
Setelah sampai di ruangan UGD Kinan terkejut sudah banyak yang berkumpul di situ.
"Ini ada apa? siapa yang sakit?" tanya Kinan.
"Em Kinan, syukur lah kamu sudah datang. Dari tadi Pak Fajar sebut nama kam," ujar Keyla menghampiri Kinan.
"Hah, masa sih ada perlu apa dia sebut-sebut nama aku?" Kinan bingung.
"Ini ada apa sebenarnya Pak Fajar yang sakit kenapa aku yang di suruh ke sini kamu tau kan Key, kalau aku ini lagi hamil. Sebenarnya aku gak bisa datang tapi aku paksakan. Radit aja marah-marah waktu aku minta pergi," ucap Kinan memarahi Keyla.
"Maaf Kinan, tapi ini darurat," sahut keyla singkat.
"Aku kira kamu yang sakit Key, aku kuatir pada mu, eh ternyata dia yang sakit kalau begitu aku mau pulang saja karena aku perlu istirahat disini gak baik buat bumil seperti ku," ujar Keyla mau beranjak pergi.
"Tunggu Kinan kamu harus temui Pak Fajar," pinta Keyla.
"Tidak mau Keyla, dia bukan siapa-siapa ku juga. Baru aja kenal dengan dia untuk apa juga dia minta ketemu dengan ku." Kinan berisi keras mau beranjak dari rumah sakit itu.
"Dia ayah kandung mu Kinan...!" ujar Keyla tanpa basa-basi lagi.
Kinan terdiam. ia tidak percaya pada ucapan Keyla.
"Kamu bicara apa sih Key?" Kinan meragu.
__ADS_1
"Ayah aku kan Pak Sanjaya. Kamu ada-ada saja." ucap Kinan.
"Dia orang tua angkat mu Kinan, aku sudah lama mengetahui nya. Orang tua mu adalah Pak Fajar dan Bu Nurmala iya kan Mila," Keyla menyakinkan Kinan.
Mila pun ikut menyakinkan.
Mila menagis dari tadi ternyata ia masih punya keluarga.
"Kak Kinan aku adalah adik mu dan Pak Fajar adalah Ayah kita. Kamu adalah saudara kembar ku Kak, Kinan hampir shok mendengar semuanya itu. Ia tidak kuat berdiri hampir terjatuh untung ada Keyla di samping nya sehingga ia dapat menahan tubuh sahabatnya itu hampir terjatuh. Keyla memanggil Radit untuk membantu nya membawa Kinan duduk di kursi.
Radit ikut kaget dengan kenyataan itu. Ia mencoba menghibur Kinan. Mila menyakinkan Kinan agar segera menemui Pak Fajar yang sudah sekarat. Sakit jantung yang di deritanya selama ini kumat dan ia tidak bisa berkata-kata lagi.
"Ayo lah Kak, kita temui Ayah. Itu kalung mu sama dengan punya ku tapi sayang punya ku sudah hilang.
Kinan penasaran ia pun membuka kalung liontin kesayangan nya itu dan seperti yang Mila katakan di kalung itu memang ada huruf tersebut
"Apa kakak tau arti huruf ini? ini inisial nama orang tua kita Kak, Fajar dan Nurmala. Nurmala adalah nama mama kita. Kita anak kembar yang terpisahkan Kak."
Mila menceritakan semua tentang masa lalu itu cerita dari sang nenek yang sudah meninggal karna rasa bersalah nya telah menitipkan Kinan ke panti asuhan.
Kinan tersadar sekarang terjawab sudah teka teki yang sering ia pertanyakan pada dirinya sendiri.
Kenapa Mama dan Ayah nya tidak tulus menyayangi nya bahkan selalu memaksakan kehendak mereka rupanya Kinan memang bukan anak mereka.
__ADS_1
Sontak Kinan berlari ke dalam ruangan UGD menemui Pak Fajar.
"Ayah... maafin Kinan, selama ini Kinan menjauhi Ayah," lirih nya sambil menagis.
Pak Fajar mengambil napas panjang untuk menenangkan dirinya. Ia ingin mengatakan sesuatu pada kedua putrinya itu namun dadanya sangat sesak ia tidak bisa mengeluarkan suara. Pak Fajar hanya bisa memegang kedua tangan putri kembar nya itu.
"Sejak kapan Ayah sakit Mila? Dokter berikan pengobatan yang maksimal berapa pun akan kami bayar asal Ayah bisa sembuh.
Baik Dik, akan kami lakukan. Pak Fajar mengalami serangan jantung ternyata ia sudah cukup lama mengidap penyakit ini." jelas Dokter.
Kinan menarik napas kasar nya. Radit selalu menemani di samping nya selalu menjaga istrinya.
Pak Fajar melihat sekeliling nya ia tersenyum ke arah ke dua putri dan menantu nya.
"Akhirnya aku bisa tenang makasih Nurmala, ternyata kamu masih bisa memberikan ku hadiah di saat umur ku sudah menua. Aku bahagia saat ini karena bertemu dengan anak-anak," Pak Fajar membatin sambil tersenyum menatap semuanya.
"Ayah, apa yang sakit? mulai sekarang kami akan merawat Ayah. Ia kan Kak kita akan merawat Ayah," ucap Mila Menoleh ke arah Kinan.
"Iya Mil, makasih ya sudah menyakinkan Kakak, Kakak minta maaf pada mu karna awal nya Kakak tidak menyukai mu," ucap Kinan.
"Amin. Makasih Tuhan... kini aku punya keluarga," ucap Pak Fajar dalam hatinya sambil melihat kedua putrinya yang berpelukan. Seketika itu pula Pak Fajar tampak baikan ia bisa menarik napas dengan normal.
Pak Fajar diperiksa Dokter. Beruntung denyut jantung nya sudah normal kembali. Mila dan Kinan di panggil dokter karna Pak Fajar akan segera di pindahkan ke ruang perawatan. Mila dan Kinan yang kuatir akan keadaan Pak Fajar akhirnya menjadi lega.
__ADS_1
"