
🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹
“Terima kasih atas kedatangannya ke sini, lain kali tidak perlu. Istri saya butuh istirahat dan tidak terganggu oleh orang asing.”
Hanya kalimat itu yang Arjuna katakan pada orang asing yang datang ke rumahnya, sebelum dia akhirnya naik ke lantai atas dan mendapati snag istri baru saja mandi. Dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono.
“Kak, udah pulang?” tanya Kirana yang sedikit kaget. Ada kekecewaan di mata Arjuna, dan Kirana melihatnya. yang mana hal itu sedikit mengganggu Kirana, dia khawatir suaminya itu kesal padanya. “Kok cepet tumben? Bukannya katanya mau malem ya? Gimana di kantor?”
Arjuna terdiam saat Kirana mencium tangannya dan berdiri di depannya dengan tatapan yang sayu. “Kak, kenapa diem aja?”
“Kamu izinin Eyang bawa perempuan lain buat aku?” tanya Arjuna dengan datar.
Dan Kirana tau nada bicara itu. “Kak…,” ucapnya dengan bibir bergetar.
“Kamu anggap aku apa, Kirana?”
“Kak, dengerin dulu penjelasan aku.”
“Kamu anggap aku mau menikah lagi begitu? Meskipun kamu meninggal, aku gak akan pernah menikah lagi. Nggak! Anak aku Cuma punya satu ibu, aku hanya punya satu istri. Aku akan bekerja keras di sini, supaya menyusulmu di syurga,” ucap Arjuna dengan air mata yang menetes.
__ADS_1
Dia benar benar rapuh di hadapan Kirana, bahkan tubuhnya merosot hingga dia tertunduk di atas karpet.
“Kak…”
“Aku akan menyusulmu di syurga, aku akan mendidik anak kita dengan baik. Tolong jangan berfikiran hal seperti itu.”
Mata Kirana berkaca-kaca, dia ikut tertunduk di atas karpet dan memeluk suaminya erat. Merasakan kalau sosok dihadapannya adalah sosok yang sangat rapuh. Kirana merasakan matanya memanas.
“Tidak, Sayang, jangan menangis lagi. Kakak sudah janji tidak akan membuat air matamu jatuh sia sia lagi.”
Arjuna merangkup pipi sang istri kemudian mencium kelopak matanya.
“Kakak juga jangan nangis.. hiks… mafin Kirana.”
Kirana tersenyum dan memeluk erat sang suami, merasakan kalau Arjuna benar benar berubah.
🌹🌹🌹🌹🌹
Eyang Damayanti jelas kecewa dengan Arjuna, bahkan dia memilih untuk tidak makan malam dengan alasan sudah makan di kantor. Sementara Kirana, demi menghargai Ayu, dia turun untuk makan malam.
Ayu berniat pergi, tapi Eyang tetap menahannya sehingga dia terpaksa makan malam di sana.
“Maafin Kak Arjuna ya, Mbak.”
__ADS_1
“Gak papa kok, gak salah. Emang Eyang yang buru buru,” jawab Ayu berbisik, mengingat Eyang sedang ke belakang meminta es limun. “Mbak juga minta maaf ya, bikin suasana gak jelas.”
“Ngapain kamu minta maaf, Ayu. Yang harus minta maaf itu Arjuna, dia gak sopan sama tamu,” ucap Eyang Damayanti yang tiba tiba bergabung dalam percakapan mereka. “Kirana, kamu harus suruh suami kamu minta maaff, dia gak nengerin Eyang.”
“Maaf ya, Eyang. Kak Arjuna gak bisa diajak diskusi kalau lagi begitu.”
“Lagian Ayu ini yang akan urus anak dia suatu hari nanti, kenapa dia marah?”
Ayu yang melihat Kirana sedih itu segera menggenggam tangan Eyang, berharap wanita paruh baya itu menghentikan kalimatnya dan memilih untuk diam saja. “Eyang, tidak apa. Aku baik baik saja,” ucap Ayu. “Lagipula ini memang terlalu dini. Tolong pahami, Arjuna pasti sangat mencintai Kirana sampai dia tidak ingin ada pengganti untuknya.”
“Tapi lambat laun juga harus ada yang menggantikannya ‘kan?” tanya Eyang Damayanti.
Sementara Kirana memilih untuk diam dan memuji makanan, berbeda dengan Ayu yang masih mencoba menghentikan Eyang Damayanti untuk mengatakan hal lainnya.
“Lagipula, Eyang ini berniat baik. Kamu paham kan apa yang Eyang maksud, Kirana? Eyang hanya ingin anak dalam kandungan kamu memiliki ibu.”
“Iya, Eyang. Kirana paham.” Kirana tau, kalau dilawan maka akan menjadi masalah. Kirana juga sadar ini sebagian dari kesalahannya karena mengizinkan Eyang membawanya ke sini hingga membuat Arjuna marah.
Yang mana, saat ini Arjuna sedang mengemasi barang barang Eyang Damayanti tanpa sepengetahuan siapapun.
🌹🌹🌹🌹
TBC
__ADS_1