
Pagi itu Rikky memberanikan dirinya untuk keluar dari kos demi mengobati luka nya yang sudah lama tidak kontrol walaupun luka nya sudah mengering tapi di dalam nya masih terasa sakit mungkin itu karena peluru yang masuk cukup dalam makanya luka nya masih terasa sakit di bagian dalam.
Galuh menuntun Rikky masuk ke puskesmas untuk memeriksa kaki nya. Setelah itu mereka secepatnya pulang dari tempat itu Rikky selalu kuatir jika berada di luar karna dirinya masih masa pencarian polisi.
"Gal secepat nya kita segera pergi dari tempat ini aku tidak mau ada orang yang tau tentang keberadaan ku," ujar Rikky.
"Sampai kapan kamu akan terus sembunyi Rik, apa kamu tidak kasian adik mu yang selalu menyuruh mu pulang. Ayo lah, hentikan tindakan konyol mu itu. Tidak ada untungnya juga kamu berambisi akan membalas dendam pada mantan mu itu, karna jodoh dan takdir ada di tangan Tuhan. Iklas kan saja dia biarlah ia bahagia bersama pasangan nya sekarang," nasehat Galuh.
"Tidak Gak! aku sangat mencintai Keyla gak mungkin aku bisa melihat nya bahagia bersama Aldi," sahut nya dengan bengis.
"Hentikan amarah mu itu Rik, itu akan membunuhmu secara perlahan. Sekarang lihat dirimu sudah hampir cacat karena tindakan bodoh mu itu." ujar Galuh tidak suka. Luka Rikky yang dalam sudah terkena ke tulang ia membiarkan luka nya setelah satu minggu bersembunyi menyebabkan luka nya menjadi infeksi. Dokter bilang kalau luka nya akan membusuk jika tidak di tangani serius kemungkinan besar bisa di amputasi. Jika tidak kaki nya sudah membusuk dan menyebar.
"Sekarang apa beda nya aku dengan Aldi, Ia telah kehilangan ginjal nya sebelah, sedangkan aku akan kehilangan kaki. Ya Tuhan ampuni dosaku aku sudah berbuat hal yang tidak wajar yang sudah merugikan diri ku sendiri," batin nya.
Rikky bersedih ia duduk murung di sebuah halte mereka sedang menunggu angkot di tempat itu. Tanpa disadarinya ia di perhatikan oleh sepasang mata dari sebrang seseorang gadis itu adalah Sera.
Sera memandang tajam ke arah mereka. Ia tidak yakin dengan penglihatan nya sontak ia berlari mendekati halte. Ternyata benar dugaan nya ia melihat Rikky di situ.
"Rikky!" panggil nya.
Sontak Rikky menoleh ke arah orang yang memanggil nama nya. Ia segera menghindar dengan mengajak Galuh pergi.
"Gal buruan kita pergi dari sini, itu Sera mengikuti ku," Dengan berlari terbirit-birit Rikky tidak kuat kaki nya sangat sakit ia terjatuh.
"Rikky kenapa berlari?" Galuh merangkul Rikky membantu nya berdiri.
"Gal, itu Sera mengikuti ku ayo kita lari aku tidak mau ia menemukan kita," ujar nya panik.
"Rikky! bagaimana bisa aku membawa mu berlari dengan kondisi mu seperti ini sudah lah akui saja kesalahan mu kalau kamu memang bersembunyi selama ini, pulang lah ke keluargamu Rikky jika tidak aku tidak bisa membantu mu menyembuhkan sakit mu aku tidak punya duit untuk membawa mu ke rumah sakit di kota," ujar Galuh menasehati.
" Galuh apa kamu tidak tau? aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini kenapa kamu selalu menyuruhku pulang," keluh Rikky menolak.
__ADS_1
"Jadi kamu anggap apa adikmu itu?" Galuh merasa kesal karena kasihan melihat kondisi Rikky yang semakin buruk.
"Aku tidak mau pulang Galuh, aku cuma bisa nyusahin Rini," lirihnya.
"Jadi sekarang kamu mau kemana?" tanya Galuh.
"Aku mau di kos saja!" Rikky ngotot.
"Rikky dengerin aku, kamu harus berobat apa kamu tidak mendengar ucapan dokter tadi kamu harus berobat ke rumah sakit di kota kalau tidak kaki mu akan membusuk apa kamu mau kehilangan kaki?
Di saat mereka berbicara Sera sudah menemukan mereka dan mendengar semua ucapan Galuh.
Sera menggigit bibirnya dengan kuat ia tidak tega mendengar ucapan Galuh.bb
"Rikky...! Huh...ternyata kamu ada di sini, aku capek mengejar mu kenapa kamu lari di saat aku memanggil mu tadi," gerutu Sera yang sudah ngos-ngosan berlari mencari Rikky dan Galuh.
"Sera, kamu kenapa mengikuti ku?"
"Aku mau bicara sesuatu dengan mu Rik, dan ini sangat penting!" Sera menarik tangan Rikky dan membawa agak jauh dari Galuh.
"Aduh itukan gadis yang aku rampok dulu, kenapa ia kenal dengan Rikky, mati deh aku ternyata dia yang namanya Sera teman Rikky. Bagaimana ini?" Galuh mondar-mandir berjalan ingin lari dari tempat itu tapi ia tidak tega melihat Rikky. Galuh pun bersembunyi.
"Maaf Sera aku harus pergi!" Rikky menoleh ke belakang mencari Galuh.
"Dimana Galuh? Galuh... Galuh... kamu dimana?"
"Ayo gal kita pulang... teriak nya mencari Galuh yang bersembunyi di balik sudut tembok rumah penduduk.
"Rikky kenapa kamu begitu keras kepala kamu lihat keadaan mu sudah begini sekarang kamu ikut aku," ajak Sera berisi keras mengajak nya pulang.
"Tidak Sera!" tolak Rikky.
__ADS_1
"Ikut aku Rik... pliss..." Sera memohon.
" Tolong jangan memaksa ku Sera, aku tidak mau pulang!" cetus Rikky melepaskan tangan nya.
Sera kesal ia pun menelpon Rini. menceritakan tentang semua yang dialami Rikky.
Rikky terus memanggil Galuh.
"Teman mu sudah pulang aku melihat nya tadi ia pergi ke arah sana," ujar Sera tidak tega melihat Rikky terus mencari Galuh.
Galuh muncul dengan memakai topeng di wajahnya.
Ia segera menarik tangan Rikky dan mengajak nya pergi sebelum Sera melihat mereka.
Sera menoleh ke arah Rikky tiba-tiba dia sudah tidak ada lagi.
"Apaan si pake masker segala aku kira penculik tadi ternyata perampok," kelakar Rikky tertawa melihat Galuh tiba-tiba muncul pake topeng
Mereka pun pergi dari tempat itu.
"Hah, kamana dia?" tanya Sera sendiri nya.
Ia pergi mencari nya di sekitar itu dan berhasil menemukan Rikky dan teman nya diam-diam Sera mengikuti mereka.
Galuh curiga serasa ada yang mengikuti nya dari belakang ia pun mengalihkan perhatian ia pergi ke arah lain untuk mengelabui Sera. Sera pun kehilangan jejak. Rikky merasa bingung kenapa ia mengajak nya ke jalan lain yang lebih jauh.
"Tadi gadis itu mengikuti kita makanya aku mengajak mu ke jalur lain,"
"Gadis yang mana Sera maksud mu?" tebak Rikky.
"Iya..., seperti nya ia penasaran dimana tempat tinggal kita," ujar Galuh berpendapat.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak bilang itu," ujar Rikky.
"Aku rasa itu tidak perlu dibahas sekarang, aku capek Rik, kita juga sudah aman. Ayo masuk," sambung Galuh mengajak Rikky masuk meraka sudah sampai di kos.