Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Akhir dari sebuah penantian.


__ADS_3

Dari perlakuan Sera Rini mengambil kesimpulan kalau Sera ada menaruh rasa suka pada Rikky.


Ia membiarkan Sera dan Rikky menikmati kebersamaan mereka sedangkan Rini duduk di kursi merenungi kejadian barusan saat Galuh memberikan nya sebuah kalung liontin.


"Apa maksud Galuh memberi ku kalung itu? apa Galuh mencintai ku...? Rasanya gak mungkin, dia kan sudah punya pacar." Rini membuang napas kasar nya. Mencoba mengalihkan pikirannya ia tidak mau terlalu berharap takut cinta nya bertepuk sebelah tangan seperti yang sudah-sudah. Ia tidak mau kecewa lagi mencintai orang yang salah. Rini pergi menghampiri Rikky dan Sera.


"Bang Rikky makan yang banyak nya... biar kuat saat menjalani operasi."


"Iya Rin, ini juga udah habis makan satu piring." sahutnya.


"Wah, Sera hebat ya bisa merawat Abang dengan baik. Terusin aja Ser... biar Bang Rikky nya agak berisi. Kalau sama kamu kelihatan nya dia lahap makan nya." Rini tertawa.


Sera dan Rikky juga ikut tersenyum.


*Tidak lama lagi dokter akan segera datang Bang Rikky siap kan fisik dan mental nya agar operasi nya berjalan dengan lancar."


"Amin Rin, abang jauh lebih baik hari ini sudah siap menjalani operasi."


"Bagus lah kalau begitu," ucap Rini merasa lega.


"Semoga lancar ya Rik..." ucap Sera menambahkan.


"Amin," sahut Rikky.


"Sera...!" panggil Rikky.


"Iya..."


Tiba-tiba dokter datang untuk mengecek kondisi Rikky sebelum masuk ruang operasi.


Sebenarnya Rikky ingin menanyakan tentang isi hati sebenarnya pada Sera, tapi dokter sudah datang memeriksa nya. Sera berharap Rikky akan bicara sesuatu padanya jadi terdiam melihat kedatangan Dokter. Rikky mengurungkan niat nya seperti nya tatapan Sera padanya cukup mengatakan kalau ia ada rasa suka pada Rikky.


"Kondisi anda sudah stabil sudah boleh memasuki ruangan operasi." ujar dokter.

__ADS_1


"Baik Dok, saya juga sudah siap," jawab Rikky mantap.


"Oke kalau begitu mari..." ajak dokter.


Rini dan Sera merangkul Rikky berjalan menyusul dokter.


Tiba di ruang operasi...


Rini dan Sera di larang masuk oleh dokter mereka cuma bisa menunggu di luar. Sedangkan dokter dan beberapa perawat sudah siap akan membedah Rikky.


Di tempat lain...


Hari itu adalah hari bahagia bagi Keyla karena penantian nya akan berakhir Aldi akan segera pulang ke kota hari itu.


Keyla sudah siap akan menjemput nya di bandara bersama Bu May dan Pak Hendra.


Akhirnya saat itu akan tiba inilah akhir dari penantian ku setelah sekian lama berpisah.


Aldi juga memiliki pemikiran yang sama saat itu ia dan Pak Fajar hampir sampai di bandara.


Pa... Aldi dan Pak Fajar hampir sampai sekarang kita juga harus pergi ke bandara kasian mereka nanti akan menunggu lama.


Pak Hendra memanggil supir untuk segera menyiapkan mobil.


Bang Yono sudah siap melaju Bu May dan Pak Hendra ikut naik. Sedangkan Keyla memakai mobil sendiri. Mereka melaju menuju bandara.


1 jam kemudian...


Mereka sudah sampai di bandara.


pesawat pun sepertinya baru akan mendarat.


"Itu pesawat mereka Pa... ," ucap Keyla senang.

__ADS_1


"Iya sepertinya begitu," sahut pak Hendra.


"Akhirnya kamu pulang Nak ibu sangat merindukan mu lirih Bu May," dalam hatinya.


Aldi dan Pak Fajar sudah turun dari pesawat mereka melangkah dengan ringannya mendekati mereka yang sudah tidak sabar menunggu.


Aldi melambaikan tangan pada mereka. Tidak lama mereka pun mendekat.


Suasana haru terjadi di tempat itu mereka saling berpelukan melepaskan kerinduan masing-masing.


Aldi memeluk ibunya dengan erat dan Bu May menitiskan air mata bahagia melihat anak semata wayangnya telah pulang.


"Selamat datang kembali anak ku... Ibu sangat merindukan mu Nak..." lirih Bu May sambil menagis terharu.


"Iya sama Bu, Aldi jauh lebih kangen dengan Ibu," sambung nya.


Setelah bertangis-tangisan Aldi Bu May melepaskan pelukannya gantian Aldi memeluk sang pujaannya Keyla. Tangisan Keyla pecah saat di pelukan Aldi membuat semua melihat dengan haru.


Pak Fajar dan Pak Hendra juga saling bersalaman dan Bu May ikut bersalaman.


"Makasih fajar kamu sudah menjaga anak ku di sana," ucap Bu May.


"Hem... sama-sama May, Aldi juga sangat membantu ku di sana kalau tidak ada dia proyek di sana mungkin belum selesai." Pak fajar memasang wajah tersenyum pada Bu May.


"Sekarang mari kita pulang. Pelukannya di sambung lain kali saja!" Pak Hendra meledek Aldi dan Keyla agar melepaskan pelukan mereka.


Keyla tersentak ia pun melepaskan pelukannya mereka.


"Ayo Sayang, aku bawa mobil sendiri." ucap Keyla mengandeng Aldi menuju arah mobilnya.


"Oh lupaya mereka sengaja tidak mau di ganggu," sambung Pak fajar meledek pasangan yang sedang di landa rindu itu. Bu May dan Pak Hendra tertawa bersamaan mendengar ucapan Pak Fajar.


"Kamu seperti tidak pernah muda saja fajar...,"ucap Ibu mencibir. Fajar terseyum ke arah Bu May.

__ADS_1


Mereka pun masuk dalam mobil.


Pak Hendra akan mengantar kan pak fajar kerumahnya terlebih dulu Keyla dan Aldi menyusul di belakang seperti nya mereka juga akan ikut mengantarkan Pak Fajar.


__ADS_2