Suami Yang Tak Biasa

Suami Yang Tak Biasa
Part 46


__ADS_3

Robert tidak habis pikir dengan Nyonya Sandra dan Tuan Ridhan. Mereka punya banyak uang, tapi kenapa begitu pelit sekali pada Oma Tinka? Bukankah dulu Oma Tinka yang memasak untuk mereka juga? Kenapa hidup Oma Tinka jadi tidak terawat dengan baik saat di ruko Nyonya Sandra? Kasarnya adalah sampai kapan sih Oma Tinka hidup di dunia ini, mengapa Nyonya Sandra tidak menyenangkan Oma Tinka selama masih hidup dan selama masih bisa makan?


Oma Tinka lebih betah tinggal di rumah Paman Handri. Di sana Oma lebih terawat. Makanan tersedia dengan baik. Yang terpenting adalah Oma Tinka tidak dimarahi di sana. Paman Handri bertugas memandikan dan membersihkan kotoran Oma Tinka, dan Bibi Mary yang berbelanja ke pasar dan memasak.


Bibi Mary dan tiga anaknya memang jarang bicara pada Oma Tinka. Setiap hari Oma Tinka menonton TV di sana. Kadang Oma Tinka bosan, tapi masih jauh lebih baik daripada di ruko Nyonya Sandra.


***


Hari Senin pagi pun tiba.


Robert mengantar Anne dengan berbagai oleh-oleh untuk teman-teman kantornya. Anne tidak bisa membawa semua barangnya sehingga Robert membantu angkat barang sampai lobby. Satpam segera membantu Anne sampai ke ruangannya.


Teman-teman kantornya khususnya group sales admin amat senang dengan oleh-oleh makanan, aksesoris, baju, dll yang Anne berikan. Mereka mengobrol bersama sambil memakan pie susu.


"Bagaimana Tuan Andres seminggu ini? Semoga dia bisa sehat-sehat saja ya walau aku tidak ada," ujar Anne.


"Dia rajin masuk dan aktif mengurus orderan sih selama kamu cuti, oke lah. Semoga rajinnya berlanjut ya, jangan cuma pas kamu cuti saja," ujar Lisa.


"Bagaimana rasanya mengurus revisi BL? Pusing 'kan? Customerku rata-rata cerewet soal BL karena terkait pajak di negaranya," kata Anne pada Lisa.


"Yah, pusing urus Letter of Idemnity (LOI) karena customer dan shipper harus buat LOI semua saat ada satu BL hilang. Tidak boleh salah kata, karena bisa revisi ulang, capek aku. Cek emailmu ya, ada kah 10.000 email selama cuti seminggu?" tanya Lisa.


"Haha, yah penuh sih inbox emailku. Tidak apa-apa deh, aku 'kan jarang cuti ini. Biar customer pada kangen sama aku juga 'kan hehehe," sahut Anne.


"Bagaimana tips-tips yang aku kirim, sudah berhasil kah Anne? Pulang bawa oleh-oleh bayi kah?" tanya Deasy usil.

__ADS_1


"Huss, anak kecil, mau tahu saja," kata Anne pada Deasy. Dia malu mengakui bahwa dia sebenarnya sudah menonton semua link video dewasa itu dan mempraktikkannya bersama suaminya, serta sukses membuat keduanya menikmati surga dunia.


Hari itu berlalu dengan kesibukan kerja bagi Anne dan teman-temannya. Anne agak pusing membaca inbox email yang penuh, tapi sebelum jam makan siang sudah kelar semua.


***


Di rumah Anne.


Matt tiba dan mengantarkan dokumen kantor yang perlu dicek dan ditandatangani Robert. Kepala Pelayan Su juga menitipkan makanan untuk Robert. Menu hari ini adalah serba Chinese food, ada capcay goreng seafood, mie goreng, gurame tahu tausi, ayam nanking, dan udang goreng tepung.


Robert sedang sibuk memeriksa dokumen keuangan ketika tiba-tiba tukang pasang kanopi datang. Matt langsung membuka pintu dan mengawasi pekerjaan tukang pasang kanopi.


Menjelang pukul tiga sore, staff dealer mobil datang dan menyerahkan satu unit mobil Toyota Avanza silver, kunci kontak, kartu servis berkala, dan bonus cover mobil. Robert dan Matt asyik memeriksa kelengkapan mobil, ada lecet atau tidak, dsb.


"Matt, menurutmu Anne akan suka mobil ini atau tidak yah?" tanya Robert sambil mencoba menghidupkan mesin mobil.


"Ya tentu saja karena aku belum bilang siapa diriku kepada Anne. Alasan lainnya adalah agar keluarganya tidak curiga padaku." Robert sibuk membaca kartu servis mobil.


"Iya betul sih itu, Tuan. Lalu, apa rencana Tuan selanjutnya? Sampai kapan Tuan akan bersandiwara sebagai menantu yang tak dianggap begini?" tanya Matt lagi.


"Aku masih memikirkan waktu yang tepat agar istriku dan keluarganya yang antik tidak terkejut." Robert berkata demikian sambil menandatangani surat serah terima mobil.


"Apa ada lagi yang harus saya kerjakan mengenai keluarga mertua Anda, Tuan?" tanya Matt.


"Kirimkan orang kita ke sana yang pura-pura sebagai pembeli dan ajak mertuaku mengobrol, lalu suru mata-mata kita mengorek keterangan tentang rahasia apa yang disembunyikan mertuaku. Terakhir, suru mata-mata kita untuk menasihati mertuaku agar lebih memperhatikan Anne dan bersikap adil. Aku ingin memberikan kesempatan pada mertuaku untuk menyadari kesalahannya. Semoga mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan itu." Robert berkata demikian sambil mencoba membuka kap mobil depan.

__ADS_1


"Saya akan siapkan orang-orang kita sebagai pembeli dan mengajak mertua Anda bicara," ucap Matt.


"Mungkin perlu waktu untuk menyadarkan mereka, tidak bisa sehari dua hari. Jadi bisa makan waktu, tergantung dari mertuaku, cepat sadar atau tidak, masih punya hati atau tidak. Aku tunggu kabar darimu, Matt. Terima kasih untuk bantuanmu," sahut Matt menutup pembicaraan hari itu.


***


Hari berlalu sore. Anne lekas pulang dari kantor saat pukul enam sore. Yah hari ini dia lembur karena ada banyak pekerjaan menjelang closing akhir bulan. Badannya pegal sekali dan perutnya juga lapar.


Sesampainya di rumah, Anne sangat terkejut karena sekarang rumahnya punya kanopi yang tebal dan cantik, dan ada mobil Toyota Avanza silver sehingga garasi rumahnya makin keren saja.


Sekelebat bayangan masa depan muncul, Anne dan Robert bersama kedua anak mereka jalan-jalan dengan mobil itu. Betapa menyenangkannya bila saat itu tiba.


Anne memarkir motornya dan menutup pagar rumah. Kemudian, dia segera masuk ke dalam rumah.


"Sayang, aku pulang. Wah, kamu pasang kanopi, tapi tidak bilang-bilang, mau kasih kejutan ya?" ujar Anne dengan senyum lebar. Tak bisa dipungkiri, dia senang Robert kredit mobil dan pasang kanopi. Setidaknya, Robert ada kemajuan, supaya orang-orang tidak lagi meremehkannya.


"Kamu suka 'kan kanopi dan mobil baru kita? Yuk, kita lihat mobilnya dulu," ujar Robert sambil memeluk pinggang istrinya mesra.


Keduanya masuk ke dalam mobil, Robert di kursi sopir dan Anne di sebelahnya. Sang Nyonya Anderson melihat-lihat laci mobil, dashboard, dll.


"Rob, di kursi tengah kita bisa taruh baby car seat kalau kita punya anak nanti, supaya aman di jalan, juga supaya tidak loncat-loncatan di dalam mobil," celoteh Anne panjang lebar.


"Iya, Sayang, terserah kamu saja," sahut Robert senang.


Sejenak udara seakan berhenti berputar. Anne melihat wajah suaminya sangat tampan, dan seakan ada banyak bintang di matanya. Keduanya makin dekat dan mengikis jarak satu sama lain, dan...

__ADS_1


***


Yuk dukung terus karya author, klik like, vote, favorit dan bagi koinnya jika kamu suka ya. Terima kasih.


__ADS_2