakan kursi roda.


"Maaf Bu siapa kah kira nya pria yang bersama ibu itu, apa dia suami ibu?" tanya nya.


"Iya dia suami ku, Ayah nya Aldi," jawab ibu.


"Ooh maaf yah Buk bertanya soal nya jarang tampak selama ini." kata nya lagi. Pria tersebut bersalaman dengan Pak Edi dan sedikit berbincang-bincang.


"Dia sudah lama sakit sehingga jarang keluar rumah," terang ibu May merasa tidak nyaman.


"Ada maksud apa kira nya orang ini bertanya tentang Mas Edi?" batin ibu merasa risih dengan pertanyaan orang itu. Orang itu bertanya semua tentang Pak Edi.


Acara akan segera dimulai tapi ibu sibuk dengan orang tersebut yang sangat kepo pada suaminya. Ibu dengan sabar nya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada nya.

__ADS_1


Saat nya ia mengalihkan pembicaraan ia langsung menjauh dari orang tersebut membawa Pak Edi duduk lebih ke depan lagi.


"Seperti polisi saja orang itu..." batin ibu May.


Bu May menjadi tidak tenang karna dari gerak-gerik nya orang itu seperti nya mencurigakan, ibu jadi takut dan berprasangka kalau orang itu adalah seorang mata-mata.


Selama pertunangan berlangsung ibu tidak bisa tenang seolah akan terjadi sesuatu pada suaminya.


Aldi menoleh kearah ibu nya ia melihat ibu nya tampak panik dan kuatir.


"Ibu lagi memikirkan apa, kenapa ia dari tadi tidak pokus pada acara ini seolah sedang berpikir," batin Aldi.


Aldi memakai kan cincin pada jari Keyla dan Keyla pun memakaikan cincin di jari Aldi. Keduanya saling menatap Aldi mengecup puncak Keyla dengan lembut semua tamu bertepuk tangan, tapi tidak dengan ibu yang dari tadi ingin sekali beranjak dari tempat itu.


Mereka sudah tukaran cincin itu artinya Keyla sudah sah menjadi tunangan Aldi saat itu. Keyla tampak memerah dengan detakan jantung yang tidak menentu. Ia merasakan sesuatu.


"Akhirnya aku sudah jadi tunangan mu, aku tidak menyangka kalau kita akan di ikat oleh suatu hubungan ini," ucap Keyla pada Aldi.


"Kini kau sudah sah jadi milik ku keyla, pasti kan tidak ada laki-laki lain di hatimu saat ini, sampai kita sah jadi suami-istri kamu akan jadi milik ku seutuhnya dan selamanya," ujar Aldi pada keyla.


Keyla tersenyum dan berkata. "Aku janji pada mu Al... tidak akan ada orang lain dihatiku berjanji lah juga pada ku Aal... kalau kamu hanya mencintai ku selama nya," ucap Keyla sedikit malu.


"Iya aku janji. Hal itu tidak perlu kau kuatirkan lagi. Diriku seutuhnya milik ku, begitu pun kamu seutuhnya akan jadi milik ku," tambah Aldi.


Keduanya saling menatap dengan pikiran masing-masing. Pak Hendra tampak tersenyum dan bahagia sekali hari itu kini semua harapan nya akan segera terwujud akan menjadi kan Aldi sebagai menantu nya.

__ADS_1


__ADS_2