Suami Pilihan Papa. Season 2

Suami Pilihan Papa. Season 2
Gelisah


__ADS_3

Tidak terasa hari sudah malam Rini dan Sera sudah cukup lelah mencari Rikky ke semua tempat namun tidak ketemu. "Rini kita berpisah sini saja," ujar Sera menyuruh Rini berhenti.


Mereka berhenti di sebuah halte yang tidak jauh dari rumah Sera. "Sebaiknya kamu pulang saja, besok aku akan mencari Rikky sendiri. Aku pulang dulu ya...," ucap Sera lemah.


"Biar aku antar saja," tawar Rini.


"Tidak perlu rumah ku tidak jauh dari sini?" sahut Sera.


"Ooh... ya sudah. Ini pun sudah malam juga. Kita lanjut besok saja," ujar Rini.


keduanya sepakat akan mencari Rikky keesokan hari nya lagi.


Rini pulang dalam keadaan bingung dan kuatir. Apa yang terjadi pada mu Bang Rikky...? kenapa kamu membuat ku panik bagini?" resah nya.


Tiba-tiba ponsel Rini berdering sontak Rini melirik ia melihat panggilan dari Rikky.


"Bang Rikky...," mata nya membola ia pun langsung mengangkatnya.


📞"Halo Bang Rikky,...


Iya Rin, maaf Abang belum bisa pulang ya... banyak yang harus abang kerjakan di sini," ujar Rikky berbohong.


📞"Abang kenapa membohongi Rini? sebenarnya Abang tu kemana...?" rengek Rini.


📞"Abang... Abang ke pulau Rin...


📞"Ke pulau? ngapain ke sana?" tanya Rini.


📞"Abang ada kerjaan di sini kamu baik-baik di rumah nya, sudah dulu di sini susah sinyal, kamu tidak usah mengkuatirkan Abang. Secepatnya Abang akan pulang," jawab Rikky.

__ADS_1


"Bang... Rini masih mau berbicara tapi panggilannya sudah terputus.


"Yah... dimatikan padahal kan masih mau nanyak... Bang Rikky bikin susah aja!" cetus Rini.


Rini menelpon balik ke nomor Rikky yang barusan nelpon tadi, tapi sudah tidak bisa di hubungi lagi.


"Sebenarnya Bang Rikky lagi ngapain si? apa ucapan Sera dapat di percaya? Argh... bikin pusing aja." gerutu nya sambil membanting setir mobil.


Rini mempercepat mobil nya rasa letih nya sudah tidak mampu ia tahan, seolah meminta nya untuk istirahat.


Sedangkan kan Sera saat itu sedang duduk termenung di depan teras nya memikirkan keberadaan Rikky entah dimana.


Tante menghampiri Sera yang termenung.


"Ada apa kamu dari tadi tampak murung?" tegur tantenya.


"Tante, aku tidak apa-apa koq Tan...," jawab nya.


"Lagi ada masalah pribadi," ujar Sera.


"Oh...," jawab Tante singkat. Ia tidak mau memaksa Sera untuk bercerita Karana ia sadar tidak semua masalah bisa dibicarakan bersama kadang ada masalah yang sifat nya privasi orang butuh ketenangan sendiri buat menghadapi nya.


Tante beranjak dari teras. "Kalau perlu bantuan Tante bersedia membantu," tawar nya.


"Iya Tante makasih atas pengertian nya," ucap Sera.


"Ah kamu terlalu lebay pakai makasih segala," sahut Tante.


Di tempat lainnya

__ADS_1


Keyla masih trauma oleh kejadian kemarin, Aldi tidak tega melihat nya ketakutan. Ia menghibur Keyla sekedar makan angin sambil menikmati indahnya pantai agar kekasih nya itu bisa tenang. Saat itu Aldi mengandeng tangan Keyla seolah ia tidak mau melepaskan tangan Keyla ia begitu takut ada orang yang menyakiti Keyla lagi. Keyla mengajak Aldi duduk di bebatuan, mereka pun duduk.


Aldi menatap Keyla begitu pun Keyla juga menatapnya.


"Sayang besok aku akan kembali ke luar negeri. Apa kamu bersedia ikut dengan ku?" tanya Aldi padat Keyla.


Keyla menatap Aldi, "Aku mau tapi bagaimana dengan Papa. Aku tidak bisa meninggalkan Papa sendirian di sini kasian dia," lirih Keyla.


"Iya juga ya... apa aku batalkan saja kontrak kerja ku dengan pak Fajar aku tidak akan bisa tenang meninggalkan mu disini aku sangat mengkuatirkan mu sayang," ujar Aldi sedikit menggombal.


"Tidak apa-apa. Kamu harus tetap bekerja sampai proyek nya selesai, kamu jangan kuatir kurasa orang itu sudah kapok karna sudah di beri peringatan dan polisi juga masih mencari orang itu.


Aku yakin polisi bisa mengatasi hal ini kamu jangan kuatirkan aku yah," pinta Keyla.


"Tapi kamu harus janji akan selalu memberi ku kabar," sahut Aldi.


"Iya aku janji," Keyla tersenyum menatap Aldi keduanya bertatapan mata.


"Aku ingin selalu berada di samping mu serasa berat hati ku untuk meninggalkan mu lagi," lirih Aldi.


"Gak apa-apa kamu pergi saja...," ujar Keyla yang sebenarnya juga tidak rela di tinggal pergi.


Aldi merebahkan kepalanya di pangkuan Keyla.


Tanpa sengaja Keyla membelai rambut Aldi...


Aldi merasa begitu nyaman saat berada di pelukan gadis yang di cintai nya itu hingga ia merasa ingin tertidur di tambah dengan buaian angin sepoi-sepoi.


Keyla menatap wajah Aldi sambil membelai rambutnya membuat Aldi tertidur di pangkuannya.

__ADS_1


Keyla pun membiarkan nya terlelap. "Aku tidak menyangka kalau Aldi semanja ini pada ku," desah nya sambil tersenyum.


__ADS_2