
Seiring berjalan nya waktu tidak terasa waktu yang ditentukan telah tiba. Waktu yang membuat jantung Keyla berdetak lebih kencang dari biasanya dari semalam tampak ia dek-dekan akan melalui nya hari itu. Telah tiba hari H nya dimana ia akan menjalani ikatan dalam hubungan nya dengan Aldi, seorang pria yang dicintai nya dalam ikatan pertunangan.
Keyla menjadi gugup dan panik ia tidak tau akan melakukan apa di saat itu, ia hanya berdiam diri berpangku tangan dengan wajah yang di topang dagu sambil menulis-nulis permukaan kasur dengan jarinya yang ia duduki saat itu. Saat itu sudah pukul 6 pagi tapi ia masih duduk melamun dengan sejuta rasa di benaknya harus nya ia sudah siap mandi dan sarapan saat itu tapi kenyataannya dari tadi ia belum beranjak melakukan apa-apa. Bik Sumi sudah datang membangunkan nya namun tidak di jawab nya sama sekali. Kayla bingung entah apa yang ada di pikiran nya makin lama diri nya makin bertambah panik dan gugup akan menghadapi hari itu.
"Aku harus bisa melalui ini semua." Keyla menghembuskan napas kasar. "Keyla ayo buruan hari ini kamu akan segera tunangan ini kan mau mu dari dulu kenapa saat ya sudah tiba kamu malah diam terpaku tidak bisa melakukan apa-apa?" batin nya bicara dengan dirinya sendiri.
"Non... Non...," teriak Bik Sumi membangun kan nya lagi.
"Ada apa dengan mu Non? apa kamu lupa hari ini kamu akan tunangan?"
Bik Sumi bingung harus dengan cara apalagi membangun Kayla, ia juga sudah menelpon nya berkali-kali tapi tidak diangkat juga.
"Ini tidak bisa di biarkan lagi, aku harus beri tau Tuan," ucap Bik Sumi sendiri nya. Ia pun beranjak dari kamar Keyla menuju kamar Pak Hendra majikannya.
Bik Sumi tiba didepan kamar Pak Hendra, ia segera menggedor pintu kamar tersebut.
"Tuan... Tuan... Tuan Hendra... Keyla ya belum juga turun Tuan, sepertinya ia belum bangun," seru Bik Sumi memberitahu.
"Iya Bik bangunkan saja dia Bik, udah siang begini dia belum siap juga," jawab Pak Hendra tampak sedang sibuk mempersiapkan diri nya.
"Bibi udah bangunkan dari tadi Tuan, tapi tidak ada respon. Lebih baik Tuan saja yang membangun kan nya...," ujar bibik balik menyuruh.
"Ada apa dengan anak itu? apa dia lupa hari ini dia akan tunangan?" gerutu Pak Hendra sambil merapikan baju nya di depan cermin.
"Coba sekali lagi, kamu bangun kan dia barang kali sekarang dia sudah bangun," seru Pak Hendra memberi perintah.
"Baik Tuan...," ujar bibik.
"Hah... anak semata wayang sulit sekali di ajak kompromi sudah di bilang dari semalam bangun lebih awal masih saja seperti ini. Keyla... Keyla...," desah Pak Hendra, tidak habis pikir kenapa putri nya sulit sekali bangun pagi walaupun ada acara tetap saja tidak hirau.
Pak Hendra menuju kamar Keyla menyusul Bik Sumi.
Pak Hendra tampak sudah rapi dengan pakaian tradisi nya membuat nya semakin gagah. Ia sangat semangat sekali hari itu, karena hari itu adalah hari spesial putri nya. Tapi apa kabar dengan putrinya yang akan tunangan hari itu.
Pak Hendra hampir sampai di depan kamar Keyla. Dilihatnya Bik Sumi teriak-teriak membangunkan Keyla.
__ADS_1
"Bik. Sudah lah berenti teriaknya. Biar saya yang bangunkan nya," ucap Pak Hendra menutup kuping tidak tahan dengan suara bising Bik Sumi.
Bik Sumi terkejut sontak menoleh dan berhenti teriak. Ia tertawa cengengesan di depan majikan nya. Bik Sumi pamit turun ke bawah.
"Keyla... Keyla... bangun Nak...," panggil Pak Hendra dengan lembut tapi nyaring.
Sontak Keyla tersadar dari tidur nya ternyata kelamaan melamun tadi membuat ya tertidur lagi wkwkwkw....
"Ini sudah jam berapa sih! koq Papa mendatangi aku di kamar." Keyla bangun menajamkan penglihatan nya, ia meraih jam di meja samping kasur nya dan di lihat nya sudah pukul 7 pagi.
"What sudah pukul 7! gawat ini... hari ini kan aku akan tunangan." Sontak ia bangun mengambil handuk akan pergi mandi.
"Keyla... keyla...." terdengar lagi suara Pak Hendra memanggilnya.
"Iya Pa sebentar...," Keyla bingung harus membuka pintu atau pergi mandi.
"Kamu ngapain di dalam, apa kamu sudah siap?" tanya Pak Hendra.
"Be- belum Pa... bentar lagi," ucap nya panik.
"Lagi pake baju Pa...," teriak Keyla beralasan.
"Oh ya sudah, papa tunggu di bawah ya," ujar Pak Hendra.
"Iya Pa... bentar lagi Keyla turun," sahut nya.
Sebelum mandi Keyla kasak kusuk mencari gaun yang akan di pakai nya hari itu, padahal ia sudah mempersiapkan nya tapi ia lupa di mana gaun itu dia letakan.
"Aduh kemana gaun itu...?" Keyla bicara sendiri nya.
"Ah... mandi saja lah...," desah nya.
Keyla belum menjumpai gaun itu padahal ada di bawah bantal nya tangannya sendiri yang sudah menyimpan nya di situ.
Selesai melakukan ritual mandi nya ia pun mengeledah semua isi lemari nya tapi tidak di jumpai nya gaun itu.
__ADS_1
Tukang rias yang di pesan Pak Hendra sudah datang menunggu di bawah sudah siap akan merias Keyla.
Pak Hendra menelpon Keyla. Ternyata letak ponsel nya tidak jauh dari gaun yang di taruh nya di bawah bantal. trett...trett.... bunyi ponsel nya berdering.
"Duh! itu siapa lagi yang menelpon," cetus Keyla sendiri nya.
Bunyi ponsel berdering berkali-kali. Gaun yang dicarinya belum ketemu. Akhirnya ia mencari sumber bunyi itu karna bising mendengar nya. Keyla menemukan ponsel nya dan langsung mengangkat nya. Ia melihat di dekat ponselnya ada gaun yang di carinya. "Ternyata kamu mengumpet di sini rupanya...," ujar Keyla pada gaun tersebut.
📞"Halo Keyla, siapa yang mengumpet...?" tanya pak Hendra yang mendengar ucapan Keyla.
Keyla melihat ponsel ya sudah tersambung.
📞"Hem... bukan siapa-siapa Pa. Hanya kecoa..," ujar Keyla berbohong.
"Kamu ngapain sibuk dengan kecoak apa kamu tidak tau ini sudah pukul berapa buruan turun!. Sekarang sudah ada perias di bawah ia akan merias mu hari ini cepetan!" cetus pak Hendra jengkel karena lama menunggu.
"Iya Pa, aku tau koq. Ini juga udah mau turun," ujar Keyla rada takut.
Ponsel terputus. Keyla melempar ponsel di kasur.
"Ih Papa heboh banget kayak dia aja yang mau tunangan," batin nya kesal di suruh cepat karena saat itu ia belum berpakaian masih pake handuk.
"Hari ini aku nepes banget. Semua nya jadi berantakan kamar berantakan, rambut berantakan. Ah... aku benci hari ini!" teriak nya geram sambil memakai gaun nya yang baru ketemu tadi.
"Ni gaun sempit banget lagi!" keluh nya terus memaksa. Sehingga sliting gaun di belakang lepas karna lupa di buka nya.
"Aduh! sliting nya lepas... gimana ini?" Keyla tambah panik
Keyla mencari ponselnya niat nya mau menelpon Bik Sumi. Ponsel yang dilempar tadi di ambil nya lagi, ia langsung menelpon Bik Sumi.
📞"Bik buruan sini.... aku perlu bantuan Bibik. Tapi jangan kasi tau Papa!" titah Keyla.
"Baik Non...," jawab bibik. Ia segera pergi ke kamar Keyla.
Sesampainya di kamar Keyla langsung membuka pintu membiarkan bibik masuk.
__ADS_1