
Anne dan Robert segera kembali ke kamar mereka yang sudah dirapikan pelayan. Mereka mandi sore dan bersiap dinner di private room lagi.
Senin malam itu Anne memakai gaun warna merah berbelahan dada rendah dan menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sempurna. Rambutnya diurai dan wajahnya dipoles makeup sederhana, tapi makin membuatnya bersinar.
Robert memakai jas semi formal warna hitam. Robert menyuruh Matt menyiapkan gaun itu, tapi dia bilang pada Anne bahwa dia beli online dengan harga murah meriah.
Sesaat setelah Robert mengunci pintu kamar, ada seorang wanita usia pertengahan dua puluhan berjalan tergesa-gesa dan menubruknya. Robert memegang lengan wanita itu agar tidak jatuh.
"Maaf, maaf, saya tidak sengaja Tuan. Apa Tuan tidak apa-apa?" tanya wanita itu.
"Saya tidak apa-apa, permisi Nona." Robert menjawab singkat sambil menggandeng Anne pergi.
Wanita itu memperhatikan Robert dengan saksama, dan bergumam, "Ganteng, sayang sudah punya istri. Apa aku bisa jadi menggodanya hehe?"
"Denise, kamu lagi apa di situ? Ayo cepat masuk kamar, mandi dulu." Seorang wanita paruh baya berjalan mendekati Denise dan menepuk bahunya.
__ADS_1
"Iya Bu," sahut Denise pada Naomi, ibunya. Denise bertekad berkenalan lebih dekat dengan Robert dan menggodanya.
***
Pelayan mempersilakan kedua tamu terhormat itu masuk dan menyetel musik klasik untuk menambah mood makan dan suasana romantis.
Robert sudah memesan pada Tuan Alan untuk menyiapkan menu ala Western food saja, tidak usah prasmanan lagi biar tidak bosan. Tentunya menu wagyu steak dan tenderloin steak wajib ada, lalu ada fish and chips, french fries, salad buah dan sayur, red wine, jus alpukat, buah-buahan, dan ice cream.
"Kamu tadi buka ponsel dan chat dengan teman kantormu seputar kerjaan kantor ya? Apa mereka tidak bisa handel sendiri?" tanya Robert sambil memotong wagyu steak kecil-kecil.
"Ih kok kamu bisa tahu Rob kalau aku buka Whatsapp dan email?" tanya Anne balik.
"Biasa, ada masalah revisi shipping document. Mereka tidak biasa urus revisian dokumen, jadi aku harus bantu. Bagaimana tadi lapangan golf-nya, bagus tidak? Kamu coba free voucher main golf kah?" tanya Anne sambil menyuapi french fries ke mulut suaminya.
Mata Robert tak bisa lepas dari penampilan sempurna Anne. Belahan baju Anne membuatnya ingin menempel erat dengan Anne saat ini juga. Tangannya memeluk bahu Anne, lalu mengecupnya mesra. Anne membalasnya itu dengan antusias sembari mengelus dada Robert.
__ADS_1
"Hummm, Rob, kamu membuat jantungku berdebar terus," ujar Anne sambil tertawa. Tangan Robert mengelus rambut Anne mesra.
Anne memeluk bahu Robert lembut dan dia segera menyentuh kepalanya sepenuh perasaan. Mata Anne terpejam saat menikmati semua momen penuh keindahan itu. Robert menatap intens ekspresi wajah Anne sebentar, lalu melihat keseluruhan penampilannya di balik gaun merah itu. Warna gaun itu membuatnya makin menarik saja. Anne membiarkan kepalanya bersandar di dada Robert. Suara-suara musik yang indah memenuhi ruangan itu menambah kesyahduan suasana.
Anne bergerak pindah duduk menghadap ke pangkuan Robert dan refleks memeluk lehernya penuh kasih. Lalu, dengan cepat mendekap tengkuk Robert dan membisikkan, "Robert Anderson, aku betul-betul mencintaimu, mari kita hidup bahagia bersama dengan anak-anak kita, dan menua bersama sampai maut memisahkan kita. Ingat jangan keganjenan. Selalu pakai cincin kawinmu, jangan dekat-dekat wanita gatal. Kalau mau keluar rumah, ajak aku ya. Kalau tidak ada hal penting, tidak usah keluar juga. Awas matamu jangan melirik-lirik wanita lain!"
"Baik Nyonya, hamba akan mematuhimu," ujar Robert sambil mengambil sikap hormat. Istri sudah bertitah, harus dipatuhi 'kan.
Lalu, berikutnya mereka berpelukan mesra. Anne menyudahi pelukannya itu dan mengajak suaminya menghabiskan makanan lagi. Anne pun menyuapi fish and chips kepada suaminya. Mereka makan bersama dengan nikmat sampai kekenyangan.
Robert menarik tangan Anne dan membaringkannya di sofa besar dekat meja makan. Keduanya berpelukan erat seakan hari ini terakhir hidup di dunia. Anne membiarkan Robert memainkan rambutnya yang terurai lepas.
"Sayang, berenang yuk." Robert menggendong Anne dari sofa dan membawanya ke ruang ganti baju di private room itu. Keduanya segera memakai baju renang dan menuju private swimming pool itu.
***
__ADS_1
Yuk dukung terus karya pertamaku dengan klik like, vote, favorit dan bagi koinnya jika berkenan ya. Terima kasih.
IG @cindy.winarto