
Semakin lama semakin akrab antara Sera dan Rikky Rini menjadi curiga pada kedua nya punya hubungan khusus. Rini menayakan hal itu pada Sera tapi Sera tidak menjawab nya malah mengalihkan dengan hal lain.. Rini pun berencana ingin memantau dengan diam-diam. Ternyata benar dugaan nya antara Rikky dan Sera ada hubungan.
Disaat mereka sedang asyik mengobrol Rini menghampiri Sera dan Rikky.
"Selamat ya buat kalian akhirnya aku merasa lega ada yang tulus mencintai Bang Rikky," ucap Rini tiba-tiba membuat Sera dan Rikky kaget mendengar ucapan nya.
Sera jadi salah tingkah karna malu Rini sudah mengetahui hubungan mereka.
"Apa maksud mu Rini? kami...,"
"Hem... sudah lah ngaku saja aku juga sudah tau kok tentang hubungan kalian." ucap Rini menimpali.
Sera menoleh ke arah Rikky dan Rikky mengedipkan matanya sebagai isyarat bahwa mereka akan berterus terang mengakui kalau mereka memang sudah jadian.
"Rini sebenarnya kami memang sudah jadian kok tapi Rikky masih ragu pada dirinya sendiri," ucap Sera tampak malu-malu.
"Ragu kenapa Bang?" tanya Rini.
"Seperti yang kamu ketahui Rin, abang sudah begini abang takut Sera akan menyesal di kemudian hari," sahut nya.
Sera menutup mulut Rikky dengan jari telunjuk nya.
"Jangan bicara begitu Rik, aku menerima dirimu apa adanya tanpa melihat siapa kamu bagaimana kondisimu aku tulus," jelas Sera berkata jujur.
Rikky terharu mendengar ucapan Sera makasih atas ketulusan mu Sera. Mulai saat ini aku akan jadi orang terbaik untuk mu walaupun kondisi ku seperti ini aku akan mencoba untuk membahagiakan mu.
Mereka mengobrol panjang lebar hari itu hingga hari makin lama makin sore saat nya Sera akan pulang ia pamit pada kedua adik kakak itu. Rini mempersilahkan Sera pulang. Tinggal mereka berdua lagi yang ada di ruangan itu. Rini menghampiri Rikky saat mendapat chat dari Galuh yang mengajak nya makan malam.
"Bang, apa Rini boleh minta sesuatu dari Abang?"
"Apa itu Rini?" jawab Rikky datar.
"Malam ini Bang Galuh ngajakin Rini makan malam apa boleh Rini terima tawaran nya?" pinta Rini meminta ijin.
__ADS_1
"Tidak boleh!" jawab Rikky singkat dan tegas.
"Kenapa?" Rini merasa heran kenapa tidak di ijinkan.
"Pokok nya tidak boleh! karna kamu tidak boleh dekat-dekat dengan Galuh. Abang tidak mau tau alasan mu apa, pokok nya tidak boleh." Rikky mencetus.
Rini merajuk ia pergi keluar saat keluar dengan buru-buru ia bertabrakan dengan Galuh yang akan masuk ke ruangan Rikky juga di saat itu.
"Bang Galuh maaf," ucap Rini dengan wajah murung.
"Kamu buru-buru mau kemana?" tanya Galuh.
"Gak kemana-mana kok hanya mau keluar cari angin," sahut Rini.
"Ooh, apa gak jadi makan malam nya?" Galuh merasa sedih.
"Gak jadi Bang," jawab Rini singkat sambil menunduk.
"Lho kenapa memang nya gak mau makan gratis?" ucap Galuh sambil bercanda.
Sontak Galuh pergi menemui Rikky memohon agar di ijinkan keluar sebentar.
Rikky terkejut melihat Galuh datang tanpa mengucapkan salam padanya. "Kamu gak sopan banget Galuh, masuk ruangan orang tanpa permisi."
"Hah, kepepet Rik, Ayo lah ijinkan aku makan malam dengan Rini sebentar saja Rik, pliss...kali ini aja... aku gak ada maksud apa-apa kok hanya meminta Rini temani makan doang, aja aku janji akan mengantarkan nya pulang lagi," ujar Galuh meminta ijin.
"Aku tidak percaya pada mu Gal," ucap Rikky.
Galuh memohon dengan sangat kepada Rikky hingga akhirnya Rikky pun luluh. Ia merasa kasian pada Galuh yang mengemis-ngemis memohon.
Galuh merasa senang dan bahagia mendapat ijin dari Rikky sampai ia ingin memeluk dan menciumi Rikky. Rikky menangkis tangan Galuh yang hampir memeluknya.
"Iiih gak banget aku di peluk sama kamu Galuh, sana pergi! sebelum aku berubah pikiran," cetus Rikky mengusir.
__ADS_1
Galuh pergi dengan semangatnya ia langsung menemui Rini di taman samping rumah sakit yang sedang menyendiri. Galuh memberitahu Rini kalau mereka sudah mendapat ijin dari Rikky. Rini pun merasa senang, tanpa menunggu lama keduanya pun pergi.
Di tempat lainnya...
Rombongan keluarga Aldi dan Pak Hendra sudah tiba di perempatan jalan mereka sengaja singgah di desa yang Mila tempati karena Keyla ingin mengajak Mila ikut serta ke pulau. Mila sudah siap menunggu kedatangan mereka. Setelah beberapa jam kemudian para rombongan tiba di desa itu. Mila meyambut nya dengan gembira. Pak fajar kaget melihat wajah Mila sangat mirif dengan mendiang istrinya.
"Ternyata wajah asli nya sama cantiknya persis banget seperti Nurmala waktu gadis," ujar Pak Fajar.
Mila keheranan mendengar ucapan Pak Fajar. "Apa maksud Bapak?" tanya nya.
Samua mata memandang ke arah Pak Fajar yang histeris membolak-balik tubuh Mila. Melihat wajah Mila yang sangat mirif dengan Nurmala istrinya.
"Ini kebetulan atau bagaimana kenapa wajah mu sangat mirip dengan istri ku Nurmala." sebut nya berkali-kali.
Mila keheranan mendengar ucapan Pak Fajar ia menitiskan air mata nya. "Apa Bapak kenal ibu saya?" tanya nya.
"Nurmala maksud ya?"
"Iya, ibu saya bernama Nurmala," sahut Mila.
"Siapa nama ayah mu Nak?" tanya Pak fajar penasaran.
"Saya... tidak punya ayah lagi Pak," Jawab Mila sedih.
"Ooh maaf," Pak fajar menceritakan pada Mila tentang rasa penasaran nya itu.
"Mila pun ikut bercerita, menurut ceritanya nenek ibu dan bapak berpisah saat ibu masih mengandung aku dan kembaran ku," ujar Mila dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa? kamu punya kembaran Mil?" tanya Keyla kaget.
"Iya Kak, tapi kami terpisah. Saat itu nenek sudah tua ia sudah sakit-sakitan ia tidak sanggup mengurus aku sama kembaranku sekaligus. Maka suatu hari nenek menitip kan kembaran ku ke panti asuhan untuk sementara waktu. Setelah usia ku 2 tahun nenek datang kembali lagi ke panti itu untuk mengambil kembali kembaran ku, tapi kembaran ku sudah diadopsi oleh pasangan orang kota. Nenek tidak tau dengan jelas alamat dan wajah orang yang mengadopsi kembaran ku itu. Akhirnya nenek pulang dengan perasaan sedih nya setiap hari nenek selalu bersedih ia merasa bersalah nenek karna tidak dapat menjumpai kembaran ku itu. Akhirnya Nenek nekat ibunuh diri karena tidak kuat untuk menahan kesalahan nya ia manjadi tekanan batin. Setelah aku berumur 5 tahun nenek meninggal ku.
Sepeninggal Nenek saat itu, aku di urus oleh Tante. Nenek berpesan agar Tante Lina merawatku sampai dewasa.Tapi Tante Lina tidak menyukaiku dari kecil. Saat aku berumur 12 tahun, aku nekat kabur dari rumah nya karena ia akan menjual ku pada seorang pria tua. Aku hidup di jalanan sehingga ibu kost menjumpai ku. Ia iba melihat ku tidur di emperan, akhirnya aku di adopsi oleh nya. Untuk membalas budi baik nya aku menjadi pembantu di rumahnya selama ini. Aku belajar sambil bekerja hingga suatu hari aku berjumpa dengan seorang guru yang baik ia menyuruh ku sekolah dan di gratiskan. Sejak itu aku bersekolah sampai tingkat SD sampai SMA aku berhasil lulus dan diterima berkerja di salah satu perusahaan si kota tapi ibu kost tidak punya biaya buat keberangkatan ku. Tapi aku sangat beruntung karena Kak Keyla sekarang bisa menjemput ku ini keberuntungan buat ku aku," ucap Mila semangat.
__ADS_1
Mila pun selesai bercerita. Selama bercerita semua nya termangu semua sedih mendengar cerita Mila lebih-lebih lagi Pak Fajar ia menitiskan air mata nya dan berniat akan mengadopsi Mila kalau ia tidak keberatan.