Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Saat di rumah sakit.


__ADS_3

Sera melihat Galuh berjalan di kejauhan ia memandang dengan sinis. "Kenapa ada dia di sini Rin, kamu menghubungi dia?" tanya Sera.


"Hem... iya emang kenapa?" Rini terseyum melirik Sera.


"Aduh Rin, koq gak bilang dulu kalau mau suruh Galuh sini sih?" gerutunya.


"Ada apa sih kamu keberatan Galuh di sini?" Rini mendelikkan matanya menatap Sera dengan heran.


"Keberatan sekali, karna aku gak suka lihat dia. Galuh itu orang jahat Rini, kalau dia pengaruhi Rikky lagi jadi jahat gimana?" Sera mempengaruhi.


"Sudah lah Ser, itu orang nya udah dekat. Gak baik bilang orang jahat kayak kamu baik aja... kamu kan juga jahat Sera,, sadar sikap kamu itu juga jahat tau?" sahut Rini kesal.


"Apa! kamu ngatain aku jahat?" Sera melototi Rini.


"Emang kesalahan apa yang buat pada mu Rin?..."


"Alah tidak sadar rupanya dia." Rini berhenti berbicara karena Galuh mulai mendekat. Sera pun membuang muka malas pada Galuh.


"Hay... kalian sudah lama di sini?" Galuh menyapa.


"Iya, sejak pagi tadi," jawab Rini terseyum.


"Ooh... maaf aku gak bawa apa-apa untuk Rikky." Galuh duduk di samping Sera. Sera menggeser posisi duduknya sambil melirik dengan sinis nya.


"Bilang aja gak punya duit buat beli oleh-oleh," cetus Sera.


"Iya memang aku lagi gak punya duit," Galuh menunduk malu.


"Iya gak apa-apa koq Galuh... Sera mulut mu di jaga ya gak sopan banget kamu!" sambung Rini.


"Itu kenyataan nya Rin, dia itu kan malas makanya dia jadi perampok. Awas kamu jangan dekat-dekat dia ntar kamu di rampok lagi, kamu kan banyak duit, aku yakin dia ada mau nya dekatin kamu!" cetus Sera memperingati Rini ia menjaga jarak dari Galuh pindah tempat duduk di samping Sera.


"Kamu benar Sera... memang Galuh sudah merampok aku kok. Sejak pertama kali bertemu dia sudah merampok sebagian hati ku..." batin Rini.


"Rin, kok senyum-senyum sendiri sih... gak mau senyum ke aku gitu?" tanya Galuh meledek.


"Hem... tidak apa-apa kok." jawab Rini menahan tawa mendengar ucapan Galuh.


Galuh terpukau saat melihat senyuman di wajah Rini di tambah lesung pipi menghiasi wajah nya. Rini terlihat semakin manis di pandangan mata Galuh.


"Rini cantik banget kalau lagi tersenyum," Galuh terpesona.

__ADS_1


"Duh, kok aku dek-dekan gini sih di dekat Rini. Ini tidak boleh terjadi bagaimana caranya aku menyembunyikan perasaan ku ini pada mu Rini. kamu seperti bidadari surga saja di mata ku. Lain dengan yang di sampingnya si muka cuka." Raut muka Galuh berubah kecut saat melihat Sera.


"Heh Galuh kamu kok memandangi ku begitu ada masalah dengan muka ku?" sindir Sera.


"Iya jelas ada lah itu muka kusut banget kayak setrikaan yang gosong... " ledek Galuh.


"Sudah berani menghina ya belum pernah ku pencet ya...!" jiwa laki-laki Sera timbul saat bertemu dengan Galuh bawaan nya pengen duel aja kalau melihat Galuh.


"Udah deh kalian jangan ribut di sini kalian gak tau ini rumah sakit. kamu juga Sera kenapa ladeni Galuh kamu kan perempuan?"


"Rini lembut banget ketika berbicara bahkan saat marah pun masih lembut sungguh sempurna ciptaan mu Tuhan...!" batin Galuh kagum pada Rini.


"Aku mau temui Rikky saja kalian jangan ikut!"


"Emang sudah di bolehin Ser...?" tanya Rini.


"Abis nya aku kepanasan kalau di sini," Sera pun pergi ke tempat Rikky di periksa. Ia mengetuk pintu ruangan tempat Rikky mengisi data-data nya.


Dokter mempersilahkan Sera masuk.


"Apa anda keluarga pasien?" tanya dokter.


"Rini mana Ser?" tanya Rikky.


"Dia sibuk dengan si Galuh tuh kasi tau adik mu jangan dekat-dekat Galuh!" cibir Sera.


Rikky hanya tersenyum mendengar kan ucapkan Sera. "Jadi Galuh dia ada ke sini juga?"


"Iya Rini yang menelpon nya memberitahu dia." jawab Sera datar.


"Galuh memang sahabat terbaik ku..." puji Rikky.


"Mana dia Ser, tolong! panggilkan dia ajak kemari.


"Lebih baik gak usah deh Rik... kalau Galuh di sini aku akan pulang."


"Lho koq gitu sih Ser... si Galuh salah apaan?" Rikky heran.


"Dia itu perampok Rik... jika kamu dekat-dekat dengan nya kamu akan ketularan jahat nanti nya." cetus Sera memperingati.


"Sera-sera... ada-ada saja kamu."

__ADS_1


Dokter memberikan surat keterangan persetujuan dari pihak keluarga pada Rikky.


"Yang bertanda tangan di situ adalah saudara kandung, ibu, dan bapak pasien. Tidak boleh orang lain termaksud pacar kalau istri boleh. Harus ada hubungan darah dan mau bertanggung jawab nanti nya jika terjadi sesuatu di luar dugaan," ujar dokter memberitahu.


Sera menatap tajam Dokter yang meliriknya itu. Sera beranjak di tempat itu memanggil Rini masuk. Galuh menyusul di belakang Rini.


Di saat Galuh masuk Sera keluar menghindari Galuh.


"Ada apa dengan Sera kenapa ia keluar di saat Kalian masuk?" tanya Rikky heran.


"Gak tau tuh! mungkin sakit nya lagi kumat," jawab Galuh.


"Sakit? Sera sakit apa?


"Sakit jiwa... hahahaha," Galuh pun tertawa.


"Ada-ada saja kamu Galuh, hati-hati ya ntar kamu jatuh cinta sama dia." ledek Rikky.


"Apa kamu bilang? kanyak nya kamu udah ketularan gila deh karena udah dekat-dekat Sera jadi ngelantur gitu. Gak mungkin banget lah aku suka sama dia karena aku sudah punya pemilik hati." sahut Galuh sambil tersenyum.


"Cie..." ledek Rikky "akhirnya kamu move on juga..."


Rini jadi cemberut mendengar ucapan Galuh ia tidak tenang saat di mintai keterangan oleh dokter.


"Ternyata Galuh sudah punya pacar... lirih nya kesal.


Sehabis mendatangi surat keputusan itu Rini langsung keluar dari ruangan dokter tanpa ijin ke Galuh. Sedangkan Galuh asyik mengobrol dengan Rikky tidak sadar kalau Rini sudah keluar. Kebetulan saat itu dokter lagi keluar. Setelah Rikky di periksa kesehatan nya nanti oleh dokter maka ia akan segera menjalani operasi hari itu juga.


Rini sudah keluar mencari Sera yang ternyata masih duduk di tempat tadi. Ia langsung duduk di samping Sera.


"Gimana Rikkynya sudah di tangani?" tanya Sera ingin tau.


"Belum, tapi aku sudah mendatangi surut persetujuan itu. Dokter masih mempersiapkan semua nya, mungkin sebentar lagi akan menangani Abang." jawab Rini datar tanpa ekspresi.


Sera memperhatikan wajah Rini yang berubah jadi murung padahal awal nya ceria. "Itu muka kenapa jadi murung gitu? bukan nya kamu suka ada Galuh di sini?" cibir Sera.


Tanpa menjawab pertanyaan Sera Rini langsung mengalihkan, "Tidak apa-apa aku mau ke toilet dulu ya...."


"Hem... pergi lah!" Sera pasrah penuh kebingungan.


"Ada apa dengan Rini? dasar gadis aneh, tiba-tiba marah, tiba-tiba baik, tiba-tiba ceria, tiba-tiba murung...." Sera geleng kepala melihat Rini sudah menbjauh.

__ADS_1


__ADS_2