Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 75


__ADS_3

Robert pun segera mengambil peralatan akupunkturnya lagi dan mengobati area kepala Nyonya Sandra.


"Aduh, aduh, awww," ujar Nyonya Sandra meringis kesakitan, sembari menangis pelan.


Namun, sesaat kemudian ekspresinya sudah tenang dan raut wajahnya tampak tak sesakit sebelumnya.


Robert segera menyelesaikan terapi akupunkturnya dengan cepat dan segera bergegas pulang.


"Selamat tinggal Ayah dan Ibu, hiduplah yang baik, sehat dan bahagia. Apa pun keputusan yang diambil, harus sehat dan bahagia, dan jangan pernah menyesali keputusan yang sudah diambil. Kami pulang dulu ya. Terima kasih," ujar Anne.


Anne dan Robert pun segera pulang dan tidak menengok lagi ke Ruko Matrial Halinger.

__ADS_1


***


10 tahun kemudian.


Waktu cepat sekali berlalu. Setelah Robert berhasil menyembuhkan Nyonya Sandra, dia akhirnya jujur pada Anne tentang jati dirinya yang sesungguhnya sebagai CEO Perusahaan Black Diamond. Anne tentu sangat terkejut dan marah pada Robert yang merahasiakan jati dirinya selama ini. Namun, Robert berhasil meluluhkan hati Anne dan menjelaskan dengan detail alasannya merahasiakan jati dirinya selama ini.


Robert pun segera memboyong Anne ke mansion Anderson. Mereka memulai kehidupan barunya sebagai orang kaya. Anne awalnya tidak biasa dengan kemewahan mansion Anderson, tapi lama-lama dia bisa beradaptasi juga bahkan sangat menikmati segala fasilitas dari Robert. Anne pun memutuskan resign dari Perusahaan Era Mas dan membantu perusahaan suaminya sembari fokus pada program hamilnya. Anne sungguh beruntung, dalam dua bulan promilnya, dia pun langsung hamil. Anak pertamanya adalah Rayner Anderson, dan empat tahun kemudian lahirlah anak bungsunya yang diberi nama Mikhaila Anderson.


Rumah Kakek Thomas pun sudah beralih nama atas nama Robert karena tentunya sudah dibeli secara resmi oleh Robert. Tentu saja hal ini menimbulkan kehebohan di Keluarga Anderson. Nyonya Sandra menyangka Robert menipu dan merampas rumah Kakek Thomas. Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, tidak ada unsur penipuan sama sekali. Robert bahkan menyiapkan bukti rekaman video CCTV bahwa jual beli rumah atas dasar sukarela dan SHM rumah itu adalah asli sehingga tidak perlu diragukan lagi.


Oma Tinka masih hidup dengan sehat walaupun ingatannya sudah banyak berkurang. Nyonya Sandra dan Tuan Ridhan masih merawatnya dan bergantian dengan adik Nyonya Sandra sesekali.

__ADS_1


Anne sesekali masih mengunjungi rumah orang tuanya dan Spencer juga, sekadar untuk menjalin silaturahmi saja. Spencer dan istrinya akhirnya punya anak tiga tahun yang lalu, seorang bayi perempuan bernama Arlene Halinger. Nyonya Sandra dan Tuan Ridhan sangat senang dengan hadirnya Arlene dan mereka berharap Spencer akan punya anak laki-laki sebagai penerus keluarga Halinger. Namun, Spencer dan istrinya masih sangat sibuk dalam bekerja dan juga mengurus Arlene sehingga mereka sepakat untuk menunda anak kedua dahulu.


Anne dan Robert tetap menjalani hidup mereka dengan sederhana sekalipun mereka adalah kaum kaya raya. Mereka tetap aktif dalam kegiatan amal dan sosial.


Bila Anne kangen dengan teman kerjanya dulu di Perusahaan Era Mas, maka dia akan mengajak mereka makan siang bersama atau jalan-jalan bersama.


Kehidupan Anne dan keluarganya begitu indah. Anne pun sudah tidak sakit punggung dan saraf kejepit lagi karena dia sudah bisa memaafkan orang tuanya. Hatinya sudah tenang dan bahagia sekarang dan dia berharap hanya kebahagiaan saja yang ada di depannya.


Tamat.


***

__ADS_1


Yuk, dukung terus karya author dengan klik like, vote dan favorit ya. Terima kasih.


__ADS_2