Suami Untuk Kirana

Suami Untuk Kirana
Seorang Kakak


__ADS_3

🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹


🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹


“Bi, nanti ada tukang pindahan ke sini, tolong Bibi atur dulu ya.”


“Bapak mau pindah lagi ke sini?” tanya Bibi Pembantu itu, ada binar kebahagiaan dimatanya mendengar sang majikan akan kembali ke sini.


Arjuna mengangguk, dia mengambil sebuah soda dari dalam kulkas. “Dia mau di sini katanya, lebih bebas.”


“Wah, Alhamdulillah, saya bisa melayani Ibu lagi. Saya bosan di sini sendirian.”


Arjuna hanya tersenyum, dia menatap buku yang seharusnya dikembalikan ke perpustakaan kampus. Namun, saat ini Kirana malah terlelap di sana, dengan damai. 


“Bapak sama Ibu mau makan siang di sini?”


“Iya, Bi, tolong siapin ya,” jawab Arjuna. “Sama tolong bilangin Kirana kalau saya mau kembaliin buku dia, saya mau ke kampus.”


“Baik, Pak.”


“Kurangin masakan berminyak juga, Bi. Kasihan kandungannya.”


“Saya masak sayur?”


“Boleh, saya berangkat dulu, Bi. Assalamualaiku,” ucap Arjuna bergegas memakai jaketnya.


“Waalaikum salam,” jawab Bibi pembantu.


Arjuna segera melangkah menuju ke dalam mobil, dia sendiri yang akan mengembalikan buku itu. Arjuna tau, sebuah gossip tersebar di kampus, dimana dirinya dan Merlinda telah putus karena pihak ketiga. Dan Arjuna tidak ingin Kirana menjadi bahan umpatan mereka semua. Dia akan melindungi sang istri sebisa yang dia lakukan, termasuk dengan melarangnya memasuki area kampus.


Entah darimana mereka tahu jika yang menjadi istrinya adalah Kirana. Bagaimana Arjuna tau? Alex memberitahunya, dia memberitahukan hal seperti:


“Lu diminta sama rector buat bimbing anak Presma, tapi lu kudu tahan telinga soalnya para fans lu taunya lu digoda sama Kirana. Kalau bisa jangan ajak dia ke kampus.”


Dan Arjuna baru mendapatkan infomasi tersebut beberapa menit sebelumnya. Dia juga bertanya-tanya? Apa yang akan dia hadapi di sana.


Begitu keluar dari mobil, Arjuna langsung masuk ke dalam perpustakaan.


“Hallo, Kak, ada yang bi… Oh, Nak Arjuna.”


“Saya mau kembalikan buku ini, Buk.”

__ADS_1


“Lho? Emang Nak Arjuna pinjam buku ya? Biasanya nggak.”


“Itu punya istri saya, Bu.”


“Apa?” tanya si Ibu dengan mata melotot dan terlihat tidak percaya, sebelum akhirnya dia menggeleng sambil tersenyum hambar. “Maaf, Ibu pikir kabar itu tidak benar."


“Istri saya wanita yang baik, dia tidak beruntung bertemu dengan saya,” ucap Arjuna mencoba mengubah pola pikir satu orang dan diharapkan menyebar.


Demi Tuhan Arjuna tahu bagaimana dulu pernah ada kasus bullying di lingkungan kampus, yang mana membuat Arjuna lebih berhati-hati terhadap Kirana. Dia tahu sisi gelapnya orang orang di kampus ini.


“Ada dendanya, Jun.”


“Gak papa, Bu. Saya transfer saja.”


“Jadi benar ya? Kalau sudah putus dengan Merlinda?”


Arjuna terdiam saat dia mengeluarkan ponsel dari sakunya.


“Maaf, Jun. soalnya Ibu heran awalnya, Merlinda gak keliatan di kampus, ternyata dia sakit.”


“Sakit?”


“Iya, sampai saat ini dia belum juga kembali ke kampus, kakaknya yang mengurus semua cutinya.”


Arjuna terdiam sesaat, hatinya berkata, “Alex tidak pernah memberitahukan apapun tentang keadaannya.”


🌹🌹🌹🌹🌹


“Waalaikum salam, kenapa kakak gak ajak Rana? Padahal aku mau ke ruangan secretariat osis, mau ketemu sama beberapa orang dulu.”


“Gak perlu, secretariat FKIP tadi sepi,” ucap Arjuna, dia benar benar tidak akan mengizinkan istrinya untuk menginjakan kaki di tempat ini. melihat bagaimana beberapa mahasiswi yang saling berbisik saja membuat Arjuna merinding.


Bagaimana tidak, wanita cenderung lebih mudah melakukan kekerasan pada lawan jenisnya. Persis kasus bullying dahulu di sini.


“Tapikan aku mau keluar….,” ucap Kirana dengan manja.


Menimbulkan tawa pada sang Arjuna, dia sangat suka jika istrinya bermanja manja padanya seperti ini. “Maaf, Sayang. mau Kakak beliin apa?”


“Hmm….”


“Jangan ngambek dong, Kakak Cuma gak mau kamu capek. Inget gak apa kata Eyang? Eyang bilang gini, ‘Jangan bikin istri kamu sakit, Arjuna, atau Eyang perintil kuping kamu sampai copot.’ Ngeri gak suami gak punya telinga?”


“Lagian mau capek gimana coba, kan naik mobil.”

__ADS_1


“Kan udah sama kakak, masa mau marahan sama hal yang udah udah?”


Terdengar halaan napas di sana. 


“Kamu mau apa? Kakak beliin mumpung masih di jalan.”


“Hmm… mau pangsit, Kak.”


“Pangsit?” tanya Aejuna memastikan.


“Iya, yang ada di pertigaan itu. Mau yang kuah tapi.”


“Siap, Cantik. Tunggu ya, bilang sama dede bayinya kalau Papahnya lagi dalam perjalanan.”


Kirana tertawa, terdengar merdu di telinga Arjuna. Bidadarinya itu bahagia di sana.


“Hati hati di jalan. Assalamualaikum.”


“Waalaikum salam,” jawab Arjuna kemudian melepaskan earpiece di telinganya. Dia kembali focus pada jalanan di depannya, kemudian menepi di tempat yang diiinginkan oleh sang istri. 


Arjuna keluar dari mobil, mendekati bagian kasir. “Mau take away, Mbak. Pangsit kuah satu, yang kering dua. Bumbunya di pisah.”


“Baik, Kak. Silahkan tunggu.”


Dan saat Arjuna berbalik hendak duduk, dia mengerutkan keningnya melihat ada Mario yang baru saja keluar dari mobilnya. Tatapan mereka beradu, Mario memberikan senyuman menyeringai sambil berkata, “Gak tau malu lu ada di lingkungan ini.”


“Bukan urusan lu.”


“Bukan urusan gue? Lu bikin adek gue jadi sakit jiwa, bangsat.”


“Sakit jiwa? Merlinda?”


“Lu pikir siapa? Gak tau malu lu.”


Arjuna enggan memperpanjang, dia hendak melangkah duduk. Namun, Mario menahan tangannya dan mencengkramnya kuat. “Lu tau gak dimana Meri sekarang? dia di Amerika, berobat karena lu yang bangsat.”


“Gue minta maaf, tapi istri gue lebih butuh gue.”


“Cih istri, Kirana gila aja mau balikan sama lu.”


“Mau lu apa? Gue minta maaf sama Meri?” tanya Arjuna dengan tatapan tajamnya. “Gue bakal dateng kalau lu gak larang dulu.”


Mario malah tertawa sinis, dia melepaskan cengkraman tangan Arjuna. “Lu kayaknya gak ngerasa bersalah, lu punya adek cewek kan? Mikir kalau adek lu yang ngalamin itu, Bangssat.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2