
🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹
Purwanti tidak tau pesan itu terbaca atau tidak oleh Mario. Yang dia tau saat ini, seluruh keluarga Mario dan Merlinda telah benar benar menetap di Amerika. Namun, dia tidak tau dimana sang mantan kekasih itu tinggal. Amerika begitu luas, dan tidak ada satupun temannya yang tau, bahkan Alex yang sebelumnya menyukai Merlinda.
Di sisi lain, Purwanti masih mensyukuri hidupnya. Melihat Kirana yang kini sedang sholat dengan tubuh yang ringkih, seolah nyawa ada di ujung ubun-ubunnya. Masa depan Kirana lebih gelap, seolah dia tidak bisa memeluk sang anak kelak.
“Kamu ngapain ngintip bini Abang?”
Purwanti berdecak dan berbalik menatap sang kakak. “Kepo banget asli.”
“Napa gak balik lagi ke apartemen? Nginep di sini satu malem serratus ribu.”
“Bilangin Bunda loh! Purwa lagi belajar sholat juga! Mau jadi abang durhaka?!”
“Hehehe, bercanda. Udah sana beresin skripsi, abis itu nyari kerja.”
“Mau rebahan dulu,” ucap Purwanti yang masuk ke kamarnya lagi.
Membuat Arjuna menggelengkan kepalanya dan memasuki kamar. Dia baru saja pulang dari masjid, berbicara dengan beberapa kepala keluarga yang ditemuinya membuat Arjuna merasa lebih baik. Pasalnya, bukan hanya dirinya yang memiliki permasalahan. Ada jutaan orang di luar sana yang memilikinya.
“Yank?”
“Hmm?”
“Tidur siang yuk.”
Kirana tersenyum dan membuka mukenanya, dia mengangguk dan merentangkan tangannya. Membiarkan sang suami menggendongnya ala bridal dan menidurkannya di atas ranjang. Keseharian Arjuna yang baru, dia lebih banyak bersama sang istri untuk saat ini.
“Gimana kabar Eyang, Kak?”
__ADS_1
“Udah mendingan Bunda bilang, udah jangan khawatirin apa apa.”
“Ih, orang aku penasaran.”
“Masih dalam pemulihan. Kakak juga udah minta Bunda buat buru buru ke sini, tapi belum ada waktu yang pas.”
“Udah gak papa, Kak. Kalau Bunda gak ada waktu, biarin aja.”
Arjuna tersenyum dan mengecup kening sang istri sebelum mengusap rambut pendeknya. Dan dalam usapan itu, Arjuna mendapati helaian rambut yang lepas. Membuat kulit kepala Kirana hampir terlihat sebagiannya. Istrinya benar benar rapuh, dan hanya doa yang bisa Arjuna panjatkan.
“Tolong berikan anakku tumbuh dengan ibunya, Tuhan.”
Hanya itu permintaan Arjuna untuk saat ini.
🌹🌹🌹🌹🌹
“Mbak Kirana ngapain?”
“Tidur, udah jangan ganggu. Sini sama abang aja kalau mau nanya apa gitu.”
Purwanti mengeluarkan toples susu kehamilan miliknya, dimana dia membukanya secara sembunyi sembunyi hingga tidak ada yang tau kalau itu susu kehamilan.
Dan itu membuat Arjuna heran, dia tidak bisa focus menatap laptopnya. “Sejak kapan suka susu? Orang dari kecil juga suka dimuntahin.”
“Najiis nyinyir amat jadi orang.”
“Heh! Bahasanya!”
“Maaf, Bang.”
“Malu tuh sama kerudung.”
“Kerudung buat nutup aurat, bukan mulut.”
__ADS_1
Helaan napas dalam Arjuna membuat Purwanti tertawa, dia membentuk huruf V menandakan meminta perdamaian. “Sorry, hehehe.”
“Sini coba.”
“Ngapain?”
“Sini dulu.”
“Ogah.”
“Sini gak?”
Purwanti menghentakan kakinya, dia mendekat ke arah Arjuna yang sedang duduk di ruang keluarga sambil memeriksa pekerjaannya. “Apa?”
“Bikinin kopi.”
“Duh jangan ngumpat,” gumamnya Kembali membalikan badan, Purwanti menyimpan dulu susu miliknya di meja dekat Arjuna, sementara dirinya Kembali ke dapur untuk meminta Bibi pembantu yang membuatnya. “Kalau gue ngumpat, gue takut anak gue mirip banget sama itu makhluk.”
Sementara itu, Arjuna yang curiga dengan susu yang diseduh Purwanti itu mengambilnya, kemudian mencium aromanya. “Kenapa mirip susu punya Kirana pas hamil muda?”
Belum juga Arjuna merasakannya, Purwanti merebutnya lebih dulu. “Ih apa apaan sih! Punya gue ini, Bang!”
“Bahasanya, Dek.”
“Tau ah,” ucap Purwanti memilih melangkah pergi membawa susunya.
“Mana kopi Abang?”
“Lagi dibuatin sama bibi. Purwa mau nengok Mbak Kirana, ini udah mau ashar.”
Dan itu menyadarkan Arjuna, dia menatap jam di dinding. Kirana memang tidak pernah tidur lama, dan sekarang sudah hampir ashar.
Sampai terdengar suara gelas jatuh, disusul teriakan, “Bang! Abang! Mbak Kirana pingsan! Banyak darah keluar, Bang!”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE