Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 74


__ADS_3

Kemudian Robert berbicara lagi sambil menunjukkan sebuah jarum perak di tangannya.


"Ini adalah jarum terakhir, yang bila kutusuk kepada Ibu, maka Ibu akan sembuh dari sakit di kepala Ibu. Tidak ada risiko kanker otak dan stroke lagi pada Ibu, bahkan Ibu bisa panjang umur. Tapi, minta maaflah dahulu pada Anne atas semua perlakuan kalian padanya, barulah aku akan mengobati Ibu secara tuntas." Robert memasang tampang serius sekarang.


"Kau!? Dasar tidak tahu diri. Siapa kau sampai berani menyuruhku minta maaf pada Anne??" seru Nyonya Sandra sambil mendelik tajam.


"Aku tentu saja adalah suami Anne, Bu. Aku tidak mau istriku terluka terus karena kalian. Pilihan di tangan Ibu. Mau sembuh gratis, atau silakan saja berobat ke rumah sakit, tapi tak sembuh juga." Robert menyeringai tajam.


Anne tampak memikirkan sesuatu dan kemudian berkata, "Rob, sudah, tidak apa-apa bila Ibu tidak mau minta maaf kepadaku. Tapi, ada satu hal yang ingin kutanyakan kepada Ibu. Bu, mengapa Ibu tidak menyayangiku dan selalu membedakan aku dengan Spencer? Apa salahku, Bu?"


Anne tampak sedih saat mengatakannya. Jika sudah mustahil mendapatkan kasih sayang dari ibunya, setidaknya dia ingin tahu alasan ibunya tidak adil padanya selama ini.


Semua yang ada di ruangan itu terdiam seketika dan menunggu jawaban dari Nyonya Sandra.

__ADS_1


Namun, karena Nyonya Sandra tidak kunjung bicara juga, akhirnya Anne pun segera berbicara lagi, "Sudahlah, Rob, obati saja ibuku sampai tuntas, lalu kita pergi dari sini. Kita jalani saja hidup kita dengan bahagia dan tidak. perlu berharap apapun pada keluarga di sini."


Sorot mata Anne terlihat tenang dan mantap. Dia sudah tidak ingin apa-apa lagi dari keluarganya.


"Tunggu. Ibu akan menjawab pertanyaanmu tadi. Sebenarnya..." ucapan Nyonya Sandra terhenti sejenak. Semua orang mendengarkan dengan saksama.


"Ibu tidak perlu mengatakannya bila itu terlalu sulit untuk Ibu. Tidak apa-apa Bu." Anne memecah kesunyian dan hendak pergi dari sana. Entah kenapa di sudut hatinya dia merasa tidak sanggup mendengar penjelasan ibunya nantinya.


"Ayahmu berselingkuh dengan para wanita nakal saat Ibu mengandungmu. Ibu baru mengetahuinya saat kamu berusia dua bulan. Karena itulah, Ibu sangat membencimu. Setelah Ibu selidiki, ternyata ayahmu memang sudah nakal sejak masa SMA karena terjebak pergaulan dengan teman-teman yang salah. Anehnya, dia selalu tidur di rumah, tapi ternyata ada jam-jam kosong di mana dia pergi di siang hari. Ayahmu bilang sedang menemui klien, ternyata bohong. Saat itulah, ayahmu tidur dengan para pelacur itu."


"Ibu berpikir apa jangan-jangan karena Ibu mengandung anak perempuan makanya ayahmu jadi selingkuh. Atau mungkin karena kondisi Ibu yang muntah-muntah parah saat mengandungmu sehingga tidak bisa melayani kebutuhan biologisnya. Entahlah. Tapi, Ibu butuh orang untuk disalahkan, dan saat itu yang paling pas disalahkan adalah kamu dan Oma Tinka. Ibu benci Oma Tinka karena mengizinkan Ibu menikah dengan ayahmu dulu. Oma Tinka tidak meneliti terlebih dahulu latar belakang ayahmu, hanya karena ayahmu melamar dengan wajah senyum ramah dan sekotak perhiasan, Oma Tinka langsung percaya saja pada ayahmu. Dan Ibu membencimu karena hamil kamu, karena kamu anak perempuan, karena kamu ayahmu jadi berselingkuh." Nyonya Sandra mulai histeris dan wajahnya memerah saat mengatakannya. Sekarang, semuanya sudah jelas bagi Anne.


Anne seakan ditimpa baru besar. Dadanya terasa sesak dan pedih sekarang.

__ADS_1


Kemudian, Nyonya Sandra berkata lagi.


"Ayahmu, sudah sering berselingkuh, bahkan menurut pengakuan ayahmu dia pun juga nakal saat Ibu mengandung Spencer. Hanya saja, waktu itu Ibu tidak mengetahuinya. Dan saat itu, ayahmu sangat bahagia karena Ibu mengandung anak laki-laki. Saat Ibu mengandungmu, ayahmu tidak terlalu antusias. Ibu mengetahui kelakuan ayahmu secara tidak sengaja saat kamu umur dya bulan. Ibu mimpi ada seorang wanita berpakaian seksi sedang duduk dengan seekor anjing besar. Anjing itu hendak menggigit tangan Ibu, tapi Ibu berseru memanggil nama Tuhan dan anjing itu pun pergi. Lalu, Ibu terbangun dari mimpi itu dan merasa aneh. Mengapa harus perempuan cantik berbaju seksi dan anjing galak? Apa itu sosok wanita penggoda kah? Apa itu anjingnya yang menjaga agar ayahmu tidak bertobat? Feeling Ibu mengarah kepada ayahmu. Lalu, Ibu membuntuti ayahmu saat dia pergi dari ruko ini, betapa terkejutnya Ibu dia pergi ke hotel bersama seorang perempuan." Sorot mata Nyonya Sandra tampak sedih sekaligus marah sekarang saat menceritakan aib suaminya ini.


Otak Anne mencoba mencerna semua penjelasan ibunya hingga dia tiba pada suatu kesimpulan bahwa ibunya memang tidak pernah menyayanginya apa pun itu alasannya. Terlepas dari ayahnya selingkuh atau tidak, ibunya tetap tidak menyayanginya karena dia terlahir sebagai anak perempuan.


"Bu, tidak apa-apa, tidak perlu bicara lagi. Aku sudah paham, Bu. Aku sudah memaafkan Ibu dan Ayah, dan sudah bisa menerima semuanya ini. Apa pun keputusan yang Ibu ambil, Ibu harus bahagia dan menjaga kesehatan. Ibu tenang saja, mulai sekarang aku tidak akan bertanya lagi mengenai masa lalu dan juga tentang pembagian warisan. Itu semua hak Ibu dan Ayah untuk membagi warisan kepada siapapun. Maafkan aku yang jarang datang ke sini. Aku percaya Spencer akan menjaga Ibu dan Ayah dengan baik." Anne terlihat tenang dan lega saat mengatakannya.


Semua yang ada di sana mendengarkan Anne dengan saksama dan menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.


Anne kemudian mengangkat tasnya dan menggandeng Robert.


"Rob, tolong obati saja Ibuku sampai tuntas, dan tak perlu meributkan warisan. Mari kita menolong dengan ikhlas dan kemudian kita pulang saja." Anne tampak sudah mengambil keputusan final bahwa dia tidak ingin meributkan warisan dan kasih sayang yang tidak adil itu. Jauh di lubuk hatinya, Anne sudah tahu kalau sulit merubah kedua orang tuanya. Lagi pula, tidak baik mengharapkan hal-hal yang memang bukan hak kita.

__ADS_1


***


Yuk, dukung terus karya author dengan klik like dan favorit ya. Thanks.


__ADS_2