Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 24


__ADS_3

Keesokan paginya, Anne bangun dengan badan yang terasa pegal semua, terutama bagian kewanitaannya terasa pedih. Robert masih tertidur dengan rambut berantakan. Anne melihat wajah Robert sejenak, dan kemudian pelan-pelan mau bangun dari ranjang. Tiba-tiba, tangan Robert memeluk pinggangnya dan dia berkata, “Tidur lagi di sini, masih pagi.”


“Hmm, tapi badanku lengket semua, aku mau mandi dulu ya Rob,” ujar Anne sambil berusaha kabur dari Robert.


“Ayo, kubantu jalan ke kamar mandi,” kata Robert sambil menyibak selimut, dan terpampang jelas kondisi polos tubuh mereka berdua saat ini. Anne yang masih malu dan belum terbiasa tampil polos di depan suaminya, hanya bisa diam dan menutup matanya.


Robert yang sudah tidak tahu malu lagi, segera memapah Anne menuju kamar mandi. Lalu, menyalakan shower dan menyiram tubuh Anne pelan-pelan. Niat awalnya adalah membantu Anne mandi, entah kenapa senjatanya hidup lagi pagi ini, apalagi setelah semalaman tidur, tenaga sang senjata full terisi.


Mata Robert dipenuhi kilatan gairah melihat tubuh Anne. Yang ditatap malah sibuk memakai shampoo dan sabun, dan tidak sadar sudah membangunkan milik suaminya. Robert segera mendekap Anne dari belakang, dan kemudian mencium bahu Anne seraya menggesekkan senjatanya di belahan panggul belakang Anne.


Anne tersentak kaget, dan berteriak, “Rob, semalam ‘kan sudah. Masak pagi-pagi mau lagi?”


“Salahmu sendiri, kenapa menggodaku pagi ini, lihat senjataku sudah on karena melihatmu seksi sekali, apalagi pakai acara mandi-mandian bareng, hmm,” balas Robert sambil bergerak menggerayangi Anne.


Pagi itu dihabiskan dengan olahraga pagi di dalam kamar mandi. Mandi yang semestinya cuma sepuluh menit, menjadi hampir sejam. Robert begitu menikmati proses penyatuan dan pelepasan di kamar mandi, seakan sebuah sensasi baru untuknya. Robert tidak memakai pengaman karena dia ingin segera memiliki calon penerus Black Diamond Group. Anne hanya bisa menerima sentuhan Robert dengan pasrah, dia sudah kalah tenaga dari suaminya yang sedang fully on gairahnya.


***


Sesudah percintaan panas mereka di kamar mandi tadi pagi, Anne lapar sekali. Dia segera menuju ke dapur dan membuka kulkas, hendak mengeluarkan lauk dan memanaskannya untuk sarapan pagi mereka.


Di tengah kesibukan memasak nasi dan menyiapkan piring, tiba-tiba saja Robert datang dari kamar dan memeluk pinggang Anne dari belakang.


“Mulai sekarang, kita tidur bersama di kamarmu,” ujar Robert.


“Terserah kamu sajalah Rob. Lepaskan tanganmu, aku lagi kerja,” jawab Anne pelan sambil berusaha menjauh dari Robert.

__ADS_1


Lalu, mendadak Robert membalikkan badan Anne agar menghadapnya dan mengurung Anne dengan kedua lengannya. Tanpa aba-aba jelas, Robert segera melalap bibir mungil istrinya dan tangan Anne refleks memeluk pinggang Robert. Jadi, sekarang Anne tampak mulai terbiasa dengan aktivitas bermandi keringat dengan Robert, bahkan tubuhnya mulai ketagihan sentuhan suaminya. 


Ciuman Robert segera menjalar ke mana-mana dan mereka bergerak ke sofa ruang TV. Suasana pagi yang adem, dan angin sepoi-sepoi dari taman luar, makin membuat napas keduanya memburu.


Robert menindih Anne di sofa itu, tangannya mulai membuka kaos dan celana pendek Anne. Lalu, dia membuka kaos dan celananya juga. Keduanya sekarang hanya memakai pakaian dalam saja. Tangan Robert tidak sabar membuka pengait bra Anne dan setelah berhasil membukanya, tangannya mulai mendorong ****** ***** Anne ke bawah pahanya.


Dua bukit kembar Anne menyembul indah dan membuatnya amat bergairah. Robert menyesap manis kedua bukit kembar itu dan meremasnya berkali-kali.


“Rob, ahhhh ahhhh,” desah Anne sambil meremas rambut Robert keras.


Robert yang mendengar ******* istrinya, langsung menggerakkan jemarinya dan memainkan area inti Anne yang disambut dengan teriakan Anne. Dia baru pertama kali ini mengalami sentuhan jari suaminya di area intinya, tak lama kemudian dia berteriak kencang saat mencapai klimaksnya, tubuhnya bergetar hebat.


Robert sudah melepas celana pelindungnya, sehingga miliknya sekarang terpampang jelas. Anne begitu terkejut melihatnya karena makin panjang dan besar saja, mirip sosis jumbo. Kepala Robert turun ke arah area inti Anne dan menjilatnya berulang kali dengan penuh nikmat. Anne lagi-lagi terkejut dengan gaya bercinta suaminya dan mendesah sambil menjambak rambut Robert.


Setelah melihat Anne mencapai puncaknya, sekarang Robert sudah merasa siap mengarahkan senjatanya ke arah Anne. Paha dan betis Anne sudah siap mengait di pinggang Anne, gaya penyatuan yang bagus untuk menyemai benih-benih di rahimnya. Milik Robert segera mendobrak masuk tanpa ragu-ragu dan menyatu dengan sempurna.


Walau mereka sudah beberapa kali menyatu, Anne masih saja merasa pedih di area intinya.


“Anne, ahhhh ahhh, aku masuk lagi ya, hmm enakkk,” desah Robert sembari bergoyang maju mundur di atas tubuh Anne, bibirnya menciumi bibir Anne dengan penuh semangat.


Tak lama kemudian, keduanya sudah siap mencapai puncak bersama, penyatuan dan pelepasan terasa begitu indah. Anne yang kelelahan hanya diam saja berbaring di atas sofa. Robert yang sudah mendapatkan jatahnya dua kali pagi ini, segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri lagi.


Setelah keluar dari kamar mandi, dia melihat istrinya masih terbaring di sofa. Miliknya bangun lagi melihat tubuh polos istrinya. Padahal sudah melakukannya beberapa kali, tapi dia masih ketagihan.


Anne yang kesal dengan Robert, matanya pun melotot melihat senjata tumpul itu tegak lagi, lalu tak segan-segan Anne melalap senjata itu masuk ke dalam mulutnya dan menggigitnya kecil.

__ADS_1


Robert berteriak kaget, dikiranya Anne sudah makin berani padanya, padahal Anne sedang kesal padanya. “Aww Anne, pelan-pelan kalau mau jilat ya seperti makan es krim saja dong, jangan digigit, nanti putus.”


“Minggir, Rob, aku tidak suka kamu. Dari kemarin, kamu buat aku capek terus,” rutuk Anne kesal, sambil berjalan ke kamar mandi.


“Hei, kamu akan ketagihan nanti. Yang berikutnya aku yakin kamulah yang akan minta duluan hahaha,” kata Robert sambil tertawa keras.


Makan pagi jadi telat satu jam karena olahraga pagi di atas sofa. Sudah dapat dipastikan, keduanya makan nasi dan lauknya bagai orang yang sudah tidak makan berhari-hari saja.


Sambil makan pagi, Robert mengirim pesan Whatsapp kepada Matt: [ Besok datanglah ke sini, ada hal penting yang perlu kita bahas ].


***


Sore itu, untuk menghindar dari serangan panas Robert, Anne mengajak Robert jalan-jalan ke minimarket dan santai di taman dekat rumah. Mereka membeli es krim dan duduk di bangku taman sembari melihat matahari terbenam bersama.


“Anne, apa kamu bahagia melakukannya denganku?” tanya Robert sambil menghadap tubuh Anne.


Anne yang mengerti maksud dari pertanyaan Robert segera menjawab, “Aku milikmu dari awal sudah begitu ‘kan? Itu sudah hakmu, Rob.”


Robert meraih bahu Anne dan mengecup dahinya pelan dan berujar, “Ayo kita hidup Bahagia mulai sekarang dan aku harap kamu cepat hamil ya.”


Anne menggangguk pelan dan menyandarkan kepalanya di bahu Robert. Senja berlalu cepat. Hari berlalu dengan indah untuk pasangan yang sedang merajut kasih bersama dan menikmati surga dunia.


Yuk dukung terus karya pertamaku ya dengan klik like, favorit, vote dan bagi koinnya jika berkenan ya. Thank


IG @cindy.winarto

__ADS_1


__ADS_2