Suami Untuk Kirana

Suami Untuk Kirana
Balas Budi Eyang


__ADS_3

🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹


🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹


Arjuna menatap pintu kamarnya dengan was was, khawatir jika Eyang Damayanti mengatakan sesuatu yang membuat emosi istrinya menjadi labil. 


“Bun, Kok Eyang lama ya?”


“Jangan khawatir, kan Eyang udah tobat, dia paling ke sana mau ngomong biasa, bukan nyinyir lagi.”


“Takut nyinggung.”


“Jangan negative thinking mulu, Bang. Udah sini bantuin Bunda beresin makan malam,” ucap Bunda Eliza yang sedang melakukannya bersama dengan Bibi Pembantu di sana.


Namun, Arjuna tetap duduk menatap pintu, sampai dia melihat Eyang Damayanti keluar, Arjuna baru merasa dirinya sangat lega. Dia melangkah bergegas menaiki tangga. “Udah Eyang? Ngomong apa aja?”


“Kepo kamu, Nak. Jangan gitu, sana bantuin istri kamu lagi di toilet.”


Arjuna menelan ludahnya kasar membiarkan Eyang Damayanti melangkah menjauh sebelum dirinya masuk ke dalam ruangan itu. Dia mendapati suara dari kamar mandi, Arjuna menunggu di sana. Sampai Kirana keluar setelah mencuci wajah.


“Ya allah, Kak! Jangan ngagetin!” teriak Kirana yang kaget mendapati sang suami berdiri di depan pintu.


“Masa sama yang ganteng kaget. Sini aku bantu, Eyang ganggu kamu ya?”


“Enggak kok, aku emang udah waktunya bangun,” ucap Kirana yang dituntun oleh Arjuna menuju ke walk in closet.


“Jangan mandi lagi ya, ganti baju aja.”

__ADS_1


Kirana hanya mengangguk, lagipula ini sudah hampir malam untuk mandi. Dia tidak ingin bayinya kenapa napa.


Dan Arjuna dengan telaten membuka gamis sang istri, tanpa nafsu sedikitpun dia memakaikan kembali pakaian baru untuk sang istri. Mata Arjuna hanya focus pada perut sang istri yang membuncit, dimana di sana ada bayi yang pernah dia sakiti.


“Tadi ngomongin apa aja sama Eyang?” tanya Arjuna yang mengancingkan pakaian Kirana.


“Katanya Eyang mau nginep di sini, ikut jaga aku beberapa hari.”


“Bagus dong, tapi dia gak ngomong yang aneh aneh ‘kan?”


“Yang aneh kayak gimana?”


Arjuna yang sedari tadi berjongkok di depan Kirana yang duduk di sofa, itu tersenyum manis, mengusap perut buncit sang istri. “Kamu tau betul gimana yang aneh aneh itu.”


“Enggak, Kak.”


“Sama…, besok besok kayaknya aku pulangnya malem, soalnya Ayah mau ke China, sama Bunda juga. Kita sewa perawat ya buat nemenin kamu di sini, jangan nolak lagi,” ucap Arjuna penuh penekanan, mengingat sebelumnya sang istri itu terus saja menolak.


Arjuna menghembuskan napasnya kuat, karena dirinya pernah berjanji… jika setidaknya dia harus membuat hatinya bahagia.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Mereka semua makan malam bersama, dengan Kirana yang menyantap makanannya dengan lahap.


“Bunda berangkat besok?” tanya Kirana.


“Iya, besok sama Ayah. Kamu gak papa kan ditinggal Bunda?”


“Gak papa, Bun. Kasian Ayah, lagian di sini ada Bibi yang nemenin.”

__ADS_1


Ucapab Kirana membuat Eyang Damayanti menyahut, “Eyang juga mau nginep beberapa hari di sini, jadi aman. Kirana bisa main sama Eyang.”


“Main apa?” tanya Arjuna dengan hati hati. “Jangan dibawa keluar rumah ya, Eyang.”


“Nggak, siapa yang mau bawa Kirana keluar rumah. Eyang mau ngenalin Kirana sama temen Eyang, boleh ‘kan?”


“Dibawa ke sini temennya?” tanya Arjuna. “Kirana butuh istirahat.”


Eyang Damayanti memilih untuk bungkam saat Arjuna menatapnya dengan tatapan memohon, seolah berkata, ‘Jangan biarkan Kirana kelelahan karena apapun.’


“Yaudah sih, lagian kan belum kejadian.”


“Emang orang orang di Bandung gak khawatir sama Eyang yang ninggalin rumah lama lama?”


“Kok kamu kayak mau ngusir Eyang?”


“Bukan gitu, Eyang. Nanti mereka ke sini.”


“Mereka gak tau Kirana sakit apa, Cuma tau lagi gak enak badan. Kalau ke sini juga gak akan bikin Kirana sekarat ‘kan.”


Perseteruan antara Arjuna yang menginginkan Eyang pergi itu malah membuat Kirana mual. Dia membekap mulutnya dan berlari menuju kamar mandi di lantai dasar.


Yang mana membuat Arjuna meninggalkan makan malamnya dengan cepat, menyusul Kirana meninggalkan Eyang Damayanti dan juga Bunda Eliza di sana.


“Arjuna kenapa sih gak mau Ibu tinggal?”


“Dia hanya khawatir Ibu mengatakan sesuatu yang membuat Kirana drop.”


“Ya enggak lah, kamu kan tau Ibu udah ngerasa bersalah sama Kirana. Jadi sekarang mau melakukan yang terbaik buat Kirana,” ucap Eyang Damayanti. Sambil melanjutkan dalam hati, ‘Termasuk mencari pengganti dia untuk anaknya nanti.’

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2