Suami Untuk Kirana

Suami Untuk Kirana
Nasib yang disengaja


__ADS_3

🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹


🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹


hari demi hari berlalu, bulan kelahiran sang bidadari semakin dekat. Dan semakin besar perut Kirana, semakin lemah pula dirinya. Tubuhnya benar benar kurus, terlihat seperti mayat yang dibalut kulit. Wajahnya pucat, rambutnya rontok dan menipis. Bahkan kini Kirana tidak pernah melepas ciputnya, dia tidak ingin rambutnya membuat orang-orang tidak nyaman.


Bunda Eliza tidak sering datang ke rumahnya, dia juga disibukan dengan pekerjaannya, apalagi sang Ayah Mertua selalu ingin ditemani. Paling, Bunda hanya datang setiap weekend untuk melihat keadaan Kirana.


Arjuna pun seringkali bertengkar dengan sekretarisnya karena masalah pekerjaan yang tidak bisa diwakilkan, sehingga Kirana selalu memaksa untuk membuat suaminya melakukan tanggung jawabnya.


Seperti sekarang, Arjuna mengeluh tidak mau bangkit dari kasur setelah tidur kembali habis subuh.


“Kak, bangun coba ih. Kasian itu sekretaris kamu nelpon kamu mulu, inget ada ratusan orang yang bergantung sama kamu, yang kerja di bawah kamu.”


“Aku gak mau ninggalin kamu,” ucap Arjuna yang malah melingkarkan tangannya di pinggang sang istri yang tengah duduk. “Kemaren aja kamu pingsan lagi, di rumah Cuma ada Bibi.”


“Kemaren aku tidur terlalu nyenyak, gak pinggsan ih, kan dokter juga bilang, kamu mah lebay.”


“Gak mau ninggalin kamu,” ucap Arjuna menggelengkan kepalanya enggan. Dia sudah memaksa Kirana untuk menempatkan perawat di sini, tapi istrinya lebih nyaman seperti ini. hanya ada dirinya sendiri dan pembantu. “Makannya nurut sama Kakak.”


Drrrttt! Drrrttt!


“Tuh ih udah nelpon lagi, kamu gak kasian? Mas tolonglah, aku gak papa. Jangan bikin aku kesel karena diri sendiri, Mas.”


Kalimat yang Kirana keluarkan membuat Arjuna bangun, dia segera menggeleng. “Jangan, iya ini bangun kok.”

__ADS_1


“Cepetan sana mandi, aku udah siapin pakaiannya.”


“Iya, Sayang. makasih ya, I love you. Jangan ngambek.”


“Tau ah.”


“Nanti malem aku kasih hadiah surah Maryam. Mau gak?”


Begitulah cara Arjuna membujuk sekarang, dengan surah yang akan dia lantunkan. Dimana disetiap Kirana akan tidur, Arjuna selalu membacakannya hingga sang istri terlelap.


“Sama al-mulk ya.”


“Iya, Sayang. udah jangan marah ya. Sini Kiss dulu.”


Dan Kirana membiarkan suaminya mencium pipinya sebelum beranjak mandi. Membuat perempuan itu tersenyum, dia menghela napasnya, berharap suaminya bertahan dengan kepercayaannya pada Allah yang semakin kuat. Karena seringkali, Kirana mendapati Arjuna sulit membagi waktu bekerja dan juga ibadah.


“Hallo, Purwanti? Ada apa?”


“Mbak, aku ke sana ya? Abang kerja kan hari ini?”


“Dia kerja kok, kamu ke sini aja.”


🌹🌹🌹🌹


Berulang kali, Purwanti mencoba menghubungi Mario, tapi tidak berhasil. Pria itu pergi tanpa meninggalkan kabar apapun, rumahnya kosong. Awalnya Puwanti tidak curiga, apalagi Mario mengatakan, “Aku harus mengerjakan sesuatu ke luar kota.”


Namun mengingat kini rumah yang biasa ditempati Mario benar benar ditinggalkan, membuat Purwanti sedikit khawatir. Jadi dia pergi ke rumah Kirana untuk mendapatkan ketenangan.

__ADS_1


“Assalamualaikum. Mbak Kirana mana, Bi?”


“Waalaikum salam, ada di halaman belakang, Non.”


“Bawain cemilan ya, Bi. Aku lama kok di sini.”


“Baik, Non.”


Kakinya melangkah menuju halaman belakang, melihat Kirana yang sedang membaca sebuah Quran kecil di tangannya. “Mbak?”


“Eh, udah nyampe aja, sini duduk. Gak ada tugas? Udah berapa hari kamu gak ke sini, sehat ‘kan?” tanya Kirana yang kini sudah akrab dengan Purwanti, dia mengakhiri kegiatannya dan focus pada adik suaminya.


“Sehat kok, emang beberapa hari terakhir ini banyak banget tugas dadakan.”


“Muka kamu lesu banget.”


“heheh, iya. Abis denger temen cerita, jadinya ikut badmood,” ucap Purwanti sambil duduk di samping perempua yang memakai cipur itu.


“Cerita apa emangnya?”


“Nah ini dia yang mau aku tanyain sama mbak, aku bingung respon temen aku kayak gimana.”


“Gimana emang?”


Puwanti berdehem, sebelum dia mengatakan, “Menurut Mbak, gimana pandanan tentang perempuan yang hamil di luar nikah?”


🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2